Ini Strategi Bahlil Atasi Kendala Investasi di KEK Palu

NIKEL.CO.ID – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia telah diskusi langsung dengan para tenant di KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Palu untuk memetakan kendala yang dihadapi dan reformulasi strategi kebijakan untuk mempercepat masuknya tenant dan sejumlah investor ke KEK Palu.

Dalam diskusi, para pengusaha menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi selama berinvestasi di KEK Palu, seperti kendala pembebasan lahan dan ketersediaan bahan baku (raw material) yang tidak mencukupi untuk proses produksi.

Menteri Investasi merumuskan berbagai formulasi strategi kebijakan yang dibutuhkan sehingga tenant di KEK Palu dapat segera merealisasikan investasinya, dengan syarat investor tersebut berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pengusaha daerah pada proses bisnis ataupun pembangunannya.

“Rata-rata kawasan industri di daerah kurang berkembang, karena kurangnya intervensi pemerintah pusat dan apalagi dananya dari daerah. Di Sulawesi Tengah ini baru lagi selesai tsunami dan gempa. Karena pandemi Covid-19, anggaran dipotong. Tapi ini bukan salah mereka (Pemerintah Provinsi dan Daerah ataupun pengelola KEK),” kata Bahlil dalam keterangan tertulisnya, (20/5/2021)

Salah satu kendala utama pada pengembangan KEK Palu adalah pembebasan lahan. Hal ini disampaikan oleh PT Trinitan Metaland Minerals (PT TMM) pada saat pertemuan antara sembilan tenant KEK Palu dengan Menteri Investasi/Kepala BKPM dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola sore tadi.

Perusahaan yang memiliki nilai investasi sebesar Rp34,5 triliun ini, bergerak pada bidang usaha Industri Pengolahan Logam Dasar Bukan Besi dan telah berdiri selama 70 tahun. Saat ini lahan yang telah dibebaskan sekitar 10 hektare dari kebutuhan 200 hektare.

“Kami membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk dapat segera menjalankan investasi kami. Kami akan bawa teknologi ramah lingkungan untuk diterapkan pada industri smelter, sehingga dapat memberikan kontribusi pada rantai pasok global terutama untuk baterai listik dan turunannya,” kata Insmerda Lebang selaku Komisaris Utama PT TMM.

PT TMM merupakan pelopor dalam penggunaan teknologi STAL yang digunakan pada industri smelter yang ramah lingkungan. STAL atau Step Temperature Acid Leach, merupakan
teknologi pengolahan nikel yang berfokus pada aspek ESG (Environmental, Social and Governance). Teknologi STAL ini 100% karya anak bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, PT Asbuton Jaya Abadi yang bergerak pada bidang pengolahan aspal menyampaikan kendalanya pada proses produksi, di mana campuran aspal yang masih dicampur dengan minyak. Pasalnya sudah dipersyaratkan oleh perusahaan, tetapi masih ada kontraktor yang mengabaikan.

“Saya sampaikan di sini, di lapangan pemakaiannya (aspal Buton) masih kurang sekali, untung saja tahun lalu ada permintaan dari Gorontalo dan Manado sehingga produksi kita tahun lalu mencapai 10 ribu. Mungkin tahun depan, harapan kami melalui APBD, Walikota atau Bupati membutuhkan produk kami karena Asbuton hanya khusus untuk jalan,” ungkap Johan Agan selaku Direktur PT Asbuton Jaya Abadi.

Menanggapi keluhan dari PT Asbuton Jaya Abadi, Bahlil menyampaikan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 18/PRT/M/2018 Tahun 2018 tentang Penggunaan Aspal Buton Untuk Pembangunan dan Preservasi Jalan, yang menyatakan bahwa semua produk aspal Buton akan diserap.

Hal ini akan dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR, agar produk aspal yang diproduksi oleh perusahaan dapat direkomendasikan untuk masuk ke dalam Rencana Kegiatan Survey (RKS) yang dibuat oleh Kementerian PUPR.

Sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja (UU CK), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memiliki peran sebagai koordinator dalam pengawasan/monitoring/evaluasi di daerah. Ke depannya jika dinas-dinas teknis akan melakukan pengawasan/monitoring/evaluasi kepada perusahaan, maka harus didampingi oleh DPMPTSP setempat.

Sumber: idxchannel.com

Read More

KEK Palu Teken Kesepakatan Investasi Rp8,7 T dari Kanada

NIKEL.CO.ID – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah, memperoleh kesepakatan investasi senilai Rp8,7 triliun dari perusahaan asal Kanada, Al Bader Ventures Inc (AVI).

Kesepakatan investasi itu tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani antara AVI dan PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST), selaku otoritas pelaksanaan pembangunan KEK Palu.

Direktur BPST Andi Mulhanan Tombolotutu mengatakan kawasan KEK Palu berada di jalur perdagangan nasional dan internasional, memiliki zona industri, logistik, dan pengolahan ekspor akan menjadi kekuatan ekonomi di wilayah timur Indonesia.

