FMS, Monitoring secara Real Time Tingkatkan Produktivitas dan Efisiensi di Bidang Pertambangan

117
Ahmad Dedy Karnadi, PT Abditek (Foto: MNI)

NIKEL.CO.ID, 17 SEPTEMBER 2022—“Pemantauan proses pengangkutan dengan truk dapat dilakukan secara real time dengan menggunakan teknologi global navigation satellite system (GNSS), radio frequency identification (RFId), dispacth system, dan teknologi sejenis.”

Bunyi Pasal 8 point b.2.k Kepmen ESDM No.1827 Tahun 2018 tersebut dikutip oleh Ahmad Dedy Karnadi dari PT Abditama Teknologi Indonesia (Abditek) pada “Seminar Digitalisasi & Safety Mining di Bidang Pertambangan” yang diselenggarakan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), di Seminar Room Hall D2-104 JIEXPO Kemayoran, Sabtu (17/9/2022), yang merupakan rangkaian kegiatan Pameran Indonesia Energy & Engineering 2022 Series dan berlangsung 14-17 September 2022.

“Pasal tersebut menjadi landasan ‘lahirnya’ fleet management system (FMS), yakni sistem manajemen kendaraan yang berorientasi pada penggunaan teknologi untuk membantu meningkatkan kerja produktif, efisien, dan keselamatan yang dapat dimonitor secara daring (online),” ujar Dedy.

Dia mendeskripsikan, Indonesia bukan hanya negara yang memiliki cadangan nikel terbesar dunia, tetapi juga penghasil terbesar nikel dunia. Dengan kondisi ini Indonesia diakui dunia mempunyai penentu dan berperan penting dalam transformasi dari kendaraan berbasis bahan bakar fosil (BBM) ke era baru transformasi, yakni kendaraan listrik (electrical vehicle/EV).

Para peserta seminar yang diselenggarakan APNI di JIEXPO Kemayoran dengan saksama mendengarakan pemakalah (Foto: MNI)

Dengan ramainya dunia pertambangan nikel, PT Abditama Teknologi Indonesia mengembangkan FMS sebagai salah satu sistem teknologi yang berperan penting untuk mendukung industri pertambangan.

“FMS memberikan solusi untuk isu-isu yang banyak dihadapi dalam pertambangan, seperti dapat memonitoring idle time, volume unit, ritase, ontime arrival, security evidence, truck on duty,” ujar Dedy.

FMS, katannya lanjut memaparkan, dapat mencegah kecelakaan, yaitu tabrakan depan, tabrik media jalan karena supirnya rebahan karena mengantuk, supirnya merokok atau tidak fokus, mengurangi risiko perbaikan unit akibat kecelakaan hingga Rp600 juta.

Sementara itu, dari sisi bahan bakar, aplikasi FMS dapat mengukur dan memonitor penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Sehingga, mencegah terjadinya penyimpangan dan efisiensi pengeluaran lebih daripada Rp2 juta per bulan. (Syalom/Fia)