Beranda Korporasi DSI Pasang PLTS Atap Skala Besar di IMIP, Dorong Transisi Energi Industri

DSI Pasang PLTS Atap Skala Besar di IMIP, Dorong Transisi Energi Industri

256
0
PT Dexin Steel Indonesia mengoperasikan instalasi PLTS atap di IMIP sebagai upaya menerapkan transisi energi ramah lingkungan (Foto: Dok Dexin Steel Indonesia/ IMIP)

NIKEL.CO.ID, MOROWALI — Kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus mengarahkan aktivitas industrinya menuju praktik yang lebih ramah lingkungan. Efisiensi pemanfaatan sumber daya serta pengendalian dampak lingkungan kini menjadi bagian penting dari strategi operasional perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.

Sebagai pengelola kawasan industri mineral terintegrasi, PT IMIP mendorong para tenant untuk berperan aktif dalam agenda transisi energi. Salah satu realisasi dari upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap oleh PT Dexin Steel Indonesia (DSI).

Proyek tersebut menjadi langkah konkret dalam memperluas penggunaan energi terbarukan yang dinilai lebih bersih dan berkelanjutan. Pembangunan PLTS atap dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan energi industri.

Pada saat yang sama, inisiatif ini juga menjadi respons terhadap kebijakan nasional yang menekankan percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan serta pengurangan emisi gas rumah kaca. Melalui pemanfaatan tenaga surya, PT DSI berupaya menyesuaikan kegiatan produksinya dengan prinsip efisiensi energi tanpa mengurangi kapasitas dan kinerja operasional.

PLTS atas yang dikembangkan PT DSI mengadopsi sistem tenaga surya terdistribusi dengan memanfaatkan atap bangunan industri yang telah tersedia. Metode ini dipilih agar pembangunan tidak memerlukan pembukaan lahan baru.

“Pemanfaatan atap memungkinkan ruang yang ada digunakan secara optimal sekaligus menekan dampak terhadap lingkungan,” ujar perwakilan manajemen PT DSI, Cui Bao Yong, dikutip Senin (26/1/2026).

Menurut Cui Bao Yong, konsep PLTS atap juga memberikan keuntungan dari sisi teknis, seperti waktu konstruksi lebih cepat dan berkurangnya potensi kehilangan energi akibat penyaluran listrik jarak jauh. Seluruh proses pengembangan proyek ini diawali dengan pengajuan rencana kepada manajemen PT IMIP. Setelah mendapatkan persetujuan, dukungan teknis diberikan terutama oleh tim kelistrikan yang berada di bawah koordinasi departemen land planning and infrastructure.

Untuk pelaksanaan proyek, PT DSI menggandeng Longyuan Weide, perusahaan mitra asal Tiongkok yang bergerak di bidang pembangunan energi terbarukan. Lingkup pekerjaan meliputi konstruksi sipil, pengujian dan komisioning, hingga tahap operasi komersial.

Dari sisi kapasitas, PLTS atap PT DSI dirancang memiliki daya terpasang mencapai 65,89 MWp. Sebanyak 119.800 panel surya monokristalin berteknologi efisiensi tinggi dipasang di area atap seluas kurang lebih 396.700 meter persegi.

Sistem ini dilengkapi fasilitas penyimpanan energi sebesar 22 MW/22 MWh yang berfungsi menjaga kestabilan suplai listrik serta pengaturan frekuensi jaringan. Cui menjelaskan, pembangunan PLTS tahap awal dengan kapasitas 18 MW untuk fasilitas pabrik bahan baku telah mencapai progres sekitar 80 persen.

Sementara itu, pengembangan panel surya tambahan berkapasitas 47,89 MW masih berada pada tahap perencanaan. Adapun proses penyambungan ke jaringan listrik kawasan saat ini masih dalam tahap pembahasan. Dalam tahap integrasi sistem, PT IMIP memberikan pendampingan teknis, termasuk pengaturan stabilitas frekuensi dan rekomendasi penggunaan sistem penyimpanan energi.

Dengan skema tersebut, PLTS berfungsi sebagai sumber energi pendukung yang secara bertahap menekan ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis batu bara.

Energi listrik yang dihasilkan dari PLTS Atap ini dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional pabrik dan perkantoran PT DSI. Jika terjadi kelebihan produksi, energi tersebut dapat disalurkan ke jaringan listrik kawasan industri IMIP.

“Surplus energi dapat dimanfaatkan untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan kawasan,” katanya.

Dari aspek lingkungan, kontribusi PLTS dinilai cukup besar. Operasional PLTS PT DSI berpotensi mengurangi emisi karbon dioksida lebih dari 81 ribu ton per tahun. Untuk kapasitas 18 MW, estimasi penurunan emisi berada pada kisaran 14.250 hingga 17.500 ton per tahun.

Selain itu, pemanfaatan energi surya juga diperkirakan mampu menekan konsumsi batu bara hingga puluhan ribu ton setiap tahun serta menurunkan emisi nitrogen oksida dan sulfur dioksida.

Secara ekonomi, penggunaan PLTS dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil dinilai dapat menghemat biaya bahan bakar sekitar Rp5,18 juta hingga Rp6,48 juta per tahun. Pengembangan PLTS atap ini sejalan dengan strategi energi PT DSI yang berfokus pada peningkatan efisiensi, pengendalian biaya, dan penurunan emisi karbon, sekaligus memperkuat kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) perusahaan.

Ke depan, pengembangan energi surya di kawasan IMIP diharapkan terus meningkat seiring bertambahnya kapasitas dan kemajuan teknologi penyimpanan energi. Dengan porsi energi terbarukan yang semakin besar, sistem kelistrikan kawasan industri ini diharapkan bertransformasi menuju struktur yang lebih rendah karbon.

Melalui langkah ini, IMIP menegaskan dukungannya terhadap target net zero emission Indonesia pada 2060 serta menunjukkan bahwa transisi energi dapat diterapkan secara realistis di kawasan industri pengolahan. (Lili Handayani)