Pendapatan Negara Meningkat, Presiden Puji Keberhasilan Nilai Tambah Hilirisasi Nikel

396

NIKEL.CO.ID, 11 Oktober 2022 – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato pembukaan Investor Daily Summit 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) memuji keberhasilan dari lompatan nilai tambah sektor hilirisasi industri nikel yang telah meningkatkan pendapatan negara secara signifikan dari Rp15 triliun menjadi Rp360 triliun.

“Saat kita masih ekspor (nikel) dalam bentuk bahan mentah, setahun nilainya hanya kira-kira Rp15 triliun. Setelah masuk industrialisasi, hilirisasi menjadi 20,9 miliar dolar AS,” ucap Presiden Jokowi dalam pidatonya tersebut di JCC, diikuti Nikel.co.id, Selasa (11/10/ 2022).

Kebijakan hilirisasi industri nikel mulai digencarkan oleh Presiden Jokowi ketika pelarangan bijih nikel ke luar negeri atau menyetop ekspor bijih nikel pada Januari 2020 lalu.

Jokowi melanjutkan, lompatan nilai tambah hilirisasi industri nikel telah mencapai lebih dari Rp300 triliun yang sebelumnya hanya mencapai Rp15 triliun.

“Ini sudah di angka Rp360 triliun dari Rp15 triliun melompat menjadi Rp360 triliun,” lanjutnya.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat pengarahan kepada Forum IDS 2022 dengan menawarkan peluang investasi aspal yang berasal dari Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Menurut Jokowi, saat berkunjung ke Buton beberapa waktu lalu, menemukan data adanya deposit aspal sebanyak 662 juta ton. Namun tidak terserap pasar dalam negeri karena aspal impor dinilai lebih murah.

“Sehingga yang terjadi 95 persen aspal kita ini aspal impor. Padahal punya deposit di Buton, 662 juta ton,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menegaskan, akan menghentikan impor aspal dalam waktu dua tahun ke depan untuk memanfaatkan cadangan aspal yang cukup besar di Buton.

“Ini kesempatan Bapak dan Ibu semuanya kalau ingin investasi, segera bangun industri aspal di Buton,” tegasnya.

Jokowi juga menerangkan, investasi aspal di Buton sangat potensial melihat banyak pasar dalam negeri yang mampu menyerapnya. Karena selama ini aspal impor lebih banyak digunakan. (Shiddiq)