Dolar Merosot, Nikel Sentuh Level Tertinggi Sejak September 2014

NIKEL.CO.ID – Logam industri menguat di bursa London dan Shanghai, Jumat, dengan patokan tembaga LME mencapai level tertinggi sejak Februari 2012 di tengah kekhawatiran pasokan yang ketat, depresiasi dolar AS dan spekulasi tentang prospek permintaan.

Nikel melonjak ke level terkuat sejak 2014 saat badai tropis menuju Filipina sebelah selatan, pemasok terbesar China, memicu kekhawatiran tentang penurunan stok bahan baku  stainless steel  di konsumen logam utama dunia itu.

Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange melesat 2% menjadi USD 8.722,50 per ton pada pukul 14.01 WIB, setelah sempat menyentuh USD 8.737 di awal sesi, dan berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, demikian laporan  Reuters,  di Manila, Jumat (19/2/2021).

Sementara, tembaga di Shanghai Futures Exchange melejit 2,5% menjadi 64.170 yuan (USD9.929,90) per ton, setelah menembus 64.330 yuan, tingkat tertinggi sejak 2011.

“Stok tembaga global umumnya berada di level yang rendah,” ujar analis Huatai Futures, China, menambahkan bahwa permintaan China diperkirakan tetap kuat setelah liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu yang berakhir pada Rabu (17/02/2021).

“Mungkin ada kekurangan pasokan sementara” di China, kata analis.

Dolar yang lebih lemah juga membantu meningkatkan daya tarik logam tersebut yang dihargakan dalam  greenback , sehingga lebih murah bagi pengguna mata uang lain.

Sebelum libur panjang, stok tembaga di gudang-gudang yang dipantau Shanghai Futures Exchange merosot 60% sejak September menjadi di bawah 80.000 ton.

Persediaan tembaga di gudang yang terdaftar di LME mendekati level terendah sejak 2005 di posisi 76.025 ton sementara premi untuk tembaga tunai atas kontrak tiga bulan meningkat, menunjukkan ketatnya pasokan.

Nikel London tiga bulan melejit sebanyaknya 2% menjadi USD19.512 per ton, level tertinggi sejak September 2014. Nikel Februari yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai melonjak 4% menjadi 144.050 yuan per ton.
Di Shanghai, timah melambung 6%, aluminium naik 0,8%, seng melesat 2,2%, dan timbal bertambah 0,6%. Di London, aluminium naik 0,8%, seng meningkat 1,1%, dan timbal menguat naik 0,2%.

Sumber: IPOTNEWS