Beranda Asosiasi Pertambangan Hangatnya Kepedulian di Tengah Rintik Hujan, APNI Charity Hadirkan Senyum di Panti...

Hangatnya Kepedulian di Tengah Rintik Hujan, APNI Charity Hadirkan Senyum di Panti Werdha Wisma Mulia

109
0
(Foto: MNI/Li Han)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Rintik hujan turun perlahan siang itu. Suaranya berpadu dengan suasana syahdu di sebuah rumah sederhana di Jalan Hadiah, Jelambar, Jakarta Barat. Di balik tembok Panti Werdha Wisma Mulia, wajah-wajah sepuh tampak berseri. Senyum mereka mengembang seakan melupakan sejenak usia yang telah melewati puluhan tahun perjalanan hidup.

Hari itu suasana panti terasa lebih hidup dari biasanya. Terdengar alunan pianika dimainkan dengan lihai oleh salah satu penghuni. Lagu “Pada Hari Minggu” mengalun pelan, mengisi ruangan dengan nuansa nostalgia.

Di sudut lain, beberapa oma dan opa duduk berderet menikmati perawatan sederhana. Ada yang kukunya dibersihkan dan dipotong, ada yang rambutnya dirapikan, sebagian lagi menikmati creambath. Tangan-tangan yang telah menua itu diperlakukan dengan lembut, sementara obrolan ringan dan canda tawa mengalir di antara mereka.

Sekum APNI, Meidy Katrin Lengkey, bersama para oma dan opa (Foto: MNI/Li Han)

Sesekali terdengar gelak tawa ketika para penghuni saling bercanda. Ada yang tersenyum malu saat rambutnya selesai dipotong, ada pula yang dengan bangga menunjukkan kuku tangannya yang sudah bersih dan rapi. Kehangatan terasa begitu nyata. Sebuah suasana sederhana yang dipenuhi rasa perhatian dan kebersamaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ke-9 Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) yang menggelar kegiatan charity dengan mengunjungi para penghuni Panti Werdha Wisma Mulia.

Panti yang merupakan unit kerja sosial dari Yayasan Bina Daya Wanita Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dihuni 53 lansia, terdiri dari 17 opa dan 36 oma. Usia mereka beragam, mulai dari yang termuda 56 tahun hingga yang tertua mencapai 96 tahun. Sebagian masih mandiri dan dapat berjalan sendiri, sebagian lainnya membutuhkan pendampingan menggunakan kursi roda, sementara beberapa penghuni harus menjalani perawatan di tempat tidur.

(Foto: MNI/Li Han)

Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 14.00 WIB itu kawasan Jelambar masih dinaungi hujan deras, Sekretaris Umum (Sekum) APNI, Meidy Katrin Lengkey, tiba di lokasi. Kehadirannya menambah keceriaan suasana. Ia menyapa satu per satu para penghuni panti, memperhatikan penampilan mereka yang baru saja mendapat perawatan.

Perhatian Meidy kemudian tertuju pada seorang perempuan sepuh yang duduk dengan tenang. Dialah Oma Sumini, penghuni tertua di panti tersebut dengan usia 96 tahun. Mengenakan gaun kuning cerah, Oma Sumini tampak penuh keceriaan. Warna pakaiannya memantulkan semangat hidup yang masih menyala.

Sekum APNI itu pun menghampiri Oma Sumini dan menyapanya dengan hangat. Ia duduk lebih dekat, menanyakan kabar, dan berbincang ringan dengan oma yang paling senior di panti tersebut. Percakapan ringan pun terjadi di antara keduanya. Candaan kecil terlontar beberapa kali, disambut tawa hangat yang membuat suasana semakin akrab. Kehangatan itu terasa begitu tulus, memperlihatkan kedekatan yang terbangun dalam pertemuan singkat tersebut.

Tak lama kemudian, para penghuni panti dikumpulkan dalam satu ruangan untuk mengikuti rangkaian acara bersama. Suasana ruangan terasa hangat dan penuh antusiasme. Para oma dan opa duduk berdekatan, sebagian di kursi roda, sebagian lainnya saling bersandar sambil berbincang pelan. Kehadiran para tamu membuat ruangan yang sederhana itu dipenuhi energi kebahagiaan.

Kepedulian dan Rasa Syukur

Dalam sambutannya, Meidy menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus rasa syukur dalam perjalanan organisasi yang sudah menginjak tahun kesembilan.

“Jadi, kali ini kami berkunjung ke sini untuk memberikan bantuan sederhana. Mudah-mudahan diterima dan membawa kebahagiaan bagi oma-opa semua,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, APNI juga menyerahkan donasi untuk Panti Werdha Wisma Mulia. Bantuan yang diberikan berupa sejumlah sembako serta bahan bangunan, yang diperuntukkan bagi kebutuhan para penghuni sekaligus mendukung renovasi fasilitas panti yang saat ini tengah dilakukan.

Donasi tersebut merupakan hasil sumbangan para tamu yang hadir dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Ke-9 APNI yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (6/3/2026). Namun, APNI tidak hanya datang untuk menyerahkan bantuan, Meidy juga mengajak dan menghibur seluruh penghuni panti dengan penuh kasih dan semangat. Ia mengajak para oma dan opa bernyanyi bersama, menciptakan suasana hangat yang penuh kegembiraan.

