Honda Akan Relokasi Pabrik dari India ke Indonesia

NIKEL.CO.ID – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan Honda Motor Company, perusahaan otomotif asal Jepang akan merelokasi pabriknya dari India ke Indonesia. Tak hanya itu, mereka juga bersedia menambah investasi di tanah air Rp5,2 triliun sampai 2024.

“Honda memberikan komitmen bahwa akan menambah investasi sampai dengan 2024 sekitar Rp5,2 triliun,” ucap Agus, dikutip Jumat (12/3/2021).

Perusahaan juga berjanji memberikan izin ekspor komponen suku cadang (oto parts) ke sembilan negara tambahan. Negara yang dimaksud adalah Thailand, Malaysia, Vietnam, Jepang, Pakistan, Arab Saudi, dan tiga negara Timur Tengah lain yang tidak dirincinya.

Pasalnya, negara-negara tersebut merupakan bagian dari rantai pasok global untuk industri otomotif. Bahkan, Honda kabarnya akan menambah jaringan ekspor hingga 31 negara di Asia, Afrika, dan Amerika.

Selain itu, Honda akan mengembangkan model-model baru pada produksi kendaraannya. Hal ini akan didorong oleh Agus agar varian bertambah di pasar.

Tak cuma Honda, produsen otomotif lain asal negeri sakura, seperti Toyota dan Suzuki juga akan memperderas aliran investasi mereka ke Indonesia. Toyota berkomitmen akan menambah investasi sekitar US$2 miliar atau setara Rp28 triliun sampai 2024.

Sementara Suzuki akan menyuntik dana segar sekitar Rp1,2 triliun ke dalam negeri. Periodenya sama, sampai 2024.

Sumber: CNN Indonesia

Read More

DPR Bilang Smelter Nikel Masih Bandel Soal Harga, Menperin: Kami Tindaklanjuti

NIKEL.CO.ID – Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade melapor ada smelter milik China di Indonesia yang bandel karena tak mematuhi harga patokan mineral. Hal itu dia sampaikan kepada Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

“Harga patokan mineral yang sudah dipatok oleh pemerintah, Kementerian ESDM itu tidak diindahkan oleh smelter-smelter yang Pak Menteri sebutkan tadi, yang di Morowali di mana-mana itu, yang smelter dari investor Tiongkok itu,” kata Andre dalam rapat kerja, Selasa (9/2/2021).

Padahal, jelas Andre, mereka sudah mendapatkan banyak manfaat dari Indonesia dengan mengeruk sumber daya alam yang ada.

“Nah, saya minta Pak Menteri betul-betul bicara dengan Menteri Perdagangan, Menteri ESDM, pastikan ini smelter ini membeli nikel nasional dari pengusaha nasional dengan harga sesuai harga patokan mineral. Itu harus ditegakkan,” paparnya.

Penetapan harga patokan minimal tercantum dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 07 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam Batubara.

“Untuk smelter ini akan menjadi catatan bagi kami, bahwa harga patokan minimal mineral itu yang sudah ditetapkan oleh Kementerian ESDM dan kami juga terlibat dalam penetapan harga minimal tersebut yang masih belum diindahkan oleh para industri khususnya yang tadi disampaikan yang berasal dari China,” ujar Agus.

“Terima kasih atas masukan ini dan akan segera kami tindaklanjuti,” tambahnya.

Sumber: detik.com

Read More