

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (HTE), Bahlil Lahadalia, menegaskan, program hilirisasi sumber daya alam dan transisi energi tidak lagi dapat dijalankan secara parsial. Dinamika geopolitik dan ekonomi global, serta tuntutan percepatan penggunaan energi bersih, menjadi alasan pemerintah mengintegrasikan kedua agenda tersebut.
“Dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu dan konstelasi dinamika ekonomi dunia juga yang menuntut untuk terjadinya energi yang bersih, maka Bapak Presiden memandang penting untuk program-program prioritas terkait dengan hilirisasi, terkait dengan transisi energi sebagai komitmen global dari Paris Agreement,” kata Bahlil dalam keterangannya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, usai pelantikan, Kamis (1/10/2026).

Menurut dia, kedua agenda tersebut harus dilaksanakan secara komprehensif dan terukur agar dapat menjawab kebutuhan peningkatan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Dia sebelumnya memimpin Satuan Tugas (satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional yang bertugas menyiapkan proyek-proyek prioritas hilirisasi sebelum masuk tahap implementasi. Pada Maret 2026, presiden juga menunjuk Bahlil sebagai Ketua Satgas Percepatan Transisi Energi untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya.

Kini, koordinasi kedua agenda tersebut berada dalam satu payung. Pemerintah berharap penyatuan kendali dapat mempercepat proses dari penyiapan proyek prioritas hingga pelaksanaan di lapangan.
Ia mengatakan, dirinya siap menjalankan penugasan baru tersebut bersamaan dengan tugasnya sebagai menteri ESDM.

“Insyaallah sebagai pembantu presiden akan berusaha sekuat tenaga dengan totalitas untuk menjalankan tugas ini dengan baik,” ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil sebagai Menko HTE di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pelantikan tersebut berdasarkan Keppres No. 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. (Shiddiq)









































