Harga Nikel Turun, Pelaku Pasar masih Menunggu Rilis Inflasi AS

300
Smelter nikel

NIKEL.CO.ID, 10 Agustus 2022– Harga nikel dunia turun melemah pada perdagangan siang hari ini, terpantau melalui London MetaI Excange (LME), harga nikel pada, Rabu (10/8/2022) pukul 12.41 WIB tercatat diangka US$21.495 per ton tentunya harga tersebut lebih rendah 1,4% dibandingkan dengan harga penutupan kemarin bertenger di harga US$21.635 per ton.

Menurut data berbagai sumber melemahnya harga nikel dunia juga berpasan dengan pengumuman laju inflasi Amerika Serikat. Para pelaku pasar tampak masih mengerem aksi belinya karena menunggu rilis inflasi Amerika Serikat yang bisa menjadi petunjuk mengenai kebijakan moneter bank sentral. Berdasarkan jajak pendapat yang dihimpun Reuters, inflasi AS diperkirakan akan melandai pada Juli 2022. Konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan inflasi AS pada Juli 2022 sebesar 8,7%year-on-year(yoy), melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang 9,1% yoy.

Ada potensi bank sentral AS (Federal Reserves/The Fed) untuk menaikkan suku bunga yang agresif memberi tekanan bagi nikel setelah rilis data pekerja pekan lalu dan inflasi yang rendah.

Menurut perangkat FedWatch milik CME group, para pelaku pasar melihat probabilitas sebesar 35,5% The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bp) menjadi 2,75-3%. Sementara ekspektasi kenaikan suku bunga mencapai 75 bp sebesar 64,5%. Artinya pasar melihat peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga sara agresif.

Di sisi lain Shanghai Logam dasar LME dan SHFE sebagian besar ditutup dengan kenaikan, dan pasar masih menunggu IHK AS malam ini untuk mencari petunjuk lebih lanjut untuk mengikuti tindakan kenaikan suku bunga Fed.

Di sisi makro, pasar masih menunggu IHK AS malam ini untuk mencari petunjuk lebih lanjut untuk mengikuti tindakan kenaikan suku bunga Fed. Indeks dolar rebound untuk memulihkan kerugian di sesi malam, dan tembaga berjangka merosot setelah mencapai tertinggi singkat.

Pada dasarnya, meskipun ada ekspektasi untuk output katoda tembaga yang lebih tinggi di tengah commissioning kantor pusat Fuye serta penjadwalan produksi peleburan yang aktif, potensi pengurangan produksi akan tetap menjadi perhatian para pelaku pasar karena kekurangan pasokan anoda. Selain itu, penjatahan listrik sudah di beberapa tempat di provinsi Zhejiang, mempengaruhi produksi beberapa smelter. Singkatnya, persediaan katoda tembaga domestik berada pada level yang rendah, dan fundamental diperkirakan akan menopang harga tembaga di tengah membaiknya permintaan.

Di pasar spot, spread SHFE 2208 dan 2209 meluas lebih jauh, membebani premi spot, yang turun menjadi sekitar 100 yuan/mt. Dan masuknya barang impor juga mengandung premi. Pelaku pasar harus memperhatikan spread SHFE 2208 dan 2009, dan dampaknya terhadap premi spot.

Dan pada dasarnya, premi nikel murni terus turun, dan rasio harga SHFE/LME juga turun. Untuk NPI, NPI Indonesia terus mengalir kembali ke China sehingga memperparah surplus pasokan di China. Di sisi permintaan, harga spot stainless steel turun lagi kemarin, menurut penelitian SMM.

Dan transaksi terutama dilakukan pada permintaan yang kaku, sementara para pedagang tidak tertarik untuk membangun stok. Saat ini, penjatahan daya karena suhu tinggi belum memiliki pengaruh yang signifikan pada pabrik stainless steel, sementara penjatahan daya tindak lanjut harus diperhatikan. Dalam hal paduan, pembeli hilir sebagian besar berdiri di sela-sela karena harga berjangka nikel murni tidak stabil baru-baru ini. Singkatnya, nikel murni memperoleh dukungan yang lebih lemah di tengah permintaan yang buruk yang mengakibatkan akumulasi persediaan. (Fia/Editor:Syarif)