Volkswagen Mencari Mitra Pemasok Sel Baterai Kendaraan Listrik

NIKEL.CO.ID – Volkswagen sedang dalam pembicaraan dengan pemasok untuk mengamankan akses langsung ke bahan baku untuk baterai kendaraan listrik melalui kemitraan, Reuters, Selasa, 15 Juni 2021.

Produsen mobil terbesar kedua di dunia ini mencoba untuk mengontrol komponen-komponen utama dalam rantai pasokannya seperti semikonduktor dan lithium sehingga dapat mengatasi segala potensi kemacetan dan menjaga pabriknya tetap beroperasi pada kapasitas penuh.

Produsen mobil Jerman itu juga berusaha mengejar saingan seperti Tesla dan BMW yang telah mencapai kesepakatan pasokan dengan produsen lithium, salah satu komponen utama dalam baterai kendaraan listrik.

“Kita semua berlomba. Ini tentang membuat sel (baterai) yang paling terjangkau dan Anda perlu skala untuk melakukannya,” kata Thomas Schmall, anggota dewan yang bertanggung jawab atas teknologi Volkswagen.

“Selain manufaktur sel, yang merupakan bidang bisnis baru bagi kami, kami perlu bergerak ke integrasi vertikal lebih kuat, pengadaan dan pengamanan bahan baku. Ini bisa terjadi melalui berbagai bentuk kerja sama,” ujarnya.

Schmall menambahkan bahwa mendapatkan kontrol langsung atas pasokan bahan baku untuk baterai kendaraan listrik – yang juga mencakup grafit, kobalt, dan nikel – juga penting untuk menangani biaya dengan lebih baik.

“80 persen dari biaya sel ditentukan oleh bahan baku.”

Sementara Schmall tidak mengidentifikasi pemasok potensial, dia mengatakan tujuan Volkswagen adalah memiliki sejumlah kecil pemain yang lebih besar untuk menjaga kompleksitas tetap terkendali.

Pasar lithium dikendalikan oleh perusahaan pertambangan seperti perusahaan Amerika Serikat Albemarle, Tianqi Lithium Cina, dan Sociedad Quimica y Minera dari Cili.

Volkswagen sedang mencari hubungan yang lebih dekat dengan BASF Jerman, salah satu pemasok bahan baterai terbesar di dunia, menurut dua orang yang mengetahui masalah tersebut.

Kedua perusahaan memasuki kemitraan minggu lalu bersama dengan Daimler dan Fairphone untuk mencari cara untuk memproduksi lithium secara bertanggung jawab di Atacama (Cili), lokasi bagi seperempat dari pasokan lithium dunia saat ini.

Volkswagen bertujuan untuk menyalip Tesla sebagai pemimpin kendaraan listrik global pada pertengahan dekade ini dan telah memetakan rencana untuk membangun enam pabrik baterai di seluruh Eropa pada tahun 2030 bersama dengan mitra.

Schmall mengatakan Volkswagen sangat dekat untuk memilih mitra untuk pabrik baterai yang direncanakan di Salzgitter dan berharap untuk memberikan rincian lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

BMW telah mencapai kesepakatan dengan produsen lithium AS Livent dan Ganfeng Lithium Cina, salah satu produsen top dunia. Tesla, sementara itu, telah menyetujui kesepakatan pasokan lithium hidroksida lima tahun dengan Sichuan Yahua Industrial Group (Cina).

Volkswagen juga berusaha untuk lebih dekat dengan produsen chip dalam menghadapi kekurangan semikonduktor global, menyoroti berbagai bidang yang harus diatasi dengan rencana pengeluaran 150 miliar euro (US$ 182 miliar).

“Bagi produsen mobil, secara strategis penting untuk memperkuat kontrol atas rantai pasokan,” kata Ralf Blessmann, kepala divisi otomotif Capgemini di Jerman.

“Krisis chip saat ini telah memperlihatkan risiko yang berkaitan dengan kekurangan pasokan.”

Krisis chip semikonduktor yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir juga mengganggu produksi Volkswagen dan produsen global. Beberapa di antaranya bahkan mengurangi produksi karena kekurangan pasokan semikonduktor.

Sumber: tempo.co

Read More

Diam-Diam RI Lagi Rayu VW Bikin Mobil Listrik

NIKEL.CO.ID – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan masih terus menjalin komunikasi dengan beberapa perusahaan mobil listrik dunia, salah satunya dengan perusahaan raksasa asal Amerika Serikat, Tesla.

“Yang sudah kita lakukan mengundang beberapa investor. LG dengan konsorsiumnya melibatkan Hyundai, Posco dan beberapa perusahaan dari China kita sudah tanda tangan sekitar US$ 9,8 billion. BASF dalam proses komunikasi, Tesla dalam proses komunikasi,” sebut Bahlil salam MNC Group Investor Forum 2021, Rabu (3/3/21).

Namun, ada nama baru yang muncul. Ketika Tesla terus dirayu namun belum juga membuahkan hasil yang konkret, Pemerintah nampaknya mulai mengalihkan perhatian kepada pabrikan lainnya. Kali ini bukan ke perusahaan AS, melainkan pemain otomotif asal Jerman.

“VW (Volkswagen) itu juga dalam proses komunikasi,” sebut Bahlil.

Jika jadi berinvestasi, kehadiran VW bakal menambah semarak industri mobil listrik yang masih berubah signifikan. Bahlil menyebut langkah itu karena banyak dari negara lain sudah mengambil target ambisius dalam pengembangan mobil listrik.

“Eropa pada 2030 ada 70% mobil mereka mobil listrik, China pada 2027-2028 menargetkan 60%, jadi hampir seluruh dunia alihkan fosil ke baterai. Kebetulan Indonesia punya cadangan nikel 25% dari total cadangan nikel dunia, jadi kita betul-betul punya alam luar biasa dan 80% bahan baku baterai ada di Indonesia, seperti kobalt, mangan, nikel,” jelas Bahlil.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan hingga saat ini pihaknya masih bernegosiasi dengan pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla Inc.

Kendati demikian, menurutnya dirinya tidak pernah menyebut bahwa minat investasi Tesla di Indonesia terkait pembangunan pabrik mobil listrik.

“Yang benar begini, kita sudah NDA (Non-Disclosure Agreement) dengan mereka. Saya nggak mau mengulangi kesalahan. Kita tidak tidak pernah bicara pabrik mobil. Ada enam sebenarnya di tempat mereka itu, ada Starlink, launching pad, hypersonic, battery lithium pack, stabilizer energi, itu yang kita bicarakan,” paparnya saat diwawancarai Founder and Chairman CT Corp., Chairul Tanjung, di Economic Outlook 2021 CNBC Indonesia, Kamis (25/02/2021).

Sumber: CNBC Indonesia

Read More