Rabu, Desember 1
Shadow

Indonesia Butuh U$D 8 Miliar untuk Pembangunan 30 Smelter

Indonesia

Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin

NIKEL.CO.ID – Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin mengatakan, Pemerintah Indonesia membutuhkan total investasi lebih dari U$D 8 milar untuk pembangunan 30 smelter. Dalam konteks investasi, memang ini sangat besar nilainya di Indonesia pada saat ini.

Ridwan mengemukakan, saat ini terdapat 19 smelter dengan target empat smelter terbangun  pada 2021. Dari empat smelter ini, satu smelter timbal dan seng dan tiga smelter nikel.

“Maka, pada tahun 2024 akan terbangun 30 smelter nikel dengan total rencana investasi lebih dari U$D 8 miliar,” kata Ridwan saat digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (10/11).

Menurut Ridwan, pembangunan smelter ini untuk mendukung program hilirisasi industri nikel. Dijelaskan, hilirisasi adalah proses untuk memberikan nilai tambah dalam konotasi memberikan nilai penerimaan yang lebih baik kepada negara, sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

Berdasarkan Data Badan Geologi pada Desember 2020, sumber daya  untuk nikel yang masih tersedia sebesar 13,7 miliar ton BJ, dengan total cadangan terbukti dan terkira sebesar 4,6 miliar ton BJ.

Ia menambahkan, saat ini kemajuan pembangunan smelter yang kurang dari 30 persen, ada lima perusahaan dengan total kapasitas input sebesar 9,21 juta ton per tahun, dan kapasitas produksi sebesar 6,9 juta ton per tahun. Sedangkan perusahaan yang pembangunan smelternya sudah mendekati 90 persen terdapat 15 perusahaan. Dengan total kapasitas input sebesar 49,3 juta ton per tahun. (Fia/Rief)

Open chat