NIKEL.CO.ID, JAKARTA — PT Darma Henwa Tbk. mulai membuka arah baru pengembangan usaha. Setelah lebih dulu mengantongi portofolio emas dan tembaga, emiten kontraktor tambang ini memberi sinyal kuat bakal merambah komoditas mineral strategis lain, khususnya nikel dan bauksit. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi motor pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.
Dalam kajian terbarunya, UOB Kay Hian Sekuritas menilai entitas anak Darma Henwa, Gayo Mineral, akan memainkan peran sentral dalam ekspansi bisnis non-batu bara perseroan. Analis UOB menyoroti terbukanya peluang peningkatan valuasi Darma Henwa, seiring terungkapnya potensi cadangan emas dan tembaga yang dikelola Gayo Mineral.
Manajemen disebut masih mengkaji sejumlah skema optimal untuk mengembangkan aset tersebut. “Manajemen kini mempertimbangkan beberapa opsi untuk menggarap aset ini,” dikutip melalui investor.id, Senin (12/1/2026).
Lebih jauh, Darma Henwa tidak berhenti pada logam mulia dan tembaga. Perseroan mulai mengarahkan radar bisnisnya ke mineral bernilai tambah tinggi di luar batu bara. Nikel dan bauksit masuk dalam daftar komoditas yang dipertimbangkan, sejalan dengan tren hilirisasi dan kebutuhan industri baterai serta aluminium.
Di sisi lain, bisnis utama Darma Henwa sebagai kontraktor tambang batu bara juga diproyeksikan mengalami perbaikan kinerja. Perseroan kini mengubah strategi pengerjaan proyek dengan mengurangi ketergantungan pada subkontraktor dan memperbesar porsi pekerjaan yang ditangani sendiri. Skema ini mulai diterapkan sejak 2025 dan ditargetkan berjalan penuh pada awal 2026.
Volume pemindahan lapisan tanah penutup (overburden) tahun ini ditargetkan melonjak signifikan menjadi 160 juta bank cubic meter (bcm), dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar 125 juta bcm. Langkah ini diyakini dapat mendongkrak efisiensi serta margin operasional.
Untuk menopang ekspansi, Darma Henwa telah mengamankan pendanaan jumbo senilai Rp5 triliun dari konsorsium perbankan, yang terdiri dari Bank Mandiri dan BCA. Fasilitas tersebut mencakup pinjaman investasi berjangka lima tahun sebesar Rp3,3 triliun dan kredit modal kerja Rp1,6 triliun dengan tenor dua tahun dan bunga sekitar 6,75% per tahun.
Dana segar tersebut akan dialokasikan untuk pembelian alat berat, pembiayaan operasional, serta , kebutuhan proyek berjalan. Manajemen juga membuka peluang pendanaan lanjutan melalui penerbitan obligasi guna mempercepat ekspansi bisnis.
Dengan prospek tersebut, UOB Kay Hian tetap memasang rekomendasi beli untuk saham Darma Henwa. Target harga ditetapkan di level Rp1.500 per saham, mencerminkan potensi kenaikan sekitar 87% dari posisi harga saat riset dilakukan di kisaran Rp800 per saham. (Lili Handayani)






