“Apalagi, kawasan KEK Palu yang berada di teluk Makassar merupakan jalur padat lalu lintas laut dengan 1.000 kapal vessel yang melintas,” kata Andi, dikutip dari Antara, Rabu (21/4).

KEK Palu di Provinsi Sulawesi Tengah merupakan kawasan pertama yang didesain pemerintah sebagai pusat logistik terpadu dan industri pengolahan pertambangan di koridor ekonomi Sulawesi.

Kawasan yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2014 akan mendukung Indonesia yang merupakan produsen nikel, kakao dan rumput laut yang unggul di dunia. Terbentuknya KEK Palu juga diharapkan akan mendorong hilirisasi industri logam.

KEK Palu diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp92,4 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 97.500 tenaga kerja hingga 2025.

Sementara itu, Pendiri dan CEO AVI Salam Al Bader mengatakan ketertarikan dengan KEK Palu karena berada di kawasan strategis Indonesia bagian timur yang dominan sektor pertambangan.

Investasi ini juga sebagai wujud komitmen AVI untuk kerja sama yang saling menguntungkan dengan Pemerintah Indonesia. Al Bader juga akan segera merealisasikan dalam waktu cepat pembangunan KEK Palu.

“Pengembangan tahap satu senilai Rp8,7 triliun, insya Allah akan kami proses dalam bulan Ramadan ini dan di hari raya ini. Tahap kedua juga kami akan support dengan investasi yang lebih besar,” kata Al Bader.

KEK Palu merupakan proyek pertama AVI di Indonesia. AVI akan membiayai semua pembangunan KEK Palu yang nilainya cukup besar Rp92,4 triliun.

AVI yang berkantor pusat di Kanada adalah bagian dari Al Bader Group yang dipimpin oleh Salam Al Bader. Al Bader Group adalah perusahaan yang didirikan pada 1800 oleh keluarga Al Bader di Kuwait.

Saat ini, Al Bader telah mengembangkan bisnis operasinya di seluruh dunia dengan berbagai sektor seperti pendanaan, perancangan dan implementasi proyek infrastruktur dan ladang minyak dari hulu hingga hilir.

Sumber: CNN Indonesia

Read More

Petrus Tjandra: Sangat Disayangkan Hilirisasi Nikel RI Hanya Sampai Tahap MHP Saja

NIKEL.CO.ID Direktur Utama PT Trinitan Metals and Minerals (TMM), Petrus Tjandra mengapresiasi positif rencana pemerintah untuk melakukan hilirisasi nikel.

Untuk itu, Petrus mengingatkan bahwa ada dua hal yang perlu diperhatikan oleh seluruh pemangku kepentingan, guna mendukung cita-cita hilirisasi nikel.

Hal pertama, soal kemampuan industri Smelter lokal dalam melakukan pengolahan nikel hingga menghasilkan nikel murni. Kedua, soal limbah olahan dan komitmen pelaku industri dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Pertama, hilirisasi nikel perlu didukung oleh kemampuan smelter lokal untuk menghasilkan nikel murni. Sangat disayangkan jika sebagian besar smelter nikel hanya melakukan pengolahan sampai tahap MHP (Mixed Hydroxide Precipitate) saja. Kalau begitu namanya hilirisasi tanggung dong,” ujar Petrus Tjandra, dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/02/2021).

Petrus berharap bahwa setiap pemangku kepentingan yang terkait dalam industri hilirisasi nikel, memiliki sudut pandang yang sama dalam melihat persoalan ini.

Kemampuan smelter lokal untuk mengolah bijih nikel laterit sampai menjadi nikel murni, menurut Petrus, menjadi tantangan tersendiri bagi smelter lokal untuk benar-benar menghilirkan pengolahan nikel dalam beberapa tahun mendatang.

“Jika smelter lokal hanya melakukan pengolahan sampai tahap MHP saja, lalu siapa yang akan melakukan pengolahan selanjutnya, hingga menghasilkan nikel murni? Masa langsung diekspor ke luar negeri?,” kata Petrus.

Sebaliknya, menurut Petrus, TMM mampu dan sudah memiliki fasilitas berskala industri, untuk mengolah MHP menjadi nikel murni 99,96% dengan kapasitas produksi sekitar 1.200 ton per tahun, serta untuk mengolah MHP menjadi NCM precursor (bahan baku baterai lihitum) dengan kapasitas 5.000 ton per tahun.

Walaupun demikian, lanjutnya, TMM terus berupaya melakukan penambahan kapasitas produksi melalui pembangunan smelter Hidrometalurgi STAL (Step Temperature Acid Leach) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.

Selanjutnya, Petrus juga menekankan hal kedua yang perlu diperhatikan, yakni pentingnya komitmen industri untuk menjaga lingkungan dan memperhatikan persoalan limbah olahan.

Menurut Petrus, salah satu metode proses pengolahan hidrometalurgi yang banyak digunakan saat ini justru menghasilkan limbah olahan berbentuk lumpur (tailing) yang kerap kali dibuang ke laut dalam.

“Kemampuan mengolah saja tidak cukup. Perhatikan teknologi pengolahannya seperti apa, pengelolaan limbahnya bagaimana, jangan sampai jadi ancaman untuk lingkungan perairan,” ucapnya.

