Beranda Daerah Ekspor Feronikel Ceria Corp Resmi Berjalan, Gubernur Sultra Beri Apresiasi

Ekspor Feronikel Ceria Corp Resmi Berjalan, Gubernur Sultra Beri Apresiasi

2391
0
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (Foto: Dok. Ceria)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melepas pengapalan perdana feronikel produksi Ceria Corp melalui Kendari New Port pada 28 Januari 2026.

Upaya ini menjadi capaian penting bagi pengembangan hilirisasi nikel di Indonesia serta menegaskan posisi Ceria Corp sebagai perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel berbasis PMDN yang berkontribusi besar bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Prosesi pelepasan dipimpin Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, yang menandai keberangkatan ekspor dengan pemecahan kendi. Sebanyak 46 kontainer atau sekitar 1.015 ton feronikel diberangkatkan ke pasar Asia melalui pelabuhan modern Kendari New Port. Ceria Corp menjadi satu-satunya perusahaan di Sultra yang saat ini memanfaatkan pelabuhan tersebut sebagai jalur ekspor langsung produk feronikel.

Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi atas langkah Ceria Corp yang dinilai mampu meningkatkan performa ekspor daerah dan memberikan nilai tambah ekonomi melalui pengolahan mineral di dalam negeri. Ia menegaskan bahwa ekspor langsung melalui pelabuhan di Sultra menunjukkan kepercayaan industri terhadap kesiapan infrastruktur daerah.

Feronikel produksi Ceria Corp 9Foto: Dok Ceria Corp)

“Ekspor perdana ini menunjukkan kesiapan Sultra sebagai bagian penting dari rantai industri hilir nasional. Ceria telah menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan daerah melalui hilirisasi, pemanfaatan pelabuhan lokal, serta penciptaan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya sebagaimana tertulis dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (31/1/2026).

Capaian ekspor perdana ini juga dianggap selaras dengan arah kebijakan ekonomi nasional dalam Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menekankan penguatan hilirisasi sumber daya alam dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Dukungan utama keberhasilan tersebut hadir melalui Smelter Merah Putih Ceria Corp yang menjadi simbol kemandirian industri nasional. Fasilitas pemurnian nikel yang mengadopsi teknologi rectangular rotary kiln electric furnace (RKEF) itu dirancang untuk menghasilkan low-carbon ferronickel dari bijih saprolit.

Smelter yang beroperasi sejak 27 April 2025 tersebut sebelumnya telah melakukan ekspor perdana pada Juli 2025 dan telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN) sekaligus objek vital nasional (Obvitnas).

Dengan kapasitas 72 MVA, smelter ini mampu memproduksi hingga 63.200 ton feronikel berkadar 22% setiap tahun, setara 13.900 ton logam nikel. Produk Ceria Corp juga telah dikategorikan sebagai green nickel berkat kepemilikan renewable energy certificate (REC) dari PT PLN.

Keberadaan smelter tersebut memperkuat efisiensi rantai logistik dan mendorong optimalisasi jalur ekspor langsung dari Sultra. Pengiriman via Kendari New Port disebut mampu memangkas durasi perjalanan, menekan biaya distribusi, serta meningkatkan daya saing feronikel Sultra di pasar global.

General Manager Pelindo Regional 4 Kendari, Herryanto, turut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Ceria Corp. Ia menilai kegiatan ekspor langsung itu mempertegas posisi Kendari New Port dalam mendukung aktivitas industri dan perdagangan internasional.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi untuk Ceria. Ekspor langsung ini juga membuktikan bahwa Kendari New Port mampu melayani kebutuhan industri dengan cepat, aman, dan efisien,” ujar Herryanto.

Di akhir kegiatan, Gubernur Sultra mengajak seluruh masyarakat menjaga stabilitas dan iklim investasi yang positif. Menurutnya, keberhasilan pembangunan industri tidak dapat tercapai tanpa dukungan semua pihak.


“Dengan sinergi yang kuat, Sultra dapat tumbuh sebagai pusat industri berbasis sumber daya alam yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Lili Handayani)