Beranda Korporasi UNIDO Tetapkan IWIP Jadi Lokasi Uji Coba Global Pengelolaan Kawasan Nikel Berkelanjutan

UNIDO Tetapkan IWIP Jadi Lokasi Uji Coba Global Pengelolaan Kawasan Nikel Berkelanjutan

401
0
(Foto: Dok. IWIP)

NIKEL.CO.ID, HALMAHERA TENGAH — Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) resmi dipilih sebagai laboratorium penerapan pengelolaan kawasan industri nikel berkelanjutan. Penetapan ini merupakan hasil kolaborasi antara Tsingshan Holding Group dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).

Presiden Direktur PT Indonesia Weda Bay Industrial Park, Kevin He, mengungkapkan, penunjukan IWIP sebagai proyek percontohan menandai fase baru dalam penguatan praktik keberlanjutan di sektor industri nikel nasional.

“Status pilot project ini mempertegas komitmen IWIP dalam mendukung agenda strategis Indonesia, khususnya hilirisasi mineral, peningkatan nilai tambah, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia, dengan tetap menempatkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola sebagai fondasi operasional,” ujar Kevin dalam keterangan tertulis, dikutip Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Selasa (20/1/2026).

Ia menambahkan, langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok nikel global yang semakin menuntut standar keberlanjutan.

Sebagai tahap awal implementasi kerja sama, Tsingshan, UNIDO, dan IWIP menyelenggarakan forum dialog pemangku kepentingan bertajuk Tsingshan–UNIDO Collaboration Conference on Industrial Parks for Sustainable Development. Kegiatan ini digelar pada 14–15 Januari 2026 di kawasan IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Forum tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), pelaku industri, hingga asosiasi terkait, untuk merumuskan arah penguatan tata kelola kawasan industri nikel yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Diketahui, kemitraan Tsingshan, UNIDO, IWIP dirancang untuk periode tiga tahun. Fokus utamanya mencakup peningkatan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola kawasan industri, yang dijalankan melalui empat pilar utama, yakni pengembangan ekonomi sirkular, peningkatan kapasitas industri, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan manajemen rantai pasok hijau.

Ruang lingkup kegiatannya meliputi peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya, penerapan proses produksi yang lebih bersih, pengembangan kapasitas SDM, adopsi teknologi ramah lingkungan, penerapan standar internasional, hingga upaya menekan dampak lingkungan di sepanjang rantai nilai industri nikel.

Dalam kemitraan ini, UNIDO berperan sebagai mitra teknis yang menyediakan pendampingan dan penguatan kapasitas, sementara Tsingshan Holding Group mendukung implementasi langsung di tingkat kawasan industri.

IWIP ditetapkan sebagai titik awal penerapan model pengelolaan kawasan industri nikel berkelanjutan yang diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain. (Lili Handayani)