“Melakukan rehabilitasi lingkungan apa tidak? Program untuk mengkomodasi aspek lingkungan juga perlu dibuat, bila perlu dijadikan standar operation, karena hilirisasi nikel butuh tata kelola yang ramah terhadap lingkungan,” terang Petrus.

Soal limbah olahan, Petrus menegaskan bahwa teknologi STAL yang dikembangkan oleh TMM tidak menghasilkan limbah olahan berbentuk lumpur (tailing).

Residu yang dihasilkan oleh STAL memiliki kandungan Besi (Fe) sekitar 80%, dan bahkan dapat diolah menjadi iron ore untuk digunakan oleh industri baja, maupun diolah menjadi bentuk batu bata (brick), yang dapat digunakan untuk membangun jalan maupun jembatan.

Selain itu, TMM melalui entitas anak perusahaannya, yaitu PT Hydrotech Metal Indonesia juga tengah menginisiasi program yang berfokus pada aspek environmental, social and governance (ESG), untuk mewujudkan praktik bisnis yang tidak mencederai lingkungan hidup.

Sumber: jurnalnews.id

Read More

PT. Trinitan Targetkan Studi Kelayakan Smelter Nikel Rampung Awal 2021

NIKEL.CO.ID – PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE) menargetkan hasil studi kelayakan akan dirampungkan pada Maret 2021. Hal itu disampaikan Rudiana, Sekretaris Perusahaan PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE) dalam keterbukaan informasi pada Rabu (4/11/2020).

“Perusahaan akan melakukan studi kelayakan dengan dua perusahaan Jepang,” katanya.

Namun tidak disebutkannya nama dua perusahaan Jepang yang akan menjadi mitranya dalam rencana tersebut.

Studi kelayakan antara lain, mencakup aspek keamanan fasilitas smelter, produksi, bahan baku, dan lingkungan. Sejalan dengan hal itu, maka perusahaan juga akan melakukan detailed engineer design (DED) untuk proyek smelter itu.

Seperti diketahui, PURE telah melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) smelter nikel di Palu pada pekan lalu (28/10/2020). Kegiatan itu dilakukan setelah ada kesepakatan antara PURE dan PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) pada 16 September 2020.

Selain itu, PURE juga akan memindahkan pilot plant teknologi hidrometalurgi Step Temperature Acid Leah (STAL) dari kawasan Cileungsi Jawa Barat ke KEK Palu.

“Akan dilanjutkan dengan pembangunan beberapa mini plant di mulut tambang yang hasilnya berupa konsentrat dan akan diproses difasilitas main plant di KEK Palu dengan kapasitas hingga 5.000 ton nikel murni,” katanya.

Sumber: idnfinancials.com

Read More

UU Cipta Kerja Dorong KEK Agar Laku dibandingkan Kawasan Industri

Perubahan aturan soal KEK diharapkan menjadi solusi atas masalah kurangnya nilai jual kawasan itu selama ini.

NIKEL.CO.ID – Undang-undang (UU) Cipta Kerja atau omnibus law membuat kewenangan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi lebih tersentralisasi. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugro menyatakan kewenangan yang tersentralisasi dapat merampingkan proses perizinan dan kewenangan dalam KEK tersebut.

“Saya berharap kemungkinan besar ke depannya adanya KEK yang jauh lebih efisien dari segi perizinan sehingga KEK dapat mendorong kawasan perekonomian jauh lebih baik dibandingkan kawasan lainnya,” kata Andry dalam diskusi virtual INDEF, Senin (2/11/2020).

Perubahan aturan tersebut, kata Andry, diharapkan menjadi solusi atas masalah kurangnya nilai jual KEK selama ini.

“Saat ini KEK tidak terlalu “laku” kalau dibandingkan dengan beberapa kawasan industri lainnya,” kata Andry.

Ia memberi contoh KEK Palu di Sulawesi Tengah kalah bersaing dengan kawasan industri Morowali. Padahal kawasan industri di Morowali ini tidak memiliki fasilitas fiskal dan non fiskal yang berbeda dengan KEK.

“Kenyataannya, beberapa KEK di Indoensia mengalami kendala dari pembebasan lahan sampai kurangnya bahan baku di kawasan tertentu,” kata dia.

Andry menilai UU Ciptaker memungkinkan terjadinya integrasi antara KEK dengan Kawasan Perdagangan Bebas. “Kemungkinan adanya integrasi KEK dengan Kawasan Perdagangan Bebas,” ujar Andry dalam diskusi daring. Andry menilai UU Ciptaker memungkinkan terjadinya integrasi antara KEK dengan Kawasan Perdagangan Bebas.

“Kemungkinan adanya integrasi KEK dengan Kawasan Perdagangan Bebas,” ujar Andry dalam diskusi daring.

Aturan KEK ini menganulir beberapa aturan sebelumnya seperti UU Nomor  39  Tahun  2009  tentang  Kawasan Ekonomi Khusus, UU Nomor 44 Tahun 2007  tentang  Kawasan Perdagangan Bebas  dan Pelabuhan Bebas, UU Nomor 37 Tahun 2000  tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang Menjadi Undang-Undang.

