Beranda Korporasi Direktur HSE NCKL Berterima Kasih kepada Kemenaker RI Raih Sertifikat Emas K3

Direktur HSE NCKL Berterima Kasih kepada Kemenaker RI Raih Sertifikat Emas K3

1238
0

NIKEL.CO.ID, 26 JUNI 2023 – Direktur Health, Safety, Environment (HSE) NCKL, Tonny H. Gultom, berterima kasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI dan semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam pencapaian penghargaan terbaik PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) atau Harita Nickel yang berhasil meraih Sertifikat Emas atau penghargaan tertinggi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dari Kemenaker RI dengan predikat memuaskan. 

Penghargaan K3 yang diraih oleh tiga entitas NCKL berkat komitmen yang sangat baik atas penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) bagi perusahaan dan para gubernur selaku pembina K3 diserahkan kepada tiga perusahaan, di Jakarta, Kamis (22/6/2023).

“Terima kasih kepada Kemnaker RI atas penghargaan ini, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi penting dalam perjalanan kami,” kata Tonny H. Gultom melalui siaran pers yang diterima nikel.co.id

Atas penghargaan Sertifikat Emas K3 ini, kata Tony, perusahaan akan mempertahankan dan meningkatkan nilai tersebut. 

“Ini adalah pengakuan atas dedikasi, komitmen, dan kerja keras insan Harita dalam mencapai standar K3 yang tinggi karena hal tersebut merupakan prioritas utama kami,” ujarnya.

Dia juga menegaskan, komitmen itu dapat diwujudkan melalui lingkungan yang sehat serta aman di dunia kerja di wilayahnya. 

“Untuk itu, kami senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Menaker RI, Ida Fauziyah, dalam pidato sambutannya, mengatakan, K3 harus semakin menjadi perhatian dan prioritas bagi dunia kerja di Indonesia.

“Jumlah perusahaan yang mempertahankan nihil kecelakaan setiap tahun mengalami peningkatan,” ungkapnya. 

Oleh karenanya, ia berharap, para pemimpin perusahaan lain dapat memotivasi dan meningkatkan kualitas untuk mempertahankan kinerja K3. 

“Karena K3 merupakan investasi dan untuk menjaga keberlangsungan usaha, serta mencapai produktivitas perusahaan,” tuturnya. 

Adapun ketiga perusahaan entitas NCKL yang meraih Sertifikat Emas dari Kemnaker RI dengan predikat memuaskan, yaitu PT Megah Surya Pertiwi (MSP), PT Halmahera Persada Lygend (HPL), dan PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF).

Penghargaan K3 ini diberikan kepada perusahaan yang berhasil mencapai penerapan SMK3 dan juga pengakuan Kemenaker RI atas dedikasi dan kerja keras perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi karyawan.

Perlu diketahui, MSP, HPL dan HJF merupakan pabrik pengolahan nikel pertama di Maluku Utara yang melakukan Sertifikasi SMK3. Hasil audit Lembaga Audit Independen menunjukkan pencapaian sebesar 85,93% (MSP), 87,5% (HPL), dan yang tertinggi sebesar 89,6% untuk HJF. Kinerja K3 yang baik ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari perusahaan-perusahaan tersebut atas penerapan SMK3 di tempat kerja. 

Nilai ini bisa dicapai karena keterlibatan seluruh tenaga kerja terhadap program kegiatan K3, patuh terhadap pemenuhan peraturan perundangan dan ketentuan K3, serta standar prosedur yang berlaku di perusahaan.

NCKL melalui entitas anak udahannya merupakan perusahaan yang telah memiliki IUP (Izin Usaha Pertambangan) dan pabrik peleburan (smelter) nikel saprolit serta fasilitas pengolahan dan pemurnian (refinery) nikel limonit sejak 2021 di wilayah operasional yang sama. 

Kedua pabrik smelter dan pemurnian merupakan fasilitas untuk mendukung amanat hilirisasi dari pemerintah Indonesia dengan memanfaatkan hasil tambang nikel TBP dan entitas anak yang bergerak di bidang pertambangan nikel. 

Melalui PT Halmahera Persada Lygend (HPL), TBP juga menjadi pionir di Indonesia dalam pengolahan dan pemurnian nikel limonit (kadar rendah) dengan teknologi high pressure acid leach (HPAL). 

Teknologi ini mampu mengolah nikel limonit yang selama ini tidak dimanfaatkan menjadi produk bernilai strategis, yaitu mixed hydroxide precipitate (MHP). MHP diolah lebih lanjut menjadi Nikel Sulfat (NiSO4) dan Kobalt Sulfat (CoSO4) yang merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik.

Reporter: Shiddiq

Editor: Rusdi Dj.