Beranda Berita International Mendekati Akhir Bulan November Harga Nikel Masih Tetap Bugar

Mendekati Akhir Bulan November Harga Nikel Masih Tetap Bugar

254
0
Smelter nikel

NIKEL.CO.ID, 29 November 2022—Untuk sektor nikel dunia masih tetap bugar, walaupun di tengah harga yang kian naik dan turun. Berdasarkan pantaun London Metal Exchange (LME) pada Selasa, (29/11/2022) harga harian nikel dibuka di US$25.200 per ton, dan di tutup dengan harga US$27.620 per tonya.

Di tengah harga nikel yang bugar ini tidak dengan negara China khusunya pada sektor ekonomi tengah mengalami lesu apalagi para pemain besar masih percaya diri untuk melanjukan invetasinya pada binsis nikel. Seperti yang telah di ketahui bahwa harga nikel di china adanya keterlambatan oleh ekonomi china yang masih di landa covid. Karena china sendiri merupakan negara konsumen utama komoditas logam terutama nikel.

Menurut Analis Pilarmas Investindo Desy Israhyanti tidak memungkiri bahwa perlambatan ekonomi global yang dipicu sejumlah krisis seperti energi, pangan, memang masih akan menjadi tantangan bagi industri nikel. 

Dengan permintaan yang terbatas maka produksi otomatis akan diturunkan. Namun, sentimen positifnya adalah komoditas nikel menjadi arah laju bisnis yang menuju pada hilirisasi di masa depan. 

“Pengembangan ekosistem menjadi game changer baik bagi emiten, industri, maupun kontribusinya terhadap ekonomi dan pendapatan negara,” imbuh yang terkutip di Kontan.co.id, Minggu (27/11).

Sedangkan menurut analis dari Shanghai Metal Market (SMM) Logam dasar LME dan SHFE ditutup bervariasi semalam. Di sisi makro, Presiden Fed St. Louis Bullard mengatakan Fed perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut dan kemudian mempertahankannya tetap tinggi pada tahun 2023 dan 2024 untuk mengendalikan inflasi. Dolar terus rebound semalam, ditutup naik 0,58%

Di sisi pasokan, penurunan harga nikel SHFE mendorong pengiriman hulu. Impor spot pure nickel masih mengalami kerugian. Pasokan NPI sedikit surplus. Pasar baru-baru ini menyaksikan transaksi dengan harga rendah. Saat harga NPI turun, beberapa pabrik NPI menangguhkan kuotasi, menahan sentimen menunggu dan melihat.

Di sisi permintaan, menurut penelitian SMM, pasokan pelat tebal canai panas #304 di pasar Wuxi langka, sehingga harga sedikit naik. Minggu ini, Delong terus mengurangi volume agen gulungan dingin dan linting panas, dan inventaris sosial di Wuxi turun sedikit.

Permintaan kaku untuk nikel murni dari perusahaan paduan militer masih ada, tetapi permintaan dari sektor paduan sipil tetap rendah. Singkatnya, pasokan dan permintaan nikel murni masih lemah, dan tarif ekspor Indonesia belum berlaku. Harga nikel akan tetap rangebound.(Fia)

Artikulli paraprakPlh Dirjen Minerba: Limitasi Umur Cadangan Nikel Terbatas, Perlu Kebijakan dan Strategi Cepat
Artikulli tjetërSeptian Hario Seto Sebut Persentase Peran Nikel dalam Mata Rantai Baterai Lithium