Beranda Korporasi TBP Moncer, hingga September 2025 Catat Laba Rp8 Triliun, Aset Tembus Rp58,5...

TBP Moncer, hingga September 2025 Catat Laba Rp8 Triliun, Aset Tembus Rp58,5 Triliun

259
0
(Foto: Dok Harita Nickel)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (TBP) membukukan kinerja keuangan solid sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim tidak diaudit per 30 September 2025, emiten pertambangan ini mencatat laba periode berjalan sebesar Rp8,00 triliun, tumbuh signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,01 triliun.

“Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan tercatat Rp22,40 triliun, meningkat dari Rp20,38 triliun pada sembilan bulan 2024. Kenaikan pendapatan tersebut mendorong laba bruto menjadi Rp7,37 triliun, naik dari Rp6,66 triliun pada periode sebelumnya,” tersurat dalam laporan keuangan TBP sebagaimana dikutip dari laman Harita Nickel, Rabu (21/1/2026).

Dalam laporan keuangan tersebut diungkapkan bahwa kinerja operasional perseroan juga menunjukkan penguatan, tercermin dari laba usaha sebesar Rp6,40 triliun, lebih tinggi dibandingkan dari periode sama tahun lalu yang jumlahnya Rp5,80 triliun. Selain itu, kontribusi laba dari entitas asosiasi melonjak menjadi Rp2,74 triliun, dari sebelumnya Rp1,61 triliun, menjadi salah satu pendorong utama kenaikan laba sebelum pajak.

Secara keseluruhan, laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp8,89 triliun, sementara beban pajak penghasilan tercatat Rp888,05 miliar. Dari total laba periode berjalan tersebut, Rp6,45 triliun diatribusikan kepada pemilik entitas induk, sedangkan Rp1,56 triliun menjadi bagian kepentingan nonpengendali. Laba per saham dasar tercatat Rp102,26 per saham, naik dari Rp76,69 per saham pada periode sembilan bulan 2024.

Dari sisi neraca, total aset perseroan hingga 30 September 2025 mencapai Rp58,54 triliun, meningkat dari Rp52,25 triliun pada akhir 2024. Peningkatan aset terutama ditopang oleh kenaikan investasi pada entitas asosiasi menjadi Rp23,04 triliun serta total aset tidak lancar yang mencapai Rp46,19 triliun.

Sementara itu, total liabilitas perseroan tercatat Rp15,20 triliun, relatif stabil dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp15,80 triliun. Dengan demikian, total ekuitas melonjak menjadi Rp43,34 triliun, naik signifikan dari Rp36,45 triliun pada akhir tahun lalu, seiring dengan perolehan laba dan penguatan penghasilan komprehensif lain.

Manajemen menyatakan bahwa laporan keuangan konsolidasian interim ini disusun dalam mata uang Rupiah dan masih bersifat tidak diaudit. Namun demikian, capaian kinerja hingga kuartal III-2025 mencerminkan fundamental keuangan TBP yang semakin kuat, didukung oleh pertumbuhan pendapatan, profitabilitas yang terjaga, serta struktur permodalan yang solid. (Shiddiq)