LME Masih Menangguhkan Perdagangan Bursa

345

NIKEL.CO.ID, 14 Maret 2022- London Mental Exchange (LME) belum membuka aktivitas bursa perdagangan hingga hari ini. LME masih mencantumkan harga nikel hari Rabu, (9/3/2022) sebesar 48,226 dolar AS.

Sebelumnya LME sempat menginformasikan akan membuka kembali bursa perdagangnya pada hari Jumat, (11/3/2022). Penangguhan yang dilakukan LME ini, Menurut BMO Capital Markets dalam sebuah catatan berpendapat bahwa efek melonjaknya harga nikel hingga 100.000 dolar AS. Hal ini murni finansial.

Banyak pengamat mengatakan faktor kenaikan harga nikel ini akibat terjadinya konflik perang Rusia dan Ukraina.

Menurut Sekretaris Jenderal APNI Meidy Katrin Lengkey efek perang kedua negara ini secara tidak langsung mengganggu suplai nikel dari negara-negara lain. Hal ini bisa dilihat berkurangnya stok di LME, kondisinya saat ini sangat menipis. Kondisi ini sebagai salah satu efek harga nikel dunia mulai meningkat drastis.

Rusia sendiri merupakan salah satu negara penghasil nikel. Sementara Indonesia sebagai penghasil nikel terbesar di dunia, juga melihat kondisi dunia akibat perang kedua negara ini. Situasinya terjadi gangguan pengiriman nikel dari Rusia, mungkin juga dari Indonesia. Maka, terjadi over demand,  karena suplai nikel ke negara-negara lain berkurang. Dari sisi ekonomi, kondisi ini mengakibatkan harga nikel dunia yang semakin tinggi.

Rusia Nornickel Hadapi Masalah Logistik

Sementara itu, raksasa pertambangan Rusia Nornickel menghadapi masalah logistik yang signifikan tetapi telah berhasil mengamankan rute alternatif untuk pengiriman paladiumnya, pemegang saham terbesarnya, Vladimir Potanin, mengatakan kepada RBC TV Rusia pada hari Sabtu.

Potanin mengatakan penutupan wilayah udara telah membuat pasokan paladium menjadi sangat menantang dan tugasnya adalah menemukan rute baru untuk mengurangi lonjakan permintaan dan kenaikan harga sebanyak mungkin.

“Konsumen tidak menyukainya,” katanya dalam sebuah wawancara dengan RBC. “Banyak dari mereka bahkan melihat kemungkinan untuk membatalkan kontrak mereka.”

Potanin mengatakan minggu ini bahwa Rusia harus mencoba untuk mempertahankan posisi ekonominya di pasar yang sekarang menghindari Moskow atas peristiwa di Ukraina, memperingatkan bahwa penyitaan aset perusahaan yang telah meninggalkan Rusia akan menghancurkan kepercayaan investor selama beberapa dekade dan membawa Rusia kembali ke hari-hari bencana. dari revolusi Bolshevik 1917.

“Pemulihan ekonomi Rusia akan tergantung pada kedalaman krisis yang kita masuki,” kata Potanin, Sabtu. “Semakin cepat situasi ini diselesaikan dan semakin cepat dialog normal dengan mitra dilanjutkan, semakin lembut konsekuensinya bagi negara kita.”

Dia mengatakan Nornickel, produsen paladium dan nikel olahan terbesar di dunia, belum mempertimbangkan untuk pindah ke pasar baru dari pasar tradisionalnya tetapi sudah memiliki rencana.

Saat sanksi menggigit, masalah lain yang dihadapi perusahaan Rusia adalah bagaimana melunasi utang luar negeri mereka di tengah batas nilai tukar mata uang asing yang diberlakukan oleh pemerintah Rusia.

Potanin, salah satu miliuner Rusia paling terkemuka yang tidak mendapat sanksi dari Barat, mengatakan bahwa komisi kementerian keuangan yang baru dibentuk telah mengabulkan permintaan Nornickel untuk izin membayar utang tertentu.

“Hari ini (produsen minyak Rusia) Rosneft dan Nornickel dapat melakukan pembayaran yang telah menjadi hal yang mendesak,” kata Potanin. Dia tidak merinci jenis utangnya. (Fia/Editor: Syarif)