Beranda Daerah Ledakan Smelter Nikel Kembali Terjadi, Kali ini di PT KFI Kaltim

Ledakan Smelter Nikel Kembali Terjadi, Kali ini di PT KFI Kaltim

1041
0
Ledakan

NIKEL.CO.ID, KUTAI KARTANEGARA- Lagi-lagi ledakan di pabrik smelter nikel terjadi. Tepatnya pada pabrik smelter milik PT Kalimantan Ferro Industry (PT KFI) di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ledakan terjadi dua kali pada Kamis dan Jumat, 16-17 Mei 2024.

Dikutip dari laman Tempo.co, salah seorang warga dari Kelurahan Pendingin benama Marjianto menerangkan kejadian di lokasi. Akibat ledakan tersebut, dinding rumah warga mengalami keretakan.

“Di sini masih banyak rumah kayu. Hanya ada beberapa rumah tembok dan semuanya terjadi retakan,” kata Marjianto kepada Tempo, Sabtu, 18 Mei 2024.

Menurutnya, ada 20 unit rumah yang menjadi imbas kejadian ini. Namun, tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut bahkan bisa mencapai ratusan.

“Untuk keseluruhan sekitar pabrik, bisa ratusan karena pabrik KFI dikeliling 8 RT,” ujarnya.

Marjianto mengatakan warga merasa dirugikan atas peristiwa ini. Terlebih dalam aktivitas sehari-hari, warga juga sudah terganggu dengan kebisingan hingga dampak polusi dari kegiatan pabrik. 

Bahkan setelah terjadi dua insiden ledakan kemarin pun, kata dia, pabrik masih tetap beroperasi.

“Sampai saat ini perusahaan tersebut masih beroperasi. Sementara, kami masih membuat berita acara untuk disampaikan ke pihak perusahaan,” kata Marjianto.

Owner Representative PT KFI M. Ardhi Soemargo membenarkan ledakan terjadi di pabrik smelter KFI sebanyak dua kali. 

Pada Kamis, 16 Mei 2024 sekitar 18.40 WITA, ia mengatakan letupan keras di sisi pembuangan slag nikel mengakibatkan percikan api. 

Percikan tersebut melambung ke atas dari sumber panas kolam slag nikel. Kejadian itu berlangsung beberapa menit dan membuat satu pekerja terluka dan satu lainnya terkena debu letupan.

“Penyebab sementara, dapat disampaikan adanya kemacetan pada aliran pendingin buangan slag sehingga menyebabkan letupan tersebut,” kata Ardhi melalui keterangan tertulis.

Jumat kemarin, kata Ardhi, pabrik sudah berjalan normal dan pekerja kembali melakukan aktivitas pekerjaan seperti biasa. (Lili Handayani)