Beranda Daerah Asa Masyarakat Motui dari Kehadiran Kawasan Industri NIS

Asa Masyarakat Motui dari Kehadiran Kawasan Industri NIS

148
0
Wapres Ma'ruf Amin bertolak dari Bandara Soetta untuk melakukan kunjungan kerja ke Konawe Utara, sekaligus meletakan batu pertama pembangunan Kawasan Industri NIS. Foto: Dok. Setkab
Wapres Ma’ruf Amin bertolak dari Bandara Soetta untuk melakukan kunjungan kerja ke Konawe Utara, sekaligus meletakan batu pertama pembangunan Kawasan Industri NIS. Foto: Dok. Setkab

NIKEL.CO.ID, 19 Mei 2022-Roda perekonomian masyarakat di Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara bakal menggeliat. Harapan mulai nampak dengan  dilakukannya peletakan batu pertama pembangunan Kawasan Industri Smelter yang dilakukan Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, Kamis (19/5/2022) di Motui.

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin didampingi Ibu Wury Ma’ruf Amin, sudah bertolak ke Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (19/5/2022) pagi. Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-400 TNI AU, yang membawa Wapres beserta rombongan lepas landas dari Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten sekitar pukul 07.30 WIB dan tiba di Pangkalan Udara TNI AU Haluoleo, Sultra, sekitar pukul 11.30 WITA.

Turut mendampingi Wapres Ma’ruf, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo serta Kepala Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Noor Achmad.

Wapres dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke dua daerah di Sultra, yakni Kabupaten Konawe Utara (Konut) dan Kota Kendari. Di Konut, Wapres Ma’ruf Akan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Kawasan Industri Nusantara Industri Sejati (NIS) di Kecamatan Motui.

Menurut Sekretaris Daerah Konawe Utara, Kasim Sagala, pendirian kawasan industri smelter di Bumi Oheo itu, didirikan oleh PT. Nusantara Industri Sejati (NIS) kerja sama Pemerintah Daerah  Konut di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi Sultra dan Pemerintah Pusat.

PT NIS telah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar pembanguan kawasan industri. Untuk pembanguan kawasan industri smelter PT NIS, lanjut mantan Kadis DPPKB Konut ini, berdiri di atas lahan seluas 4.766 hektar.

Pembangunan kawasan industri smelter merupakan upaya pemerintah untuk memajukan roda perekonomian daerah. Selain itu, membuka lapangan kerja bagi masyarakat, terutama masyarakat lokal Konut.

“70 persen masyarakat lokal Konut Insya Allah peroleh lapangan kerja dengan adanya pembanguan kawasan industri ini. Ini yang terus di dorong bapak bupati membangun komunikasi di semua lini sektor, demi kesejahteraan daerah dan mayarakat yang lebih maju dan berdaya saing,”paparnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT.NIS Tommy Wiliam Tampubolon mengatakan, kehadiran perusahaannya di Konawe Utara selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga untuk peningkatan pendapatan daerah.

“Kami datang ke sini karena kedekatan kami dan rekomendasi dari Bapak Ruksamin (Bupati Konut-red), serta bagaimana usaha kami dapat meningkatakan perekonomian di Konawe utara,” kata Tommy.

Informasi yang diterima redaksi, rencana project pembangunan diawali dengan tahapan pembangunan pembangkit tenaga listrik, pembangunan pelabuhan, pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian mineral nikel, pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian minyak kelapa sawit, pembangunan pabrik pengalengan ikan, dan pabrik air mineral.

Guna menyempurnakan kawasan industri , diperlukan pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pabrik, serta mengingat dan memperhatikan terbentuknya kawasan industri  yang berdampak positif guna peningkatan sumber daya manusia,  maka perusahaan memproritaskan pendirian sarana prasarana pendidikan dan pelatihan masyarakat setempat. (Syarif)

 

Artikulli paraprakGrand Strategy Nikel-Kobalt di Indonesia
Artikulli tjetërBertengger di US$ 26,175 per ton, Harga Nikel Melemah