Beranda Korporasi Harga Nikel Menguat, Andi Jaya: Pasar Mulai Menemukan Keseimbangan

Harga Nikel Menguat, Andi Jaya: Pasar Mulai Menemukan Keseimbangan

422
0
Direktur PT Central Omega Resources, Andi Jaya (Foto: MNI)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Penguatan harga nikel global dinilai merupakan refleksi dari mekanisme pasar yang merespons perkembangan industri nikel dunia serta fundamental perusahaan tambang, termasuk PT Central Omega Resources Tbk.

Hal tersebut disampaikan Direktur PT Central Omega Resources Tbk., Andi Jaya, kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Rabu (7/1/2026), menanggapi pergerakan harga nikel di awal tahun 2026.

“Menurut saya ini murni mekanisme pasar yang melihat perkembangan dunia nikel dan fundamental dari Central Omega,” ujarnya.

Kenaikan harga nikel ini, katanya menambahkan, akibat dinamika pasar yang melihat prospek jangka menengah dan panjang industri nikel global. Tren penguatan harga nikel mulai terlihat dari pergerakan harga di London Metal Exchange (LME) sejak awal tahun. Kondisi tersebut menunjukkan adanya reaksi positif dari pasar global terhadap komoditas nikel.

“Saat ini bisa terlihat bahwa harga nikel mulai bergerak naik. Dari sisi global, ini menunjukkan respons positif terhadap nikel dunia,” kata Andi.

Lebih lanjut, ia menilai keberlanjutan pembangunan fasilitas pengolahan dan program hilirisasi di Indonesia akan mendorong peningkatan permintaan nikel secara struktural. Namun demikian, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara produksi bijih nikel dan kebutuhan industri dalam negeri.

“Produksi nickel ore harus tetap mengacu pada RKAB yang diperoleh agar tercipta keseimbangan supply dan demand. Pada akhirnya, mekanisme harga sangat bergantung pada keseimbangan tersebut,” jelasnya.

Dengan Indonesia saat ini menguasai lebih dari 60% produksi nikel dunia, pria yang sudah bergabung di Central Omega sejak 2008 itu optimistis posisi strategis tersebut akan membantu menjaga stabilitas harga ke depan.

Dari sisi strategi perusahaan, Central Omega dalam jangka pendek masih akan fokus pada kegiatan pertambangan bijih nikel.

“Untuk 1–2 tahun ke depan kami tetap fokus pada pertambangan bijih nikel, sambil terus menambah cadangan, baik secara organik dari pengembangan dalam IUP kami maupun dari luar IUP melalui mekanisme take over atau joint operation,” ungkapnya.

Sementara untuk jangka panjang, Central Omega juga mulai mengkaji pengembangan ke sektor hilirisasi.

“Sejak awal kami sudah mempersiapkan lahan dan sarana infrastruktur pendukung. Hilirisasi sedang kami pelajari secara serius sebagai bagian dari strategi jangka panjang,” tutup Andi. (Lili Handayani)