CNGR dan Antam Tanda Tangani FA Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri Hilirisasi Bijih Nikel

316
Smelter nikel Antam di Pomalaa (ilustrasi)

NIKEL.CO.ID, 18 November 2022—PT Aneka Tambang Tbk. (PT Antam) dan CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co., Ltd. melakukan penandatanganan Framework Agreement (FA) sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat bisnis inti dan implementasi pengembangan energi yang ramah lingkungan. Penandatangan tersebut dilakukan oleh Chairman dan President CNGR, Deng Weiming, dan Direktur Utama PT Antam, Nico Kanter, pada event B20 Investment Forum, di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali,  Jumat, 11 November 2022 lalu.

Penandatanganan anggota dari holding BUMN  dalam bidang industri pertambangan, Mind Id ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian pendahuluan (head of agreement), yang ditandatangani oleh kedua belah pihak 5 Agustus 2022 lalu, untuk pembangunan dan pengembangan kawasan industri hilirisasi bijih nikel menjadi bahan baku baterai.

Dalam FA tersebut, sebagaimana rilisnya di situs antam.co.id, PT Antam melalui anak perusahaannya, PT Kawasan Industri Antam Timur (PT KIAT), akan membangun dan mengelola kawasan industri di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) Antam di Pomalaa, Sulawesi Tenggara (Sultra); sedangkian CNGR, melalui anak perusahaannya, PT Pomalaa New Energy Material (PT PNEM), akan mengembangkan fasilitas pengolahan bijih nikel laterit menjadi nickel matte.

Sebagaimana diketahui nickel matte merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan menggunakan teknologi OESBF (oxygen-enriched side-blown furnace) yang dimiliki oleh CNGR.  Kapasitas fasilitas tersebut nantinya akan memproduksi 80.000 ton nikel dalam produk nickel matte yang terbagi dalam dua fase pembangunan. PT PNEM selanjutnya akan menjadi tenant di kawasan industri yang dikelola oleh PT KIAT.

Dalam sinergi ini, CNGR dan Antam juga mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kepemilikan saham di masing-masing anak usaha, yaitu PT PNEM dan PT KIAT. Adapun pembangunan kawasan industri dan fasilitas pengolahan nikel direncanakan akan rampung dan mulai beroperasi pada 2025. Sejalan dengan penyelesaian pembangunan smelter PT PNEM, Antam akan mendukung suplai kecukupan bahan baku pabrik bijih nikel laterit.

Melalui penandatangan FA, begitu terulis dalam rilisnya, diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk nikel serta mendukung pengembangan penerapan energi hijau berbasis EV battery melalui sinergi penerapan keunggulan teknologi dan sumber daya yang dimiliki oleh kedua belah pihak. (Rus)