Beranda Berita Nasional Alexander Barus: Acara Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2024 Excellent

Alexander Barus: Acara Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2024 Excellent

1000
0
Ketua FINI, Alexander Barus. Dok: MNI/Chiva.

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Shanghai Metals Market (SMM) dan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyelenggarakan Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2024 mulai Selasa (11/6/2024) di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.

Salah satu pembicara yang hadir memberikan keynote speech adalah Ketua Forum of Indonesian Nickel Industries (FINI), Alexander Barus. 

“Saya kira acara ini bagus ya. Tema-temanya saya lihat bagus. Attendances-nya bagus. Dari segi organization, attendances, tema, saya kira excellent,” pujinya.

Namun, dia secara obyektif menyampaikan kekurangan acara besar yang dihelat tiga hari ini. 

“Cuman satu, saya memang harus sampaikan. Untuk pembicara itu, harusnya kita komit dengan apa yang kita tulis,” katanya.

Peserta mengharapkan seseorang itu datang memberikan materi. Jangan sampai kita mengecewakan peserta karena pembicara tidak datang. 

“Ya kelihatannya kok jadi semacam window dressing kita dengan pembicara. Kan Pak Jokowi, Pak Luhut, Seto, Bahlil, semua tuh diundang tapi ternyata tidak tahu siapa yang datang. Dan ini menjadi image-nya jadi kurang baik,” ujarnya. 

Terkait harapan untuk acara ini, Alex berharap ada semacam follow up sehingga isu mineral tidak hanya sampai di acara ini saja. 

“Saya kira gini hampir tiap bulan saya kasih speech sana-sini. Mungkin perlu juga for this seminar, you give one paper for the follow up paper. It is not end until this seminar. Tapi harus ada follow up. Saya kira gitu,” lanjutnya.

Harapannya, kita bisa mengusulkan pertimbangan membuat organization of nickel countries

“Ya mungkin Brazil kita undang, US, Rusia, Australia. Kan kita bisa bikin forum nikel seperti OPEC. Maksud saya, ada follow up-nya,” tuturnya.

Namun, terkait isu panas seputar izin pengelolaan tambang yang diberikan kepada ormas, ia enggan berkomentar.
I don’t think I don’t have any comments on that one.We follow the rules from the government. I think they have their own judgment, that’s it!” pungkasnya sambil berkelakar. (Aninda)