Ketum APNI: Nickel for Better Future untuk Negara, Masyarakat, dan Pengusaha

546

NIKEL.CO.ID, 25 Juli 2022-Ketua Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Nanan Soekarna menekankan pentingnya komitmen para pengusaha pertambangan nikel untuk mendukung program Pemerintah Indonesia menuju Negara Emas 2045.

Hal itu disampaikan Ketum APNI, Nanan Soekarna ketika menjadi pembicara di Nickel Summit yang diselenggarakan Majalah Tambang di Bali, Kamis (21/7/2022). APNI ikut berpartisipasi dalam acara yang bertema: Nickel for Better Future.

Nanan Soekarna mengutarakan, sebagai Ketua Umum APNI dirinya mengambil tanggung jawab kepada semua pengurus dan anggota APNI.

“Saya bukan mengambil untung, tapi mengambil tanggung jawab khawatir ada anggota APNI yang tidak komitmen terhadap tugas dan visi serta misi yang ingin diwujudkan APNI,” kata Nanan Soekarna.

APNI, kata Nanan Soekarna, juga mendukung program pemerintah dalam pembangunan pertambangan, khususnya nikel bisa teralisasikan dengan baik. APNI mencoba mengemas langkah-langkah organisasi dengan cara yang solutif untuk mendukung harapan pemerintah.

Mantan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia ini menyinggung pula Tim Satuan Tugas oleh pemerintah untuk Tata Niaga Pengeolaan Minerba. Dirinya cerita, berdasarkan pengalamannya selama 30 tahun sebagai polisi, menangkap orang yang melanggar hukum tidak akan menyelesaikan masalah.

“Pengalaman saya selama menjadi polisi, tangkap sana, ada maling di sini. Itu kasuistis dan tidak sistemik,” ungkapnya.

Menurutnya, menangkap orang yang melanggar hukum bukan pencegahan. Namun, pencegahan yang hakiki itu di komitmen. Karena itu, ketika menjadi pimpinan di Polri, dirinya mengajak semua anggota kepolisian menanamkan komitmen menjadi polisi yang baik dan bersih, serta taat pada peraturan yang ada.

Menyinggung tema Nickel Summit, yaitu Nickel for Better Future, Nanan Soekarna pun menanyakan soal kata ‘future’. Future-nya, tanyanya, untuk siapa? Pengusahanya saja, masyarakat atau negara?

Menurutnya, future-nya sudah dibuat pemerintah, yaitu Indonesia Emas 2045. Karena itu, pengusaha nikel harus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

“Saya mengajak pengusaha nikel, termasuk stakeholders pendukung pertambangan nikel sama-sama fokus agar bisa komitmen. Komitmen ke dalam organisasi, kemudian kita saling solid dan bersinergi mendukung pemerintah,” ajak Nanan Soekarna kepada anggota APNI dan stakeholders pertambangan nikel.

Dia menekankan bahwa pengusaha jangan hanya mengharapkan keuntungan semata. Namun, juga memikirkan kepentingan negara dan masyarakat Indonesia. Jika kesolidan, sinergitas, dan komitmen dibangun, bukan hal tidak mungkin dapat terwujud negara adi daya, masyarakat sejahtera, dan pengusahanya pun kaya raya.

Nanan Soekrana menyampaikan langkan konkret APNI dalam membantu pemerintah. Di antaranya baru-baru ini telah menyelenggarakan Workshop Competent Person Indonesia (CPI) Nikel bekerja sama dengan PERHAPI dan IAGI. Workshop mengangkat tema: Melakukan Estimasi Pelaporan Sumber Daya dan Cadangan Nikel Berdasarkan Kode KCMI.

Dari 60 perserta calon CPI, panitia menyatakan hanya 18 orang memenuhi persyaratan, sehingga dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) selama 5 hari dalam workshop tersebut.

Diutarakan Nanan Soekarna, persyaratan menjadi peserta calon CPI di workshop itu memang ketat standarisasinya sesusai aturan yang ada. Kendati standar menjadi CPI ketat, dia mengimbau mudah didapat dan murah biayanya.

Menurutnya, apa pun permasalahan yang ada, harus diselesaikan dengan jiwa dan hati yang besih, dan yang terpinting harus solutif. Dia mencontohkan, tindakan penambangan tanpa izin (Peti), tidak akan selesai jika dilakukan tindakan penangkapan saja. Mereka perlu digandeng dan dilakukan pembinaan.

“Penambang illegal itu harus diarahkan agar mereka menjadi penambang legal. Mungkin mereka mau usaha tapi tidak ada modal, maka harus digandeng untuk dilegalkan, jadi harus solutif,” tuturnya.

Sebagai penutup, Nanan Soekarna menyerukan bersama-sama terkait tema: Nickel fot Better Future, dengan menjawab Negara, Masyarakat, Pengusaha! (Syarif)