NIKEL.CO.ID, JAKARTA — PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) telah merealisasikan sebagian besar dana hasil penawaran umum terbatas (PUT) I atau right issue dengan kode ANTM-R yang efektif pada 22 Oktober 2025, khususnya untuk mendukung proyek strategis perseroan di sektor hilirisasi mineral.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, dana hasil right issue tersebut mencapai Rp5,376 triliun, dengan biaya penawaran umum sebesar Rp22,39 miliar, sehingga menghasilkan realisasi bersih Rp5,354 triliun.
Corporate Secretary Division Head PT Aneka Tambang Tbk., Wisnu Danandi Haryanto, menjelaskan bahwa mayoritas dana right issue telah dialokasikan sesuai rencana dalam prospektus.
“Dana hasil penawaran umum terbatas telah direalisasikan untuk mendukung penguatan fundamental bisnis perseroan, khususnya pembangunan Pabrik Feronikel Haltim Tahap I serta pembiayaan modal kerja dan proyek pengembangan lainnya,” ujar Wisnu dalam dokumen resmi perseroan, yang diterima Media Nikel Indonnesia (www.nikel.co.id), Rabu (21/1/2026).
Dari total realisasi bersih tersebut, 65% atau sekitar Rp3,49 triliun dialokasikan untuk Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim Tahap I. Hingga pelaporan terakhir, realisasi penggunaan dana untuk proyek ini mencapai Rp3,494 triliun, atau 99,99% dari rencana awal.
Sementara itu, 35% dana atau Rp1,86 triliun dialokasikan untuk pembiayaan modal kerja perseroan dan proyek pengembangan lainnya, termasuk Proyek Anode Slime & Precious Metals Refinery. Dari alokasi tersebut, realisasi penggunaan dana tercatat sebesar Rp1,656 triliun, atau sekitar 89,07%.
Antam juga mencatat masih terdapat sisa dana sebesar Rp203,29 miliar. Dana tersebut ditempatkan pada instrumen perbankan yang aman dan likuid, yakni
- Deposito Bank Syariah Indonesia sebesar Rp130 miliar dengan tingkat imbal hasil 5% dan jangka waktu 1 bulan; dan
- Giro Bank BRI sebesar Rp73,29 miliar dengan bunga 1,9%.
Kedua bank tersebut merupakan pihak afiliasi perseroan.
Menurut Wisnu, penempatan sisa dana tersebut dilakukan dengan prinsip kehati-hatian guna menjaga optimalisasi kas perseroan.
“Penempatan sisa dana dilakukan pada instrumen perbankan yang likuid dan berisiko rendah, sambil menunggu kebutuhan pendanaan lanjutan perseroan,” jelasnya.
Realisasi dana right issue ini menegaskan komitmen Antam dalam mendorong hilirisasi mineral dan memperkuat struktur permodalan perusahaan. Pembangunan fasilitas feronikel di Halmahera Timur dinilai strategis untuk meningkatkan nilai tambah nikel nasional serta memperkuat posisi Antam di rantai pasok industri logam berbasis nikel. (Shiddiq)
























