Harga Nikel Anjlok 8,5 Persen, Terbesar Sejak 2016

NIKEL.CO.ID – Harga nikel kontrak 3 bulan di London Metal Exchange (LME) anjlok lebih dari 8 persen pada sesi perdagangan Kamis (4/3/2021). Penurunan ini menjadi yang terdalam sejak hampir 5 tahun lalu.

Penurunan tersebut terjadi setelah beberapa pekan lalu harga nikel mengalami tren penguatan, ditopang oleh tingginya kebutuhan produsen kendaraan listrik terhadap salah satu komponen utama baterai listrik itu.

Dilansir dari Mining.com, Jumat (5/3/2021), harga nikel kontrak 3 bulan di LME sempat merosot 8,5 persen ke level 15.945 dollar AS per ton, menjadikan penurunan terdalam sejak Desember 2016.

Penurunan harga nikel di LME itu juga diikuti oleh harga di bursa Shanghai yang juga terkoreksi 6 persen ke level 20.180 dollar AS per ton. Ini menjadi penurunan terdalam sejak Mei tahun lalu.

Harga nikel merosot semenjak perusahaan raksasa nikel asal China, Tsingshan Holding Group, mengumumkan rencana penyediaan 100.000 ton nikel matte untuk Huayou Cobalt, perusahaan pembuat bahan baterai.

Produsen besi kasar nikel kini dinilai sudah bisa memproduksi nikel matte dengan hanya melakukan sedikit penyesuaian terhadap proses manufaktur.

Dengan demikian, hal tersebut mampu mengatasi permasalahan tersendatnya pasokan nikel, yang diakibatkan penurunan tingkat produksi nikel kadar tinggi perusahaan asal Rusia, Norilsk Nickel (Nornickel).

“Produksi nikel matte besar-besaran yang dilakukan Tshinghan, memicu reformasi dari sisi pasok. Kemacetan pasokan nikel pun teratasi,” ujar analis dari Huatai Futures.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Nornicke PPl terpaksa menurunkan produksi nikelnya, diakibatkan adanya genangan air yang terjadi di bawah tambang perusahaan.

Sumber: kompas.com