ASM Ajak Menilik Potensi Investasi Industri Nikel

552
Ketua Asosiasi Surveyor Minerba, Nilo W. Mudito (Foto: MNI/Rus)

NIKEL.CO.ID, 5 Oktober 2022 – Potensi investasi dan pengembangan industri nikel sekarang ini memang memancarkan magnet ke sekelilingnya. Ditambah lagi cadangan bijih nikel terbesar di dunia ini tersebar di daerah-daerah Indonesia, terutama di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Halmahera Timur, dan Papua, makin kuat daya tariknya. Namun, bagaimana potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan Indonesia?

Pertanyaan seperti itulah yang mendorong para stakeholder berurun-rembug untuk pengelolaan dan  pemanfaatan nikel dengan lebih baik. Salah satunya adalah Asosiasi Surveyor Minerba (ASM) yang ingin memberi masukan informasi tentang potensi investasi dan industri nikel yang dikemas dalam seminar dengan tema “Menilik Potensi Investasi dan Pengembangan Industri Nikel Indonesia”, di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Ketua ASM, Nilo W. Mudito, berharap, dengan mengikuti seminar yang terselenggara berkat kerja sama dengan PT Sigma Pratama Global ini para peserta akan mendapat daya tambah dari para narasumber yang latar belakangnya berbeda.

“Asosiasi Surveyor Minerba ingin juga berpartisipasi untuk melakukan sosialisasi atau memberi masukan kepada Ibu dan Bapak sebagai pelaksana atau pelaku bidang usaha yang digeluti, sehingga dengan acara ini nanti akan ada daya tambah,” ucap Nilo dalam sambutannya.

Asosiasi Surveyor Minerba, katanya kepada Nikel.co.id,  beranggotakan 11 surveyor yang terdaftar di Kementerian ESDM, yakni Sucofindo, Georservices, Carsurin, Anindya Wiraputra Konsult, Tribhakti Inspektama, Asia Trust Technovima Quality (ATTQ), ITIS, Triyasa Pirsa Utama, SCCI, Jasa Mutu Mineral Indonesia (Jamin), dan Indo Borneo Inspeksi Services.

“Saat ini mineral nikel sedang seksi, sehingga merupakan kesempatan yang baik secara ekonomis dan mengambil peran aktif bagi kita untuk menyosialisasikan kepada para investor maupun trader. Kita sebetulnya ingin berperan dan berpartisipasi. Ini lho bahwa kita surveyor ada yang bisa membantu perusahaan, investor, atau trader yang mungkin ingin mengetahui lebih jauh terkait masalah proses ekspor atau ekspor mineral, khususnya nikel,” ujarnya.

Nilo senang banyak yang memberikan respons positif. Ia merasa excited lantaran para pembicara sangat kapabel dalam menyampaikan materinya. Dan, ia merasa lebih senang lagi manakala sambutan para peserta terhadap materi yang dipresentasikan sangat baik.

“Semua pembicara memberikan suatu masukan yang sangat baik pada bidang usaha, khususnya investor dan trader, itu stakeholder yang bergerak di bidang investasi nikel,” ungkapnya.

Dia menilai, Muh. Suaib Sulaiman, S.E., M.M, Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, menjadi pembicara sangat  memberikan masukan yang baik. Bahasannya tentang kebijakan dan perkembangan perdagangan produk nikel Indonesia sangat informatif dan menambah wawasan peserta.

“Artinya memang ada suatu pengusaha yang ingin terjun di situ atau baru atau pindah diversifikasi ke nikel. Informasi tadi memang sangat baik untuk mengawali mereka dan mereka akan menggali lebih jauh lagi bagaimana tata cara bisnis di nikel ini. Hal itu tentu saja  terkait erat dengan regulasi, kebijakan pemerintah, “ tuturnya.

Nilo tak menampik bukan tidak mungkin timbul permasalahan bisnis yang terjadi karena kondisi di lapangan. Oleh karenanya, ia menegaskan, Asosiasi Surveyor Minerba akan menjadi jembatan antara regulator dan user. Evaluasi berkala akan dilakukan sebulan sekali atau setiap enam bulan sekali untuk sama-sama mencari jalan keluar permasalahan-permasalahan yang timbul di lapangan.

“Artinya, kebutuhan apa yang user inginkan. Kita sampaikan kepada regulator seperti apa. Lalu kebijakan apa yang bisa dikeluarkan. Itu yang seringkali dilakukan asosiasi untuk menjembatani dengan cara dengar pendapat (melalui) acara gathering atau evaluasi,” jelasnya.

Ia juga berharap dengan diadalakannya event-event seperti seminar ini para pelaku usaha nikel dapat berjalan tertib dan mengikuti aturan. (Shidiq/Rusdi)