Beranda Korporasi Perkuat Sistem K3, IMIP Resmikan Gugus Tugas Terpadu QRC

Perkuat Sistem K3, IMIP Resmikan Gugus Tugas Terpadu QRC

336
0
Sosialisasi Quick Response Center IMIP (Foto: Dok. IMIP)

NIKEL.CO.ID, MOROWALI – Sebagai kawasan industri terintegrasi berbasis nikel terbesar di Indonesia, Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memandang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sangat penting dan merupakan upaya menciptakan lingkungan kerja yang berkualitas.

Oleh karenanya, IMIP selalu berupaya untuk meningkatkan K3 di lingkungannya. Salah satu usaha memperkuatnya dengan pembentukan Quick Response Center (QRC). Program yang mulai digagas sejak 23 Desember 2025 tersebut dirancang untuk memperbaiki mekanisme penanganan kondisi darurat di kawasan industri mineral terintegrasi yang memiliki fasilitas lengkap dari hulu hingga hilir itu.

Manager Occupational Health and Safety (OHS) PT IMIP, Johny Semuel, menjelaskan, QRC dibentuk sebagai gugus tugas terpadu yang berfungsi menyatukan sistem tanggap darurat seluruh tenant di dalam kawasan IMIP. Kehadiran QRC diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi saat terjadi situasi krisis.

Pembentukan QRC menjadi bagian dari strategi manajemen untuk memperbaiki, memperkuat, serta menyederhanakan jalur komunikasi dan koordinasi antarpihak dalam kondisi darurat. Dengan sistem yang terintegrasi, respons terhadap insiden diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien. PT IMIP juga menyiapkan dukungan sarana berupa radio komunikasi berbasis teknologi WiFi guna menunjang operasional QRC.

“Perangkat ini nantinya dapat meningkatkan kemudahan komunikasi dan pengiriman
informasi antarpihak dalam tim QRC. Sebab penggunaan radio konvensional yang
dimiliki OHS memiliki kapasitas terbatas. Dengan begitu, prasarana komunikasi
dapat lebih menjangkau kawasan operasional IMIP pada area-area terjauh. Dengan
pengembangan saluran komunikasi ini, diharap suplai informasi dan koordinasi dapat
lebih berlangsung efektif mendukung penanganan isu krisis,” papar Johny Semuel, melalui keterangan pers, yang dikutip Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Senin (19/1/2026).

QRC akan menangani berbagai jenis kejadian krisis yang berpotensi terjadi di kawasan industri. Untuk memastikan kerja yang terkoordinasi, gugus tugas ini dibagi ke dalam sejumlah bidang, antara lain K3, lingkungan, keamanan, pemadam kebakaran, legal, media, hubungan masyarakat (Humas), hingga CSR. Seluruh bidang tersebut melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai departemen di PT IMIP, sehingga setiap pihak memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing.

“Melalui QRC ini, kami akan selalu meng-update perkembangan investigasi. Kami
tidak mencari siapa yang salah, tetapi mengetahui penyebab dasar agar kecelakaan
tidak terulang. Selanjutnya, kami juga mengamankan area kejadian kecelakaan,
evakuasi korban, mengumpulkan fakta, data, termasuk saksi langsung dan tidak
langsung,” sambung Johny.

Penanganan krisis di kawasan IMIP, katanya menambahkan, dibagi ke dalam tiga level. Level pertama ditangani oleh internal tenant yang bersangkutan di lokasi kejadian. Level kedua melibatkan beberapa perusahaan dalam kawasan IMIP. Sementara level ketiga diterapkan untuk insiden berskala besar yang dampaknya meluas hingga ke luar kawasan, sehingga membutuhkan keterlibatan pihak internal maupun eksternal.

“Jika ada insiden atau kejadian dalam kawasan IMIP maka respons cepat berbagai
pihak sesuai tanggung jawab masing-masing. Bukan hanya
 mitigasi penanganan krisis, tetapi juga ada program pencegahan sejak dini
supaya tidak menimbulkan kegawatdaruratan dan kesiapsiagaan (preparedness).
Kesiapsiagaan merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi
insiden melalui pengorganisasian dan langkah yang tepat dan berdaya guna,” ujarnya.

Ia optimistis, kolaborasi lintas pihak yang berjalan cepat dan terstruktur akan mampu meminimalkan dampak yang mungkin timbul akibat suatu insiden. Dengan adanya QRC, setiap unsur di kawasan IMIP telah memiliki peran yang jelas tanpa perlu menunggu instruksi tambahan ketika keadaan darurat terjadi. Aktivasi QRC akan dilakukan melalui mekanisme yang rapi dan terkoordinasi dalam satu pintu.

“Kita punya estate regulasi sebagai pedoman bersama dalam langkah partisipasi aktif penanganan krisis. Program tersebut juga akan intens disosialisasikan ke tiap tenant agar semua lebih terorganisir dengan baik,” ucapnya.

Sebagai informasi, IMIP menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan sistem K3 secara berkelanjutan demi menciptakan lingkungan kerja yang aman dan andal di seluruh kawasan industri. (Lili Handayani)