Berikut beberapa aturan soal KEK yakni:

Administrator sebagai pemberi izin

Dalam poin 1 pasal 150 disebutkan administrator adalah unit kerja yang bertugas menyelenggarakan Perizinan Berusaha, perizinan lainnya, pelayanan, dan pengawasan di KEK. Pada aturan sebelumnya yakni di UU 39 tahun 2009,  Administrator adalah bagian dari Dewan Kawasan yang dibentuk untuk setiap KEK guna membantu Dewan Kawasan dalam penyelenggaraan KEK.

Pendidikan dan Kesehatan

Dalam poin 2 pasal 150 disebutkan perluasan kegiatan usaha KEK di bidang pendidikan dan kesehatan. Pelaksanaan kegiatan usaha pendidikan dan kesehatan ini perlu persetujuan dari pemerintah pusat. Sebelumnya pendidikan dan kesehatan tak masuk dalam kegiatan usaha di KEK.

Lokasi dan lahan KEK

Poin 3 pasal 150 mengatur lokasi yang dapat diusulkan untuk menjadi KEK memenuhi kriteria: a.sesuai  dengan  Rencana  Tata  Ruang  Wilayah dan  tidak berpotensi mengganggu kawasan lindung; b.mempunyai batas yang jelas; c.lahan  yang  diusulkan  menjadi  KEK paling  sedikit  50%  dari yang direncanakan telah dikuasai sebagian atau seluruhnya.

Dukungan Pemerintah Daerah

Poin 6 Pasal 150 berbunyi pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib mendukung KEK. Selanjutnya pemerintah daerah sebagai pengusul menetapkan Badan Usaha untuk membangun dan mengelola KEK.

Tak perlu Amdal

Poin 6 juga mengatur persyaratan usulan KEK di antaranya tak ada lagi kewajiban analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Sebagai penggantinya, persyaratannya menjadi persetujuan lingkungan.

Pembiayaan dari APBN dan APBD

Poin 19 menyebutkan Dewan Nasional, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional, Dewan Kawasan, Sekretariat Dewan Kawasan, dan Administrator KEK memperoleh pembiayaan yang bersumber dari: APBN, APBD, dan sumber lain sesuai dengan ketentuan pertauran perundang-undangan. Sebelumnya, dalam UU 39 tahun 2009 pembiayaan diperoleh dari pemerintah, pemerintah daerah, dan sumber lain yang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Fasilitas untuk impor barang konsumsi  

Poin 25, mengatur impor barang konsumsi ke KEK yang kegiatan utamanya bukan produksi dan pengolahan mendapat fasilitas yakni: a.bagi barang konsumsi yang bukan Barang Kena Cukai mendapat fasilitas pembebasan bea masuk dan tidak  dipungut pajak impor; dan b.bagi  barang konsumsi yang berupa Barang Kena Cukai dikenakan cukai dan diberikan fasilitas pembebasan bea masuk dan tidak dipungut pajak impor.

Insentif

Poin 22 menyebutkan wajib  pajak yang melakukan usaha di KEK diberikan insentif berupa fasilitas pajak penghasilan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah. Selanjutnya dalam poin 27 menyebutkan insentif pembebasan  atau  keringanan  pajak daerah dan  retribusi  daerah  sesuai  dengan  ketentuan peraturan perundang-undangan. Insentif tersebut berupa: 1) pengurangan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan dan pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan. 2) Selain insentif pajak daerah dan retribusi daerah pemerintah daerah dapat memberikan fasilitas dan kemudahan lain.

Kemudahan akses lahan

Poin 28 menyebutkan investor KEK akan mendapat kemudahan, percepatan, dan prosedur  khusus  dalam  memperoleh  hak  atas  tanah, pemberian perpanjangan, dan/atau pembaharuannya. Akses lahan juga diatur dalam klausul mengenai bank tanah (land bank).

Kemudahan perizinan

Poin 29 menyebutkan investasi KEK akan mendapat kemudahan dan keringanan di bidang Perizinan Berusaha, perizinan  lainnya, kegiatan  usaha, perindustrian, perdagangan, kepelabuhan, dan keimigrasian bagi orang asing, serta  mendapat fasilitas keamanan. Fasilitas kemudahan dan keringanan akan diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah.

Kemudahan Tenaga Kerja Asing Poin 32 menyebutkan pengesahan rencana penggunaan tenaga kerja asing yang mempunyai jabatan sebagai direksi atau    komisaris diberikan sekali dan berlaku selama tenaga kerja asing yang bersangkutan menjadi direksi atau komisaris.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul “UU Ciptaker Dorong KEK Agar Laku dibandingkan Kawasan Industri

Read More

PT. Trinitan Segera Pindahkan Peralatan Dari Polewali Mandar dan Pilot Plant dari Cilengsi ke KEK Palu

NIKEL.CO.IDPT. Trinitan Metals and Minerals, Tbk melakukan ground breaking pembangunan smelter nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah pada Rabu (28/10/2020).

