Bikin Cemas! Harga Nikel Nyungsep Tiba-tiba

NIKEL.CO.ID – Harga nikel kontrak 3 bulan di London Metal Exchange (LME) turun 4,18% dari US$ 18.635/ ton pada perdangan hari selasa menjadi US$ 17.864/ton. Harga Nikel pembelian langsung juga turun 4,13% dari US$ 18.635/ton menjadi US$ 17.864/ton.

Penurunan harga nikel pada penutupan bursa perdagangan kemarin di London Metal Exchange juga ikuti oleh harga nikel di bursa Shanghai (SNIcv1) yang ikut turun 6%.

Sebelumnya, alasan terjadinya lonjakan harga nikel sebagian juga dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap kurangnya suplai nikel untuk pembuatan baterai.

Namun harga nikel drop setelah Tsingshan Holding Group, perusahaan raksasa nikel dan stainless steel asak China, mengatakan akan menyediakan 100.000 ton nikel matte untuk Huayou Cobalt perusahaan pembuat bahan baterai.

Langkah Tsingshan ini dapat membuktikan bahwa pasokan nikel yang ekonomis cukup untuk memenuhi kebutuhan sektor industri baterai.

Dikabarkan oleh Reuters, penurunan harga nikel ini diakibatkan sudah teratasinya masalah banjir yang terjadi di dua tambang milik Norilsk Nickel dikarenakan meluapnya air tanah di bawah tambang.

Genangan air yang terjadi mengakibatkan tambang mereka harus menurunkan tingkat produksi dan melakukan pengendalian genangan air di pit tambang. Pengendalian ini direncanakan akan dilaksanakan hingga dua minggu ke depan.

Dikutip dari Kitco, Vladimir Potanin, pimpinan perusahaan Nornickel mengatakan bahwa perusahaan tersebut memiliki cukup tenaga ahli dan kompetensi untuk mengatasi permasalahan ini, dan upaya yang dilakukan saat ini sudah mencukupi untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Hingga saat ini, bisa dikatakan bahwa kejadian ini memiliki konsekuensi material, karena hal tersebut, maka akan terjadi pengurangan dalam hal jumlah produksi. Untungnya, banjir yang terjadi tidak memakan korban dan juga tidak berdampak buruk bagi lingkungan,” lanjut Vladimir.

Norilsk Nickel (Nornickel) adalah perusahaan tambang asal Rusia, penghasil terbesar Palladium dan Nikel kadar tinggi. Pada tahun 2020 lalu perusahaan Rusia ini juga menghadapi krisis berat akibat tumpahan minyak sebanyak 21,000 meter kubik diesel yang dilakukan oleh anak perusahaan Nornickel.

Sumber: CNBC Indonesia