Beranda Berita International Harga Nikel Turun, Indeks Dolar AS Akhiri Rebound

Harga Nikel Turun, Indeks Dolar AS Akhiri Rebound

205
0

NIKEL.CO.ID, 5 Agustus 2022—Harga nikel dunia turun tipis pada perdagangan siang hari ini di tengah persedian yang rendah dan adanya ancaman krisis Eropa yang membatasi kenaikan.

Terpantau melalui London Meral Exchange (LME) harga nikel pada, Jumat, (5/8/2022) pukul 14.24 WIB tercatat di angka US$22.030 per ton, lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan kemarin tertenger di angka US$23.000 per ton.

Dikutip dari berbagai sumber bahwa persedian nikel dunia di gudang yang dipantau oleh bursa logam London (LME) per 3 Agustus tercatat 57.900 ton, turun 42 ton dibandingkan hari sebelumnya. Sementara jika diukur dari awal tahun, stok nikel telah turun 43.986 ton atau 43,2% secara point-to-point/ptp. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan nikel masih ketat.

Di sisi lain Shangai Metal Market (SMM) Logam dasar LME dan SHFE sebagian besar ditutup dengan kenaikan karena indeks dolar AS mengakhiri rebound jangka pendeknya dan ditutup turun 0,55% kemarin. Bank of England menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada hari Kamis, kenaikan terbesar dalam 27 tahun, dan pada saat yang sama memperingatkan bahwa resesi jangka panjang akan datang.

Di sisi penawaran, karena harga berjangka yang tinggi, premi nikel murni dalam negeri diturunkan, mempersempit rasio harga SHFE/LME. Terkait NPI, Indonesia berencana menerbitkan peraturan pajak ekspor nikel yang menetapkan bahwa biaya impor NPI Indonesia ke depan akan meningkat. Sebelum penerapan kebijakan tarif, NPI Indonesia akan mengalir ke China dalam jumlah besar.

Di sisi permintaan, harga spot stainless steel kembali turun, dan transaksi tetap lesu. Lemahnya penawaran dan permintaan akan tetap ada dalam jangka pendek. Dalam hal paduan, terminal umumnya bersikap menunggu dan melihat di tengah tingginya harga berjangka, dan permintaan nikel murni lemah. Singkatnya, permintaan nikel murni tetap lemah, tetapi persediaan yang rendah mendukung harga nikel sampai batas tertentu.

Sedangkan di pasar spot, pada 5 Agustus, nikel Jinchuan tercatat pada 6500-8000 yuan/mt, dengan harga rata-rata 7250 yuan/mt, turun 50 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya. Nikel Nornickel tercatat pada 6500-7500 yuan/mt, dan harga rata-rata adalah 7000 yuan/mt, turun 550 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya. Premi nikel murni terus menyempit terutama karena tingginya harga berjangka dan lemahnya permintaan. Oleh karena itu, transaksi spot sangat buruk.

Untuk briket nikel, harga briket nikel adalah 180.400-181.200 yuan/mt, naik 850 yuan dari kemarin, terutama karena menyempitnya premi. Selain itu, karena efektivitas ekonomi briket nikel lebih rendah dari produk antara dan pelat nikel saat ini merupakan bahan baku paduan utama pelat nikel, transaksi spot briket nikel buruk. (Fia)

Artikulli paraprakKetum PERHAPI, Rizal Kasli: Kode KCMI 2017 Setara Kode Internasional
Artikulli tjetërSerius, Pos Indonesia Ekspansi ke Jasa Transportasi Nikel