Ground breaking ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara TMM dengan PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) untuk membangun smelter nikel di atas lahan seluas 200 hektare. Kesepakatan itu ditandatangani pada 16 September 2020 lalu.

Direktur TMM Widodo Sucipto menyatakan, setelah ground breaking, perseroan akan melakukan land clearing, kemudian memindahkan alat-alat yang berada di Polewali Mandar ke KEK Palu.

“Secara paralel kami juga akan melakukan feasibility study dengan dua perusahaan raksasa Jepang yang akan rampung pada bulan Maret 2021, dan kemudian akan dilanjutkan dengan melakukan DED (Detailed Engineer Design),” kata Widodo dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2020).

Widodo menyebut TMM akan bergandengan tangan erat dengan KEK Palu, serta melakukan kolaborasi dengan membentuk team planologi antara TMM dan KEK Palu.

Selain itu, kata dia, TMM juga akan memindahkan Pilot Plant teknologi Hidrometalurgi Step Temparature Acid Leach (STAL) dari kawasan Cileungsi, Jawa Barat ke KEK Palu. Ini akan dilanjutkan dengan pembangunan beberapa mini plant di mulut tambang yang hasilnya berupa konsentrat.

Konsentrat ini akan diproses lebih lanjut di fasilitas main plant di KEK Palu dengan kapasitas hingga 5.000 ton nikel murni.

Untuk diketahui, TMM adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan teknologi pemurnian mineral, pengelolaan limbah pertambangan dan pertambangan.

Salah satu pengembangan yang sedang dilakukan oleh TMM adalah memanfaatkan teknologi Hidrometalurgi Step Temparature Acid Leach (STAL) di Indonesia untuk melakukan proses pemurnian berlapis, sehingga menghasilkan limbah padat yang sangat minim, penggunaan air dan energi yang minimal.

“Smelter nikel ini dalam pengoperasiannya kelak akan menggunakan teknologi Hidrometalurgi Step Temperature Acid Leach (STAL), yang merupakan solusi bagi pengolahan bijih nikel laterit kadar rendah di Indonesia, dengan nilai investasi yang efisien, namun mampu menghasilkan nikel 99,96 persen (LME Grade), serta nikel sulfat (NiSO4) dan kobalt sulfat (CoSO4) battery grade,” ujar Widodo.

Ia juga berjanji, nantinya tidak akan ada limbah padat maupun cair yang terbuang, atau sampai merusak lingkungan alam dalam pengaplikasian teknologi Hidrometalurgi Step Temperature Acid Leach (STAL).

“Kami harap upaya pembangunan smelter nikel yang dilakukan TMM ini dapat mendukung program hilirisasi nikel yang dilakukan pemerintah Indonesia, sekaligus mendorong perkembangan industri mobil listrik nasional,” terangnya.

Sumber: kompas.com

Read More

Sambut Investor, KEK Palu Siapkan Lahan Hingga 8000 Hektar

NIKEL.CO.ID – Pandemi Covid-19 membuat beberapa sektor bisnis di Indonesia termasuk Sulawesi Tengah (Sulteng) terdampak. Namun, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu justru investasinya mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya perusahaan tertarik berinvestasi di KEK Palu yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sulteng dan Kota Palu dengan membentuk PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) yang diresmikan pada 2017 lalu.

Sejauh ini sudah ada 38 perusahaan yang sudah berkomitmen berinvestasi. Mulai dari industri pengolahan hasil pertanian hingga pengolahan mineral tambang. Dari 38 perusahaan yang telah mengantongi izin, lima di antaranya sudah beroperasi.

“Meski diterpa bencana alam pada tahun 2018 dan kini pandemi Covid-19, namun kita bersyukur KEK Palu justru mengalami perkembangan pesat. Banyak investor yang ingin berinvestasi di KEK Palu saat ini,” kata Direktur Utama PT BPST Andi Mulhanan Tombolotutu usai kegiatan peletakan batu pertama pembangunan pabrik pemurnian (smelter) nikel PT Trinitan Metals and Minerals (TMM) Tbk di Pantoloan, Palu, Sulteng, Rabu, (28/10/2020).

Toni, sapaan akrab Andi Mulhanan menyatakan, setelah peletakan batu pertama perusahaan berskala besar pembangunan Smelter Nikel dan Galena di Kawasan Ekonomi Khusus Palu, PT. Trinitan Metal and Mineral, Tbk hari ini, selanjutnya ada 6 perusahaan besar akan menyusul membangun smelter di lokasi KEK.

Toni menyatakan PT Trinitan Metals and Minerals merupakan perusahaan industri skala besar pertama yang berinvestasi di KEK Palu. Selama ini, industri-industri yang ada di KEK Palu merupakan industri-industri skala sedang dan kecil.

“Kami sangat bersyukur berkat jalinan kemitraan yang dibangun, BPST berhasil meyakinkan PT Trinitan Metals and Minerals berinvestasi di KEK Palu yang banyak memberikan dampak positif terhadap investor,” ucapnya.

Menurut Toni, pihaknya menyediakan lahan seluas 1.500 hektar. Selain itu, pengelola juga menyiapkan cadangan lahan hingga 8000 hektar untuk pengembangan kawasan.

