Elon Musk Sanjung Kontribusi Indonesia dalam Stabilitas Ekosistem Kendaraan Listrik

164

NIKEL.CO.ID, 15 November 2022 – CEO Tesla, Elon Musk menilai Indonesia sudah berkontribusi dengan baik dalam stabilitas ekosistem kendaraan listrik melalui produksi baterai listrik untuk kebutuhan kendaraan listrik.

Hal itu disampaikan Elon Musk ketika menjawab pertanyaan Direktur Bakrie Group, Anindya Novyan Bakrie yang mengungkapkan bahwa Indonesia berambisi menjadi electro state sebagai arah pengembangan baru dari yang semula mengedepankan konsep petro state sebagai pendekatan masa lalu.

Indonesia ingin seperti Arab Saudi terkait karbonisasi dengan banyaknya hutan mangrove dan hutan tropis yang dapat diandalkan sebagai penangkap karbon, dan Indonesia juga bertekad untuk menjadi pusat kekuatan dekarbonisasi dunia.

“Kami juga punya material baterai penting dan energi terbarukan potensial. Bagaimana Indonesia harus berkontribusi dalam stabilitas ekosistem kendaraan listrik ini?” ucap Anindya Bakrie kepada Elon Musk dalam acara B20 Summit 2022 pada Senin kemarin secara virtual dilansir YouTube tvOneNews, Selasa (15/11/2022).

Menurut Elon Musk, Indonesia selama ini telah berkontribusi dengan baik dalam stabilitas ekosistem kendaraan listrik dengan memproduksi baterai listrik.

“Indonesia sudah berkontribusi dengan baik melalui produknya baterai listrik yang dibutuhkan oleh kendaraan listrik,” ujar Elon Musk yang tampil menggunakan kemeja batik khas Bomba Sulawesi Tengah secara virtual.

Elon Musk menambahkan bahwa apa yang dilakukan oleh Indonesia dalam memproduksi baterai listrik untuk kebutuhan kendaraan listrik itu sangat berguna bagi iklim kendaraan listrik jangka panjang.

“Hal ini sangat bermanfaat bagi kendaraan jangka panjang,” tambahnya.

Elon Musk juga menjelaskan bahwa perpaduan dari renewable energy dan pertambangan berkelanjutan merupakan langkah yang sangat tepat dalam kontribusi untuk mengurangi emisi karbon.

“Kombinasi dari pertambangan berkelanjutan dan energi terbarukan, serta edukasinya akan membuat kontribusi yang hebat dari Indonesia,” tukas Elon Musk.

Sebelumnya Elon Musk mengucap terimakasih atas kemeja batik khas Bomba Sulteng dan sangat mengaguminya.

“Terimakasih atas kemejanya. Ini sangat luar biasa. Saya sangat menyukaimu,” ujarnya.

Anindya menjelaskan bahwa batik itu berasal dari sebuah desa kecil bernama Bomba di Sulteng yang merupakan daerah yang memiliki cadangan nikel dan berharap Elon Musk dapat mengunjunginya suatu saat nanti.

Anindya juga menanyakan ketidakhadiran Elon Musk secara langsung ke Bali padahal di sana sangat indah dan bisa bersantai sejenak.

“Itu sangat fantastik tapi belakangan ini banyak yang harus saya lakukan di sini, yang pasti banyak yang harus saya lakukan di sini (Amerika),” jawab Elon Musk.

Kemudian Anindya menyinggung terkait rasanya menjadi penguasa media itu seperti apa kepada pendiri perusahaan Tesla tersebut.

“Tentu saja mustahil membuat semua orang senang,” ujar Elon Musk.

Selain itu, Anindya meminta penjelasan terhadap nasib masa depan twitter di Indonesia yang merupakan pengguna ke-4 terbesar di dunia.

“Indonesia mempunyai masa depan yang bagus. Gabungan antara populasinya yang besar lalu generasi mudanya juga banyak dan memiliki sumber daya alam yang kaya,” jelas Elon Musk. (Shiddiq)