Beranda Juni 2024 Indonesia Berperan Penting Untuk Masa Depan Pertambangan Global

Indonesia Berperan Penting Untuk Masa Depan Pertambangan Global

655
0
Sekretaris Jenderal Mineral dan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM RI, Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati, S.T., M.Sc.

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Mineral dan Batubara (Minerba), Siti Sumilah Rita Susilawati, memaparkan peranan Indonesia sebagai pemimpin regional dalam industri pertambangan di masa depan dihadapan peserta Indonesia Miner 2024: Conference and Exhibition di Jakarta pada Selasa (4/6/2024).

“Indonesia, dengan sumber daya mineral dan batu bara yang melimpah, siap memainkan peran penting dalam lanskap pertambangan global. Dari hutan hujan lebat di Kalimantan hingga tanah vulkanik di Jawa, negara kita diberkahi dengan beragam simpanan mineral, antara lain emas, tembaga, nikel, timah, dan bauksit,” papar Rita mewakili Ditjen Minerba sebagaimana dikutip dalam keterangan pers Ditjen Minerba, Rabu (5/6/2024).

Menurutnya, dari sumber daya tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri Indonesia, menyediakan lapangan kerja, pendapatan devisa, dan masukan penting untuk berbagai sektor perekonomian di Indonesia. Akan tetapi, dari pertumbuhan tersebut tentunya juga terdapat tantangan yang ada, khususnya tantangan lingkungan dan sosial yang terkait dengan pertambangan sumber daya.

“Indonesia harus menerapkan pembangunan berkelanjutan dengan pendekatan dalam aktivitas pertambangan yang memprioritaskan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan aspek keekonomian yang beragam,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pembangunan berkelanjutan mengharuskan Indonesia menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan dan keadilan sosial.

“Memastikan bahwa manfaat pertambangan didistribusikan secara adil kepada semua lapisan masyarakat,” lanjutnya.

Ia juga mengutarakan, mengenai pemanfaatan logam tanah jarang yang ada di Indonesia. Pemanfaatan logam tanah jarang ini akan memberikan peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan kekayaan mineralnya dan menjadi pemasok utama logam tanah jarang di kawasan regional.

Menurutnya peran penting dari peningkatan nilai tambah batu bara melalui inovasi dan diversifikasi teknologi. Selain itu, dengan berinvestasi pada teknologi batu bara ramah lingkungan dan mendorong pengembangan industri hilir.

“Indonesia dapat meningkatkan daya saing sektor batubara dan menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” pungkasnya. (Shiddiq)