Selasa, Mei 24
Shadow

Harga Nikel Naik, Saham Emitennya Turut Naik

Harga Nikel Naik, Saham Emitennya Turut Naik

NIKEL.CO.ID, 9 Maret 2022—Saham emiten nikel pada sore ini, Rabu (9/3/2022), naik seiring harga nikel dunia yang meroket ke level yang tinggi, setidaknya dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut data SHEF (SMM), harga saham nikel saat ini 292.700 AVG dalam satu bulan ini dan menjadi saham nikel tertinggi. Menurut investing.com, harga nikel pada penutupan sebelumnya 3.341,2 dengan pembukaan harian 3.400 dan rentang hariangnya 3.370-3.474. Jika dipekirakan dalam 1 tahun akan mengalami perubahaan 191,38%.

Harga komoditas pertambangan, khususnya nikel, pada perdagangan hari ini kompak melemah setelah menyentuh rekor tertinggi Selasa (8/3) kemarin ke level 100.000 dolar AS/ton.

Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham berbasis komoditas nikel sejak Rabu (9/3) pagi kompak terkoreksi, antara lain PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) melemah 3,52% ke level Rp6.175 per saham, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga hampir menyentuh batas autoreject bawah (ARB) sebesar 6,69% ke level Rp2.650 per saham.

Kenaikan harga komoditas nikel global ini meningkat terpicu kekhawatiran pasokan nikel terganggu sebagai dampak perang Rusia dan Ukraina. Sebab, Rusia tercatat sebagai pemasok 10% dari kebutuhan nikel dunia atau yang terbesar ketiga.

“Harga nikel melonjak ke rekor 100.000 dolas AS/ton kemarin karena kekhawatiran pasokan Rusia akan terganggu dan pedagang menutupi posisi short mereka,” ungkap analis Mirae Asset Sekuritas, Handiman, dalam publikasi risetnya, hari ini.

Sementara itu, UOB Kay Hian Sekuritas memaparkan, bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin masih terkoreksi terimbas dari meningkatnya tekanan inflasi menyusul kenaikan harga komoditas akibat perang Rusia-Ukraina.

“Investor terus mengamati pergerakan harga-harga komoditas seperti minyak mentah, gasoline, gas alam, nikel, dan paladium, sebagai acuan untuk melihat pengaruh kenaikan harga-harga terhadap melambatnya ekonomi global,” tulis UOB Kay Hian.

Investor hari ini akan terus mencermati perkembangan faktor global seperti indeks Dow Futures dan harga komoditas di pasar global sebagai acuan untuk melakukan trading harian. (Fia/R)