”Jadi, kami jamin perusahaan tak mengalami kendala terkait lahan,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur PT Trinitan Metals and Mineral , Tbk. Widodo Sucipto menyatakan, pembangunan fasilitas pemurnian nikel di KEK Palu merupakan bagian dari komitmen PT. Trinitan Metals and Minerals, Tbk. untuk ikut berkontribusi membangun bangsa Indonesia yang mandiri.

Menurutnya dalam kurun waktu 10 tahun PT Trinitan Metals and Minerals yang menyuplai kebutuhan industri otomotif, industri kabel, industri plastik, industri perhiasan dan industri karet berkembang cukup baik dari sisi fasilitas, sertifikasi dan lainnya.

Ia mengatakan, jika PT Trinitan telah beroperasi di KEK Palu maka akan menyerap banyak tenaga kerja. Perusahaannya akan mengutamakan tenaga kerja lokal yang ada di Kota Palu khususnya korban bencana 28 September 2018.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola, pada kesempatan yang sama memberikan apresiasi dan menyambut baik atas terlaksananya peletakan batu pertama smelter Nikel dan Galena PT. Trinitan Metals and Minerals Tbk.

Menurutnya, hal ini merupakam aktualisasi hasil penandatangan kerjasama antara PT. Trinitan Metals and Minerals dengan PT. BPST tanggal 16 September 2020 lalu, dimana dalam poin kerjasama tersebut PT. BPST akan menyediakan lahan seluas 200 ha.

Nantinya, kata Longki, pabrik smelter ini akan beroperasi pada tahun 2021 dengan memanfaatkan teknologi Hidrometalurgi Step Tempratur Acid Leach ( STAL) yang diklaim sebagai teknologi ramah lingkungan dan murah dari sisi investasi dibanding teknologi pemurnian nikel lainnya seperti High Pressure Acid Leach (HPAL).

Longki mengatakan, KEK Palu yang terletak di Utara Kota Palu memiliki posisi sangat strategis karena telah didukung pelabuhan besar dan bandara di Palu. Kemudian,  beradanya di pintu Utara Indonesia yang lebih dekat ke negara-negara tujuan ekspor, Asia Timur seperti Jepang, Korsel dan Tiongkok yang selama ini menjalin kerjasama industri dengan Indonesia.

“Saya berharap, di tengah pandemi Covid-19 ini KEK Palu terus berkembang dan semakin banyak investor yang mau berinvestasi di tempat ini,” harap Longki.

Sumber: timesindonesia.co.id

Read More

Gubernur Sulteng Lakukan Ground Breaking Smelter Nikel dan Galena PT. Trinitan Metals and Minerals

NIKEL.CO.ID – Gubernur Sulawesi Tengah Drs. Longki Djanggola, M.Si. melakukan Ground Breaking Smelter Nikel dan Galena PT. Trinitan Metals and Minerals, Tbk. Di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Rabu (28/10/2020).

Direktur Utama PT. Bangun Palu Sulawesi Tengah Andi Mulhanan Tombolotutu, SH. Menyampaikan bahwa Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Palu mengalami perkembangan sangat Pesat  diawali dari Tahun 2014 Kawasan ini adalah kawasan industri yang dibina langsung Kementerian Perindustrian dan pada Tahun 2017 kawasan ini ditingkatkan menjadi KEK. Selanjutnya pada Tahun 2020 KEK Palu di Resmikan Menko Perekonomian,

Toni, panggilan akrab Andi Mulhanan juga menyampaikan sudah ada 38 Tenan yang berinvestasi di KEK Palu, dan hari ini kita bisa Ground Breaking dari perusahaan yang berskala besar yaitu pembangunan Smelter Nikel dan Galena PT. Trinitan Metal and Mineral , Tbk. dan untuk selanjutnya ada 6 Perusahaan Besar lagi akan menyusul juga membangun Smelter di KEK Palu.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT. Trinitan Metals and Minerals , Tbk. Widodo Sicipto , menyampaikan bahwa PT. TMM didirikan sejak tahun 2009 dan dalam waktu 10 Tahun berkembang sangat pesat baik dari sisi fasilitas, sertifikasi dan penjualan. Dengan penguasaan teknologi membuat produk TMM mampu mensupply kebutuhan industri dengan cor bisnis Industri otomotif, Industri kabel, industri plastik, industri karet dan industri perhiasan.

“Saat ini kami berinvestasi di Palu merupakan bagian dari komitmen PT. Trinitan Metals and Minerals, Tbk. untuk ikut berkontribusi untuk membangun bangsa indonesia.” terang Widodo.

Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan, Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, Nur Fuad  dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada PT. Trinitan Metals and Minerals ,Tbk yang sudah berkomitmen untuk berinvestasi di Kawasan KEK Palu, demikian juga ucapan terimakasih kepada pemerintah provinsi yang sudah menfasilitasi dan memberikan kemudahan untuk berinvestasi di KEK sehingga Ground Breaking Smelter Nikel dan Galena PT . Trinitan Metals and Minerals, Tbk dapat dilakukan dengan baik.

