Miliki Cadangan Nikel Terbesar, Kadin Optimistis RI Kuasai Pasar Mobil Listrik

NIKEL.CO.ID – Indonesia dinilai akan menjadi produsen baterai lithium dan mobil listrik terbesar di dunia, seiring besarnya pasokan nikel untuk pembuatan baterai lithium yang menjadi bahan utama pengembangan mobil listrik.

“Indonesia punya kandungan nikel yang luar biasa banyak. Seharusnya Indonesia bisa menguasai salah satu rantai pasok baterai lithium dan pengembangan mobil listrik dunia,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Arsjad yang juga calon ketua umum Kadin Indonesia periode 2021-2026, menyatakan bahwa pengembangan mobil listrik akan menimbulkan efek domino dan meningkatkan peran pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) pada industri otomotif dalam negeri.

“Apa yang telah dicanangkan Presiden Jokowi untuk mengembangkan industri baterai lithium dan mobil listrik adalah ide yang luar biasa. Kita harus siap kalau ingin berkembang dan berkompetisi. Kita bisa leading,” ujar Arsjad.

Namun, ia mengingatkan bahwa ada tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain terdepan dalam industri mobil listrik dunia.

Selain memiliki sumber daya alam melimpah berupa nikel, Indonesia juga harus memperlengkapi diri dengan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing tinggi, memanfaatkan komponen tingkat komponen dalam negeri (TKDN), dan membeli teknologi dari luar negeri untuk dikembangkan di Indonesia.

“Kita beli teknologi dari luar negeri untuk dikembangkan di Indonesia. Yang penting, di akhirnya adalah intellectual property milik Indonesia. TKDN, komponennya banyak di Indonesia dan cost baterai buatan Indonesia akan lebih kompetitif. Kita berkolaborasi untuk menciptakan sesuatu yang kokoh,” ujar Arsjad.

Presiden Joko Widodo, telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Selain itu, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada tahun 2017, Indonesia mampu menghasilkan 2,12 juta ton nikel pig iron (NPI) dan 482.400 ton feronikel (FeNi) pada tahun 2017.

Data Badan Geologi menyebutkan bahwa per tahun 2012, Indonesia memiliki 1,02 miliar ton dari total cadangan nikel, terutama berlokasi di Sulawesi dan Maluku.

Sumber: ANTARA

Read More

Honda Akan Relokasi Pabrik dari India ke Indonesia

NIKEL.CO.ID – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan Honda Motor Company, perusahaan otomotif asal Jepang akan merelokasi pabriknya dari India ke Indonesia. Tak hanya itu, mereka juga bersedia menambah investasi di tanah air Rp5,2 triliun sampai 2024.

“Honda memberikan komitmen bahwa akan menambah investasi sampai dengan 2024 sekitar Rp5,2 triliun,” ucap Agus, dikutip Jumat (12/3/2021).

Perusahaan juga berjanji memberikan izin ekspor komponen suku cadang (oto parts) ke sembilan negara tambahan. Negara yang dimaksud adalah Thailand, Malaysia, Vietnam, Jepang, Pakistan, Arab Saudi, dan tiga negara Timur Tengah lain yang tidak dirincinya.

Pasalnya, negara-negara tersebut merupakan bagian dari rantai pasok global untuk industri otomotif. Bahkan, Honda kabarnya akan menambah jaringan ekspor hingga 31 negara di Asia, Afrika, dan Amerika.

Selain itu, Honda akan mengembangkan model-model baru pada produksi kendaraannya. Hal ini akan didorong oleh Agus agar varian bertambah di pasar.

Tak cuma Honda, produsen otomotif lain asal negeri sakura, seperti Toyota dan Suzuki juga akan memperderas aliran investasi mereka ke Indonesia. Toyota berkomitmen akan menambah investasi sekitar US$2 miliar atau setara Rp28 triliun sampai 2024.

Sementara Suzuki akan menyuntik dana segar sekitar Rp1,2 triliun ke dalam negeri. Periodenya sama, sampai 2024.

Sumber: CNN Indonesia

Read More