Beranda Nikel INPI 22 Desember 2025: NPI, Matte, dan MHP Menguat, Bijih Nikel Stabil

INPI 22 Desember 2025: NPI, Matte, dan MHP Menguat, Bijih Nikel Stabil

1270
0
Sumber: APNI

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) merilis Indonesia Nickel Price Index (INPI) pada Senin (22/12/2025). Data terbaru menunjukkan penguatan pada produk hilir nikel, sementara harga bijih nikel cenderung stabil dibandingkan rilis sebelumnya.

Untuk bijih nikel, harga bijih nikel atau nickel ore kadar 1,2% (CIF) tercatat berada di kisaran US$22–23 per metrik ton (mt) dengan harga rata-rata US$22,5/mt. Angka ini tidak mengalami perubahan dibandingkan INPI sebelumnya.

Sementara itu, bijih nikel 1,6% (CIF) tercatat melemah tipis. Harga berada pada rentang US$50,8–52,8/mt dengan rata-rata US$51,8/mt, turun US$0,1/mt dari posisi sebelumnya di US$51,9/mt.

Berbeda dengan bijih nikel, produk hilir mencatatkan kenaikan harga. Nickel pig iron (NPI) FOB tercatat di level US$110,47/mt, naik US$0,15/mt dibandingkan rilis sebelumnya yang berada di US$110,32/mt.

Selanjutnya, high-grade nickel matte (FOB) melonjak ke US$13.017/mt, meningkat US$48/mt dari harga sebelumnya, yaitu US$12.969/mt. Sementara itu, mixed hydroxide precipitate (MHP) FOB juga mengalami kenaikan menjadi US$12.736/mt atau naik US$42/mt dibandingkan posisi sebelumnya di US$12.694/mt.

APNI menilai, kenaikan harga pada NPI, nickel matte, dan MHP mencerminkan permintaan yang masih kuat pada rantai pasok hilirisasi nikel, khususnya untuk kebutuhan industri baterai kendaraan listrik dan baja nirkarat (stainless steel).

Di sisi lain, stabilnya harga bijih nikel mengindikasikan kondisi pasokan dalam negeri yang masih mencukupi.

Pergerakan INPI ini dinilai menjadi acuan penting bagi pelaku industri nikel, mulai dari penambang hingga smelter dan investor, dalam menyusun strategi produksi dan penjualan menjelang penutupan tahun 2025. (Lili Handayani)