Beranda Berita International Kabar Baik untuk Traders, Harga Nikel Naik

Kabar Baik untuk Traders, Harga Nikel Naik

607
0

NIKEL.CO.ID, 7 Juni 2022—Harga nikel dunia mulai stabil pada perdagangan awal minggu di bulan Juni ini, terpantau melalui bursa perdagangan logam dunia (LME), pada Selasa, (7/6/2022) pukul 11.38 WIB tercatat di angka 29.375 dolar AS per ton. Harga tersebut hanya menurun beberapa persen pada penutupan kemarin di angka, 29.885 dolar AS per ton.

Kembali naiknya harga nikel ini tentu menggairahkan para trader untuk mengambil untung. Karena, sebelumnya harga nikel sempat turun di level 27.000 dolar AS per ton, meskipun sempat bertengger di angka 30.000 dolar AS per ton.

Namun di lain sisi harga nikel yang mulai stabil tidak dengan stok nikel yang tentunya kian menepis. Di muat dari berbagai sumber bahwa persediaan bijih nikel di pelabuhan China turun 343.300 ton basah (wet metric ton) dibandingkan minggu lalu menjadi 5,057 juta wmt. Dan total kandungan NI turun 3000 wmt menjadi 39.800 wmt.

Di sisi permintaan, pabrik peleburan nikel mengambil barang tepat waktu, sehingga menghabiskan beberapa persediaan pelabuhan. Inventaris bijih nikel di pelabuhan diperkirakan akan tetap dalam kisaran tertentu dalam jangka pendek.

Sementara persediaan di gudang yang dipantau oleh bursa logam London (LME) tercatat 71.472 ton. Jumlah tersebut turun 30% sejak awal tahun ini.

Selain itu di Shanghai (SMM) di pasar spot, nikel Jinchuan tercatat pada 6.500 -7.000 yuan/mt, dengan harga rata-rata 6.750 yuan/mt, turun 500 yuan/mt dari yuan kemarin.
Nikel Nornickel ditawarkan pada 6.500 -7.000 yuan/mt, dan harga rata-rata adalah 6.750 yuan/mt, turun 500 yuan/mt dari kemarin. Premi sedikit menyempit hari ini terutama karena nikel SHFE masih berada di level tinggi pagi ini.

Harga spot absolut relatif tinggi dan transaksi spot buruk. Dalam hal briket nikel, harga briket nikel adalah 223.500-224.500 yuan/mt, naik 2.000 yuan dari kemarin, terutama karena harga berjangka naik secara signifikan, sementara premi aktual sedikit berubah. Selain itu, karena efektivitas ekonomi briket nikel lebih rendah daripada produk antara dan pelat nikel saat ini merupakan bahan baku utama paduan pelat nikel, transaksi spot briket nikel buruk.

(Fia/Editor:Syarif)

Artikulli paraprakMengejar Pembangunan 53 Smelter di 2024
Artikulli tjetërAPNI dan Antam Konsolidasi Penguatan Pertambangan Nikel Nasional