Nur Fuad juga menyampaikan bahwa sejak berdirinya Kawasan Ekonomi Khusus Palu dari tahun 2014 sampai dengan saat ini kita sudah melihat perkembangan KEK Palu yang luar biasa.

“Sampai dengan Tri Wulan II tahun ini, Sulawesi Tengah merupakan daerah yang dapat tingkat Investasi terbesar ke 3 di Indonesia,” ucap Nur Fuad.

Gubernur Sulawesi Tengah Drs. Longki Djanggola, M.Si menyampaikan apresiasi dan menyambut baik atas terlaksananya Ground Breaking Smelter Nikel dan Galena PT. Trinitan Metals and Minerals Tbk. Hal ini merupakan aktualisasi hasil penandatangan kerjasama antara PT. Trinitan Metals and Minerals dengan PT. Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) tanggal 16 September 2020 lalu, dimana dalam poin kerjasama tersebut dimana PT. BPST akan menyediakan lahan seluas 200 ha.

Selanjutnya Gubernur menyampaikan bahwa Smelter Nikel dan Galena ini akan beroperasi tahun 2021 dengan memanfaatkan teknologi Hidrometalurgi Step Tempratur Acid Leach (STAL) yang diklaim sebagai teknologi ramah lingkungan dan murah dari sisi investasi dibanding teknologi pemurnian nikel lainnya seperti High Pressure Acid Leach (HPAL) .

Gubernur juga menyampaikan bahwa KEK Palu memiliki posisi sangat strategis sebagai pintu Utara yang lebih dekat ke negara negara tujuan ekspor Asia Timur seperti Jepang, Korsel dan Tiongkok. Gubernur juga menyampaikan bahwa KEK Palu telah mendapat pengakuan di tingkat Nasional sebagai kawasan Ekonomi Khusus terbaik di Indonesia .

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Longki menyampaikan bahwa Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk ke Sulawesi Tengah tahun 2019 mencapai 6,7 triliun rupiah atau USD 477 juta dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai 2,3 triliun rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah merupakan daerah investasi terbesar di wilayah Indonesia bagan Timur dan daerah terbesar ke lima di Indonesia.

Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT. Trinitan Metals and Minerals , Tbk yang sudah berinvestasi di KEK Palu dan mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh Tenan yang sudah berinvestasi di KEK Palu.

“Saya bertrima kasih kepada PT. Trinitan Metals and Minerals , Tbk yang berkomitmen akan mengutamakan tenaga kerja dari masyarakat korban bencana” ucap Gubernur Longki.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Ground Breaking Smelter Nikel dan Galena di kawasan KEK Palu saya nyatakan resmi dimulai  dan kita doakan semoga berjalan dengan baik dan kita yang datang sekarang dapat kita kumpul kembali dalam pengoperasian smelter PT. Trinitan Metals and Menerals, Tbk.” pungkas gubernur.

Selanjutnya Gubernur Longki bersama Direktur TMM Widodo Sucipto dan Komisaris Utama PT. TMM Insmerda Lebang menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya pembangunan smelter nikel dan galena PT. Trinitan Metals and Minerals, Tbk.

Sumber: wartaterkini.news

Read More

PT. Jaya Minerals Metal Segera Bangun Smelter Nikel di KEK Palu

NIKEL.CO.IDAnimo investor untuk berinvestasi di Provinsi Sulawesi Tengah tampaknya semakin tinggi. Apalagi Pemerintah Provinsi Sulteng memberikan kemudahan berinvestasi.

Kali ini, PT Jaya Minerals Metal (JMM) berencana berinvestasi dengan membangun smelter pengolahan nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.

Rencana investasi tersebut disampaikan langsung kepada Gubernur Sulteng, Longki Djanggola dalam kunjungannya di Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (27/10/2020).

Komisaris PT Jaya Minerals Metal, Tedy Badrujaman menyampaikan pihaknya sudah dialokasikan tempat di KEK Palu  seluas 50 ha dan berinvestasi sebesar USD 260 Juta untuk tahap pertama dengan membangun 4 Line pabrik.

“Rencana investasi sebesar USD 260 juta untuk membangun smelter nikel,” jelasnya.

Rencana investasi itu dilatarbelakangi potensi Sulteng sangat baik. Ditambah lagi Pemprov Sulteng  mendukung dan memberikan kemudahan untuk berinvestasi di lokasi KEK Palu.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama PT Jaya Minerals Metal, Lesli Takapaha bahwa dengan adanya Smelter Nikel di Kota Palu akan memberikan dampak positif bagi daerah.

“Smelter Nikel dibangun dengan harapan kami mendapat dukungan dari pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan semoga kami dapat memberikan dampak di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Menanggapi rencana itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sulteng, Elim Somba, menyampaikan bahwa lokasi KEK sangat strategis dan semua instansi pendukung sudah berkantor di Lokasi KEK.

“Lokasi KEK Palu sangat strategis untuk berinvestasi,” jelasnya.

Mengenai smelter, Elim mengungkapkan saat ini  sudah ada 23 Smelter yang berproduksi dan ada yang sementara dalam tahap konstruksi.

