LME akan Mengadakan Tinjauan Independen terhadap Krisis Nikel

136
Foto, Wikimedia Commons

NIKEL.CO.ID, 30 Maret 2022— Harga nikel dunia mengalami konstraksi hari ini, semenjak anjlok pada perdagangan kemarin, penyebab tingginya covid-19 di China yang mengakibatkan harga nikel merosot.

Harga nikel di London Metal Exchange (LME) pada Rabu, (30/3/2022) pukul 11.36 WIB tercatat 33.060 dolar AS per ton, tentunya harga ini lebih tinggi dibandingkan dengn penutupan kemarin yang turun di harga 31.960 dolar AS per ton.

Di sisi lain, LME akan mengadakan tinjauan independen terhadap lonjakan harga nikel yang memaksa penutupan awal bulan ini.
LME menangguhkan perdagangan nikel pada 8 Maret 2022 setelah harga meroket lebih dari 50% dalam hitungan jam hingga mencapai $100.000 per ton. Perdagangan dilanjutkan pada 16 Maret 2022.

“Kami akan melakukan tinjauan independen dan jika ada pelajaran lain yang bisa dipetik, kami akan mengadopsinya juga,” kata Kepala Eksekutif Lembaga Kliring LME, Adrian Farnham saat Konferensi Tembaga Dunia CRU-CESCO di Santiago.

LME, pasar logam industri tertua dan terbesar di dunia, meluncurkan batas harga harian untuk pertama kalinya pada kontrak langsung ketika memulai kembali perdagangan nikel.

Lonjakan harga yang memicu penghentian itu disebabkan short-covering oleh salah satu produsen top dunia, Tsingshan Holding Group China.
LME, yang dimiliki oleh Hong Kong Exchanges and Clearing Ltd, mengatakan bahwa posisi short besar nikel terutama berasal dari pasar over-the-counter (OTC).

Pertukaran berusia 145 tahun itu juga mulai mewajibkan peserta untuk melaporkan posisi OTC ketika melanjutkan aktivitas nikel.
Farnham akan mengambil alih sebagai CEO sementara LME pada Mei dari Matthew Chamberlain yang mengatakan pada Januari dia akan mundur. (Fia/Editor:Syarif)