Beranda Berita Nasional PT Vale Klaim Pemulihan Kebocoran Pipa Minyak di Towuti Sudah Selesai

PT Vale Klaim Pemulihan Kebocoran Pipa Minyak di Towuti Sudah Selesai

219
0
Direktur Utama PT Vale Indonesia Tbk., Bernardus Irmanto [kanan] (Foto: MNI/Tubagus)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — PT Vale Indonesia Tbk. menyatakan, pemulihan dampak dari kebocoran pipa minyak marine fuel oil (MFO) dari Pelabuhan Balantang menuju pabrik yang terjadi pada 23 Agustus 2025 telah selesai, termasuk pembersihan aliran sungai yang sempat terdampak.

Direktur Utama PT Vale Indonesia Tbk., Bernardus Irmanto, menjelaskan, kebocoran pipa terjadi karena pergeseran tanah setelah rangkaian gempa seminggu sebelumnya, sehingga pipa sepanjang sekitar 60 kilometer dari Pelabuhan Balantang ke pabrik mengalami perubahan bentuk atau bending.

“Jadi seminggu sebelum kejadian, tanggal 17 Agustus, terjadi gempa mungkin 6,5 skala richter, kemudian ada gempa ikutan yang diduga kuat menyebabkan pipa itu bending. Pipa itu sendiri kondisinya masih baik, tapi terdorong oleh tanah hingga akhirnya terjadi kebocoran minyak,” ungkap Bernardus dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Ia menegaskan, langkah pertama yang dilakukan perusahaan adalah memitigasi dampak kebocoran, termasuk membersihkan sungai dan kanal irigasi serta mendata seluruh lahan terdampak.

“Hal pertama yang kami prioritaskan adalah membersihkan minyak yang sempat mengalir ke saluran irigasi dan sumber air. Ini menjadi fokus utama kami, disusul pendataan sawah, kolam, dan lahan lain yang terdampak. Kami ingin memastikan semua dampak tercatat secara akurat dan tidak ada yang terlewat,” katanya.

Dia mengatakan, perusahaan juga menyewa sawah warga terdampak agar proses perbaikan tanah dapat dilakukan secara menyeluruh, sambil tetap memberikan kompensasi setara hasil panen yang biasanya diperoleh.

Selain itu, PT Vale melibatkan ahli independen dari beberapa universitas untuk melakukan penelitian dan pengecekan kondisi lingkungan. Sampel air diambil secara rutin di titik-titik sepanjang aliran sungai guna memastikan pemulihan berjalan sesuai kondisi di lapangan.

“Kami benar-benar tidak mengharapkan kejadian ini, tapi saat ini semua proses pemulihan sudah selesai. Langkah-langkah mitigasi, pemulihan lahan, dan pengawasan independen dilakukan agar masyarakat tidak terbebani, dan kami memastikan industri hadir membawa manfaat, bukan kerugian,” pungkasnya. (Tubagus)