“Berinvestasi di Sulteng  sangat menguntungkan. SDM saat ini sudah kita persiapkan melalui Politeknik Tambang cabang Untad di Morowali,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kemudahan berinvestasi, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, mengatakan akan memudahkan para investor untuk berinvestasi di KEK Palu.

“Kami sangat memberikan kemudahan untuk berinvestasi di Sulawesi Tengah,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu juga, disampaikan Pemprov Sulteng sudah merencanakan pembangunan Jalan Tol Palu -Parigi dan juga pengembangan Bandar Udara  Sis- Aljufri Mutiara Palu menjadi Bandar Udara Internasional.

Sumber: sultengraya.com

Read More

TMM Hari Ini Lakukan Ground Breaking Ceremony Pembangunan Smelter Nikel dan Galena di KEK Palu

NIKEL.CO.IDPT Trinitan Metals and Minerals Tbk (TMM) akan membangun pabrik smelter nikel dan galena di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. Ground breaking dilakukan Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, pada hari ini, Rabu (28/10/2020).

Perusahaan atau emiten berkode saham PURE itu ingin fokus pada pengembangan pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) berbasis hidrometalurgi di Palu.

Direktur Utama PURE Petrus Tjandra menyebut, pabrik hidrometalurgi tersebut akan dibangun di lahan seluas 200 hektare (ha) di KEK Palu. Pabrik ini juga akan memanfaatkan Step Temperatur Acid Leach (STAL) Technology yang merupakan salah satu inovasi dalam aktivitas pengolahan mineral nikel dan kobalt berbasis hidrometalurgi.

Mengutip keterangan emiten berkode saham PURE itu, pembangunan pabrik tersebut merupakan kerja sama dengan PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (PT BPST) yang telah ditandatangani surat kesepakatan bersamanya pada 16 September 2020.

Dalam kerja sama strategis tersebut, PT BPST akan menyediakan lahan seluas 200 hektare di KEK Palu beserta dengan peralatan pembangunan bagi perseroan.

“Posisi Palu itu lebih dekat dengan banyak konsumen untuk ekspor ke China, Jepang, atau Korea. Jadi, lokasi KEK sangat strategis untuk ekspor sehingga kami berharap dapat memangkas biaya logistik dan produksi kami,” ujar Petrus saat paparan publik secara daring, Jumat (18/9/2020).

Kendati demikian, PURE belum memberikan keterangan secara detail terkait total investasi untuk membangun pabrik tersebut dan total kapasitas produksi dari smelter nikel itu.

Adapun, operasional pabrik tersebut nantinya akan memanfaatkan teknologi hidrometalurgi Step Temperatur Acid Leach (STAL) yang tengah dikembangkan oleh perseroan.

Hidrometalurgi adalah teknologi memurnikan logam dengan metode kimia yang efisien dan ramah lingkungan. Teknologi itu diklaim perseroan dapat mengolah bijih nikel laterit berkadar rendah menjadi nikel cobalt atau logam nikel murni kelas satu.

Manajemen PURE menilai teknologi STAL dapat menekan biaya investasi dibandingkan dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) atau pemurnian nikel yang saat ini banyak dilakukan oleh penambang lain.

“Kalau HPAL itu investasi minimal US$1-2 juta, sedangkan dengan teknologi hidrometalurgi sekitar 70-80 persen lebih murah dari pada itu. Dengan demikian, dengan investasi lebih murah dan tepat guna sehingga kami akan jadi perusahaan yang paling menguntungkan,” papar Petrus.

Dia tidak menjelaskan secara rinci perihal dana investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik tersebut. Yang terang, mengenai pendanaan, manajemen PURE sudah melobi beberapa perbankan di Indonesia.

“Ada sejumlah perbankan yang bisa danai investasi kami di Palu,” ujar Petrus saat paparan publik virtual, Jumat (18/9) lalu.

Pihak PURE berharap pabrik tersebut bisa selesai sekitar bulan Oktober 2021 mendatang. Nantinya, pabrik hidrometalurgi ini bisa menghasilkan produk yang menjadi bahan pembuatan power storage atau penyimpanan energi, termasuk baterai. Sayangnya, Petrus belum bisa membeberkan total kapasitas produksi pabrik tersebut.

Lebih lanjut, manajemen PURE juga memastikan bahan baku berupa bijih nikel kadar rendah yang diolah di pabrik hidrometalurgi tersebut aman. Pasalnya, perusahaan ini sudah bekerja sama dengan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI). Asosiasi tersebut juga telah menyatakan dukungannya terhadap upaya-upaya PURE dalam mengembangkan produk-produk olahan nikel.

Saat itu, PURE belum menyampaikan laporan keuangan semester I-2020. Per kuartal I-2020, penjualan PURE tergerus 38,21% (yoy) menjadi Rp 86,40 miliar. Perusahaan ini juga mengalami rugi tahun berjalan sebesar Rp 6,29 miliar di kuartal satu lalu.

“Kami akan usahakan agar di akhir tahun nanti bottom line kami mencapai angka yang lebih baik,” tandas Petrus.

Read More