Beranda Pemerintahan Kemenperin dan JICA Kolaborasi Majukan Industri Kendaraan Listrik di Indonesia

Kemenperin dan JICA Kolaborasi Majukan Industri Kendaraan Listrik di Indonesia

632
0
Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Kemampuan Industri dalam Negeri, Ignatius Warsito. Dok: Kemenperin.

JAKARTA, NIKEL.CO.ID – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) menjalin kerja sama strategis untuk mendorong pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. 

Dikutip dari siaran pers yang diterima nikel.co.id kemarin, salah satu inisiatif utama dari kerja sama ini adalah pelaksanaan survei mengenai sepeda motor listrik (e-bike) di Indonesia.

Survei ini bertujuan untuk memahami perkiraan permintaan dan pasokan e-bike di Indonesia serta mengidentifikasi tantangan yang mungkin dihadapi. Kegiatan ini mendukung tujuan peta jalan industri otomotif nasional yang berfokus pada percepatan adopsi teknologi ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari survei, diadakan Seminar Akhir JICA bertema “Survei Pengumpulan Data tentang Promosi Industri Sepeda Motor Listrik dan Penguatan Rantai Pasokan di Indonesia” pada 29 Mei 2024. Seminar ini membahas temuan-temuan penting dari survei yang dilakukan dari Mei 2023 hingga Juli 2024.

“Seminar ini bertujuan untuk membahas temuan-temuan penting dari survei yang merupakan satu kesatuan proyek yang dilaksanakan selama periode Mei 2023 hingga Juli 2024,” ujar Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Kemampuan Industri dalam Negeri, Ignatius Warsito, di Jakarta, Rabu (5/6/2024).

Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan jumlah e-bike menjadi 4,5 juta unit per tahun atau 30% dari total penjualan sepeda motor roda dua pada tahun 2035. Target ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik domestik dan menjadikan Indonesia pusat produksi dan penjualan komponen utama seperti baterai di Asia Tenggara.

Upaya ini juga didukung oleh rencana pembangunan 32.000 stasiun pengisian dan penukaran baterai umum hingga tahun 2030, serta pemberian insentif menarik bagi pemilik e-bike seperti potongan tarif listrik dan keringanan pajak.

Pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi dampak lingkungan dari kendaraan bermotor konvensional, dan menjadikan Indonesia pemain utama dalam industri e-mobility di Asia Tenggara.

“Kolaborasi antara Kemenperin dan JICA diharapkan dapat menjadi langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan transformasi teknologi di Indonesia,” tutup Warsito.

Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat transisi menuju kendaraan listrik dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri kendaraan listrik di kawasan. (Aninda)