Beranda Berita International Permintaan Nikel Melonjak, kok Harga Turun

Permintaan Nikel Melonjak, kok Harga Turun

258
0

NIKEL.CO.ID, 20 Juni 2022—Harga nikel dunia masih belum stabil pada perdagangan siang hari ini. Padahal, persediaan bijih nikel menurun dan produksi mobil listrik di China mengelonjak, mengindikasi permintaan nikel berada di dalam jalur positif.

Mengutip dari London Metal Exchange (LME) pada Senin, (20/6/2022) harga nikel pukul 12.30 WIB, tercatat di angka 25.415 dolar AS. Harga tersebut menurun beberapa persen di bandingkan dengan penutupan kemarin.

Namun di lain sisi pasokan nikel di negara China kian menyusut dengan melonjaknya harga permintaan nikel, tetapi adanya hal postif untuk perkembangan harga nikel ke depannya.

Di sisi lain Shangai menginformasikan bahwa pusat pemantauan harga Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) menerbitkan sebuah artikel di Economic Daily yang mengatakan bahwa langkah-langkah rasional dan tepat harus diambil untuk lebih memastikan pasokan listrik China dan menghindari penjatahan listrik.

Pertama-tama, dengan adanya kebijakan dukungan yang relevan tentunya harus diperkenalkan untuk meningkatkan pasokan batubara di pasar.

China akan melepaskan kapasitas produksi batubara dalam negeri dengan cara yang aman dan tertib, serta mendorong peningkatan produksi dan pasokan batubara. Kedua, China akan meningkatkan impor batubara.

Langkah-langkah yang relevan harus diperkenalkan untuk mendukung pembangkit listrik tenaga batubara untuk menghasilkan lebih banyak listrik. Ketiga, China harus gencar mendukung pengembangan energi terbarukan seperti tenaga angin. Terakhir, pemerintah daerah harus menyusun rencana konsumsi listrik secara tertib.

Tidak hanya itu pada minggu lalu, kontrak stainless steel terus turun, dan pernah jatuh di bawah 18.000 yuan/mt. Spread antara futures dan spot dipertahankan. Persediaan waran relatif sedikit di pasaran, dan masih terus berkurang.

Selain itu, pelepasan waran dari Grup Tsingshan kecil. Harga tidak rebound di tengah lemahnya penawaran dan permintaan. Terlebih lagi, pengurangan produksi pabrik baja kurang dari yang diharapkan. Sebagian besar pabrik memiliki persediaan dalam pabrik yang tinggi, dan pasokan di Mei tidak berkurang.

Konsumsinya tetap buruk. Fundamental akan terus melemah. Baru-baru ini, pasar melihat lebih sedikit pengiriman dan lebih sedikit barang, yang dapat menyebabkan tekanan singkat. Dari sisi biaya, komoditas berada dalam tren menurun akibat kenaikan suku bunga The Fed.

Namun, persediaan nikel LME terus menurun, dan Grup Tsingshan masih memegang beberapa posisi, sehingga harga berjangka dapat berfluktuasi secara liar. SMM percaya bahwa harga baja tahan karat akan tetap stabil dengan beberapa potensi penurunan minggu ini.

(Fia/Editor:Syarif)

Artikulli paraprakTak Ada Listrik, Taruna Adji: Ekstraksi Bijih Nikel bisa Gunakan Blast Furnace
Artikulli tjetërArtificial Intelligence untuk Mendukung Good Mining Practice