Salah satu momen yang paling berkesan terjadi ketika ia menanyakan lagu favorit para penghuni panti. Pertanyaan itu langsung disambut antusias. Oma Sumini pun dengan penuh semangat mengangkat suara dan menjawab bahwa lagu yang paling sering ia nyanyikan adalah lagu rohani atau lagu gereja berjudul “Hati yang Gembira.”

(Foto: MNI/Li Han)

Mendengar jawaban tersebut, ia langsung mengajak Oma Sumini yang saat itu masih duduk di kursinya untuk maju ke depan ruangan. Dengan langkah perlahan tapi penuh semangat, Oma Sumini berdiri dan berjalan ke depan untuk bernyanyi bersama.

Di hadapan seluruh penghuni panti, keduanya pun mulai bernyanyi. Dengan penuh semangat, Oma Sumini menyanyikan lagu “Hati yang Gembira.” Suaranya yang penuh penghayatan membuat ruangan seketika menjadi hidup. Para oma dan opa lainnya pun ikut bernyanyi bersama, mengikuti irama lagu yang membawa suasana sukacita.

Tak hanya itu, suasana semakin meriah ketika mereka juga menyanyikan lagu Mandarin bersama-sama. Beberapa penghuni tampak ikut menggerakkan tangan mengikuti irama lagu, sementara yang lain tersenyum sambil bersenandung pelan. Suasana terasa begitu akrab, seperti sebuah keluarga besar yang sedang menikmati kebersamaan.

Suasana semakin hangat ketika perempuan yang sehari-hari berjuang melakukan sosialisasi tentang perkembangan nikel Indonesia ke mancanegara itu hari ini mengajak para penghuni panti untuk saling berpegangan tangan dan mengucapkan afirmasi bersama.

“Saya bahagia, luar biasa, istimewa, sehat selalu,” ucap para oma dan opa serempak, diiringi tepuk tangan dan tawa.

Ia kemudian mengajak mereka saling menatap dan mengucapkan kalimat sederhana yang penuh makna.

“Aku sayang kamu,” ucap mereka bersama-sama.

Kalimat itu terdengar sederhana, namun bagi para penghuni panti, kata-kata tersebut terasa begitu hangat. Sebagian tertawa malu, sebagian lainnya tersenyum lebar. Atmosfir ruangan disesaki rasa kekeluargaan dan kasih sayang.

“Di tempat ini kita satu keluarga, jadi kita harus saling sayang,” ujarnya.

Menjelang akhir acara, Meidy kembali menyampaikan pesan kepada para penghuni panti.

“Terima kasih sudah menerima kami. Mudah-mudahan apa yang bisa kami bantu di panti ini juga bisa diterima. Kami harap bapak-bapak dan ibu-ibu tetap bahagia, tetap semangat, dan yang paling penting tetap sehat,” tuturnya lembut.

Ia pun mengingatkan agar para lansia tetap aktif berkomunikasi satu sama lain.

“Harus tetap banyak bicara, jangan diam. Kalau kita banyak bicara itu olahraga mulut. Kalau mulut olahraga, kita jadi senyum. Senyum itu bisa membuat otak dipenuhi rasa kasih dan bahagia. Kalau hati kita bahagia, pasti kita juga sehat,” katanya, disambut tawa ringan para penghuni panti.

Hampir di ujung acara, ia mengajak semua orang untuk berfoto bersama.

“Ayo kita foto bareng. Yang di belakang jangan jauh-jauh, sini mendekat. Opa duduk di depan, dekat dengan oma. Biar kelihatan sayang-sayang,” ujarnya sambil membantu mengatur posisi para penghuni panti.

Beberapa opa dibantu untuk duduk lebih dekat. Ada yang berjalan perlahan, ada pula yang dibantu petugas panti. Namun, wajah mereka tampak ceria, menikmati momen kebersamaan tersebut. Keceriaan kemudian berpadu dengan nuansa haru saat lagu terakhir dinyanyikan.

Meidy Katrin Lengkey berbincang hangat dengan Oma Sumini (Foto: MNI/Li Han)

Lagu “Kemesraan Ini” menggema pelan di ruangan itu. Suaranya terdengar syahdu, dinyanyikan bersama-sama oleh para penghuni panti dan para tamu yang hadir. Lagu itu seakan menjadi penutup yang hangat bagi pertemuan singkat tersebut sebuah momen kebersamaan yang terasa begitu berarti, seolah tak ada yang ingin segera mengakhirinya.

Di menit-menit terakhir, perwakilan pengurus panti, Meri, menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan.

“Saya Meri, pengurus Panti Werdha Wisma Mulia. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Asosiasi Penambang Nikel Indonesia yang hari ini telah meluangkan waktu untuk berkunjung, bersosialisasi dengan opa-oma, mengadakan kegiatan bersama, serta memberikan bantuan kepada panti kami. Mudah-mudahan kita dapat bertemu lagi di kesempatan lain,” ujarnya.

Di luar, hujan masih turun perlahan. Namun di dalam panti, kebahagiaan sederhana terasa begitu hangat. Tawa, nyanyian, dan sentuhan kasih membuat siang itu menjadi momen yang tak mudah dilupakan bagi para penghuni Panti Werdha Wisma Mulia.

Terlontar doa agar pertemuan ini tak hanya terjadi sekali. Namun, suatu hari nanti, APNI hadir kembali ditengah-tengah penguhuni panti dengan membawa lebih banyak kebahagiaan. (Li Han)