Beranda Korporasi CEO Vale: Realisasi Harga Nikel Tinggi 2022 Berdampak Positif untuk Keuangan Vale

CEO Vale: Realisasi Harga Nikel Tinggi 2022 Berdampak Positif untuk Keuangan Vale

527
0

NIKEL.CO.ID, 22 FEBRUARI 2023 – CEO dan Presiden Direktur Perseroan PT Vale Tbk, Febriany Eddy mengatakan harga realisasi nikel pada tahun 2022 lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 sebesar 35% memberikan dampak yang positif bagi keuangan perusahaan PT Vale. 

Hal itu disampaikannya melalui laporan keuangan pembukuan EBITDA PT Vale tahun 2022 yang telah diaudit dan meraih laba sebesar US$478,0 juta per Februari 2023.

“Harga yang lebih tinggi ini tentunya membawa dampak positif bagi kinerja keuangan kami,” kata Presdir PT Vale Febriany Eddy, baru-baru ini, Rabu (22/2/2023). 

Menurutnya, di tahun 2022 terjadi kenaikan harga komoditas nikel yang cukup tinggi, namun PT Vale masih bisa menjaga biaya tunai rata-rata sebesar US$11.000 per ton. 

Perusahaan berhasil mencatat penjualan di kisaran US$1.179, 4 juta di tahun 2022. Penjualan ini lebih tinggi mencapai 24% dibandingkan tahun 2021 sebesar US$953,2 juta. Hal itu akibat terjadinya harga realisasi rata-rata yang lebih tinggi. 

“Harga realisasi rata-rata pengiriman nikel dalam matte adalah US$19.348 per ton, lebih tinggi dari level tahun 2021 sebesar AS$14.309 per ton,” ujarnya. 

Febriany juga mengutarakan terjadi peningkatan beban pokok pendapatan perusahaan sebesar 23% atau US$865,9 juta, dari yang sebelumnya hanya US$704,3 juta di tahun 2021. Kenaikan beban pokok pendapatan dinilai karena terjadinya kenaikan harga bahan bakar dan batu bara yang lebih tinggi. 

Selain itu, produksi PT Vale di 2022 mengalami penurunan 8% hanya mencapai 60.090 metrik ton (“t”) nikel dalam matte. Penyebabnya adalah adanya penambahan untuk pembangunan tanur 4.

“Berhubung proyek telah selesai, kami optimis dapat mencapai volume produksi yang lebih tinggi pada tahun 2023, sementara di saat yang bersamaan berupaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya operasi,” lanjutnya. 

Febri juga menegaskan mengenai prinsip dan nilai-nilai utama perusahaan yang tidak dapat dikompromikan yaitu, pertama, keselamatan jiwa yang merupakan hal terpenting. Kedua, menghargai kelestarian bumi dan komunitas perusahaan.

“Terlepas dari produksi yang lebih rendah, saya sangat mengapresiasi kerja keras seluruh karyawan di Perusahaan kami,” tegasnya. 

Ia menjelaskan, penggantian bahan bakar batubara ke HSFO karena kenaikan batubara yang tinggi di 2022 sehingga konsumsi HSFO meningkat dibandingkan 2021 lalu. Sedangkan penggunaan diesel di 2022 menurun dibandingkan 2021. Pada 2021 harga rata-rata HSFO sebesar 44%, diesel 74% dan batubara 136%.

Adapun kondisi kas perusahaan dan setara kas group sebesar US$634,0 juta per 31 Desember 2022 dan US$508,3 juta per 31 Desember 2021, sehingga pendapatan group meningkat tahun 2022. Oleh sebab itu, PT Vale akan berhati-hati dalam mengelola keuangan agar kas tetap stabil. 

Untuk belanja modal, PT Vale mengalami pengeluaran biaya yang lebih tinggi di 2022 sebesar US$218,8 juta dibanding 2021 sebesar US$180,7 juta. Ini digunakan untuk kelangsungan dan modal pertumbuhan 2022.

“Pengeluaran utama kami adalah untuk proyek pembangunan kembali Tanur 4,” jelasnya. 

Di sektor pengelolaan perusahaan yang berlandaskan green energi dan keberlanjutan, PT Vale mendapatkan penghargaan Prooper Hijau (melampaui kepatuhan) ketiga kalinya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Desember 2022 dan beberapa penghargaan dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM). 

“Kami bersyukur dan akan terus menunjukkan komitmen yang kuat dalam menerapkan praktik penambangan yang baik dan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan di operasi kami,” pungkasnya. (Shiddiq)