Dihantui Badai Resesi Global Harga Nikel malah Naik

228

NIKEL.CO.ID, 27 Oktober 2022—Saat ini berbagai negara menghadapi ancaman resesi global (ekonomi), termasuk Indonesia. Dibayangi hantu resesi global, kemarin harga nikel masih bertengger di angka cukup tinggi.

Bursa perdagangan dunia (LME) pada Kamis, (27/10/2022) dibuka di US$22.250 per ton. Pada sesi perdagangan kemarin, harga nikel ditutup US$24.765 per ton. Posisi harga nikel saat ini masih dibilang cukup aman dibandingkan beberapa hari sebelumnya, sesi perdagangan rata-rata ditutup di angka US$ 23.000-an per ton.

Rendahnya harga nikel beberapa hari sebelumnya diakibatkan kurangnya bahan baku dari China yang membuat stok melemah. Kenaikan harga nikel saat ini menurut seorang analis DCFX, Futere Lukman Leong, karena adanya dukungan pemerintah dengan adanya permintaan kendaraan listik. Namun lukman memperkirakan harga nikel akan bergerak ke US$ 21.500 per ton pada akhir tahun ini. Yang mengakibatkan harga nikel bisa tertekan keperkasaaan dollar AS dan resesi Global.

Ia memprediksi harga nikel pada 2023 kembali membaik, menuju ke US$ 25.000 per ton, dengan asumsi kenaikan suku bunga mereda serta lockdown di China berkurang, sehingga permintaan naik.

Sementara itu, Shangai melaporakan pasokan nikel Jinchuan di pasar menjadi ketat baru-baru ini. Hal itu dilakukan untuk melindungi nilai dan pengiriman kontrak SHFE, namun berdampak kepada kerugian impor yang terus berlanjut di tengah fluktuasi harga berjangka domestik dan luar negeri. Kondisi ini akibat munculnya pandemik baru di China.

Pertumbuhan pasokan NPI di China menjadi terbatas, dan harga perdagangan melonjak menjadi 1.400 yuan/mtu, sehingga menimbulkan keresahan bagi pabrik baja berskala kecil.

Dari sisi permintaan, perdagangan baja tahan karat lesu, dan harga spot umumnya turun, sedangkan harga arus utama pada dasarnya stabil. Permintaan yang kaku untuk nikel murni dari sektor paduan masih ada, tetapi para pedagang terutama membeli bahan baku dengan hati-hati di tengah berita bullish dan bearish yang beragam. Ruang penurunan harga nikel terbatas karena permintaan hilir untuk nikel murni tetap kuat dan persediaan rendah. (Fia)