Beranda Berita Nasional Stafsus Menteri ESDM: Populasi Kendaraan Listrik April 2024 Capai 133.225 Unit

Stafsus Menteri ESDM: Populasi Kendaraan Listrik April 2024 Capai 133.225 Unit

1016
0
Stafsus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pengembangan Industri Sektor ESDM Agus Cahayana Wirakusumah saat ditemui MNI/nikel.co.id di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (21/2/2024). Dokumentasi MNI

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bidang Percepatan Pengembangan Industri Sektor ESDM, Agus Tjahajana Wirakusumah, menyampaikan, perkembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia hingga April 2024 mencapai 133.225 unit.

Hal ini dia sampaikan kepada Media Nikel Indonesia (MNI-nikel.co.id) saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis, (20/6/2024). Melalui data dari Kementerian Perindustrian yang disuguhkan, ia menunjukkan kemajuan pengembangan ekosistem industri EV dan baterai Indonesia.

“Populasi kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia mengalami pertumbuhan dilihat dari tahun 2019 sebesar 1.437, tahun 2020 sebesar 3.894, tahun 2021 sebesar 15.883, tahun 2022 sebesar 41.743, tahun 2023 mencapai 116.438, dan pada April 2024 total mencapai 133.225,” kata Agus di kantornya  tersebut.

Menurutnya, dari 133.225 unit terdiri dari kendaraan motor roda dua sebesar 109.576 unit, kendaraan roda tiga sebesar 320 unit, kendaraan roda empat sebesar 23.238 unit, kendaraan komersil sebanyak 10 unit dan bus listrik sebanyak 81 unit.

“Seiring dengan dilakukannya program percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, populasi kendaraan listrik di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2023 total populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai 116 ribu unit meningkat sebesar 179% dari tahun 2022 yang berjumlah 41 ribu unit,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, ringkasan industri EV nasional dapat dilihat dari target kuantitatif dan TKDN Permenperin Nomor 6 Tahun 2022 Jo 28 Tahun 2023 yang dimulai tahun 2025 untuk kendaraan roda empat atau lebih sebesar 400 ribu unit yang dapat menghemat BBM sebesar 5 juta barel per dan mengurangi CO2 sebesar 1.84 juta ton. Tahun 2030 mencapai 600 ribu unit menghemat 7.5 juta barel dan mengurangi CO2 sebesar 2.76 ton dan tahun 2035 mencapai 1 juta unit menghemat 12.5 juta barel dan mengurangi CO2 sebesar 4.6 juta ton.

Sedangkan untuk kendaraan roda dua dan tiga pada 2025 mencapai 6 juta unit menghemat 9.43 juta barel dan mengurangi 3.450 juta ton CO2, tahun 2030 mencapai 9 juta unit menghemat 14.15 juta barel dan mengurangi 5.175 juta ton CO2 dan tahun 2035 mencapai 12 juta unit yang menghemat 18.86 juta barel dan mengurangi 6.900 juta ton CO2.

Untuk industri perakitan kendaraan listrik Indonesia untuk pabrik bus listrik ada 4 perusahaan dengan kapasitas produksi sebesar 2.480 unit per tahun dengan investasi sebesar Rp0.36 triliun. Pabrik mobil linstrik sebanyak 5 perusahaan dengan kapasitas produksi sebesar 53.300 unit per tahun dan investasi sebesar Rp3,513, dan untuk pabrik motor roda dua dan tiga  ada sebanyak 53 perusahaan dengan kapasitas produksi sebesar 1,51 juta unit per tahun, dan total investasi sebesar Rp0,86 triliun.

“Sehingga jumlah keseluruhan dari investasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai Rp4,733 triliun,” pungkasnya. (Shiddiq)