Pasokan Nikel di China Tertekan, LME Pasang Harga Aman

220

NIKEL.CO.ID, 14 April 2022—Harga nikel bulan ini diprediksi akan (naik dan turun), sejak maret produksi olahan di China berkurang karena pasokan bahan baku yang terbatas dan gelombang pandemi yang masih menerpa di negara tesebut.

Hal ini menompang harga dunia tetap berada di atas 30.000 dolar AS. Melalui bursa perdagangan dunia (LME) pada Kamis (14/4/2022) pukul 11.53 WIB, tercatat 32,990 dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan penutupan kemarin Rabu, (13/4/2022) 32.490 dolar AS.

Persedian nikel di China masih tertekan yang mengakibatkan harga nikel dunia diprediksi akan semakin tinggi, karena bahan baku peleburan tidak dapat masuk ke pabrik sehingga mengakibatkan produksi terhambat.

Selain itu logam dasar Shanghai dan LME sebagian besar ditutup mixed Indeks harga produsen (PPI) AS pada Maret yang dirilis kemarin meningkat 1,4% MoM, tertinggi sejak Agustus 2012, dan meningkat 11,2% YoY, tertinggi sejak 2010.

Nikel SHFE dibuka pada 221.000 Yuan/mt dalam perdagangan semalam. Harga ditutup pada 219.950 Yuan/mt, 1100 Yuan/mt lebih rendah 0,5% dari hari perdagangan sebelumnya. Volume perdagangan adalah 46.000 lot, dan minat terbuka turun 5.701 lot menjadi 50.495 lot. Kemarin, nikel SHFE mengikuti tren nikel LME dan kontrak US$ 2205.

Secara fundamental, penurunan produksi nikel murni dan pengurangan impor menyebabkan pasokan terbatas. Sementara itu, pandemi dan tingginya harga nikel melemahkan permintaan hilir. Sektor hilir energi baru dan stainless steel mengurangi produksi karena pandemi. Dalam kasus penawaran dan permintaan yang lemah, hulu dan hilir ingin memainkan permainan harga, sehingga nikel SHFE akan tetap berada dalam rangebound dalam jangka pendek.(Fia/Editor:Syarif)