Menteri Investasi Targetkan Tahun 2022 Investasi Menjadi 1.200 Triliun

NIKEL.CO.ID – Kementerian Investasi menargetkan realisasi investasi pada tahun depan sebesar Rp 1.200 triliun. Angka tersebut meningkat 33,3% dari target tahun ini sebesar Rp 900 triliun.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, mengatakan, target tersebut merupakan mandat dari Presiden RI Joko Widodo, setelah sebelumnya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menetapkan outlook di kisaran Rp 985 triliun hingga Rp 1.127 triliun.

Kendati demikian, Bahlil menyebut pihaknya optimistis amanat Presiden dapat tercapai. Sebab, pihaknya telah merumuskan sejumlah strategi untuk meningkatkan pundi-pundi investasi baik yang berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMI) atau foreign direct investment (FDI).

“Untuk mencapai ini dibutuhkan gizi dan pelumas yang paten punya. Karena kalau tidak ini akan berdampak sistemik dalam pengelolaan dalam menyelesaikan investasi,” kata Bahlil saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (31/5/2021).

Bahlil menyampaikan hingga Mei 2021 total ada Rp 2.964,9 triliun nilai komitmen investasi yang sudah mendapatkan izin dan dapat insentif fiskal, tapi belum tereksekusi. Sehingga, uang para investor tersebut belum direalisasikan di dalam negeri.

Untuk itu Bahlil mengatakan dengan implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pihaknya akan segera menyelesaikan investasi mangkrak tersebut, terutama masalah kendala perizinan di daerah.

Komitmen investasi itu pula yang menjadi bekal Kementerian Investasi untuk mencapai target akhir 2022. Bahlil optimistis, dari tahun ini hingga akhir tahun depan nilai investasi tersebut bisa terealisasikan.

Strategi selanjutnya, Kementerian Investasi akan melakukan pengembangan sektor investasi berdasarkan kawasan. Pertama, Maluku didorong sebagai pusat industri nikel, baterai, dan perikanan.

Kedua, Papua akan diarahkan kepada usaha smelter, perkebunan pala, dan pupuk. Ketiga, Kalimantan sebagai pusat sektor hilirisasi baskuit dan batubara.

Keempat, Sumatera di bisang karet, ban, kertas, baskuit, hingga hilirisasi kelapa sawit. Kelima, Jawa bakal dikembangkan sebagai kawasan pusat baterai mobil, prelursor, dan pabrik kaca. Keenam, Bali dan Nusa Tenggara sebagai kawasan pariwisata dan kawasan kesehatan untuk lansia.

Sejalan dengan itu, Bahlil mengatakan dengan adanya Satgas Investasi yang mulai bekerja di awal bulan ini, pemerintah akan mempercepat realisasi investasi. Pe,bentukan Satgas itu sebagaimana diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan Investasi.

Struktur Satgas Percepatan Investasi antara lain Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia ditunjuk menjadi ketua satgas, dengan dua wakil yaitu Wakil Jaksa Agung dan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Bahlil menegaskan satgas Investasi dibentuk untuk melakukan pengawalan end to end dan penyelesaian hambatan pelaksanaan berusaha. Dengan demikian akan meningkatkan investasi dan kemudahan berusaha dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja.

Sumber: Kontan