Beranda Berita International Tidak Menguntungkan, Penambang Nikel Filipina Ngerem Pasokan ke China

Tidak Menguntungkan, Penambang Nikel Filipina Ngerem Pasokan ke China

731
0
Ilustrasi: Aktivitas di kawasan pertambangan nikel.

NIKEL.CO.ID, 2 MEI 2023-Memasuki hari kedua di minggu pertama Mei 2023, pasaran harga bijih nikel murni yang ditawarkan London Metal Exchange (LME) masih berkutat di angka US$ 24.219 per dry metric ton (dmt). Tren harga bijih nikel murni masih melemah seperti terjadi sepanjang April 2023.  

Tren melemahnya harga bijih nikel juga terjadi di kawasan Asia Timur. Berdasarkan tinjuan pasar bijih nikel Ferroalloy, bijih nikel kadar rendah turun pada April 2023. Kendati demikian, pasokan pasokan bijih nikel dari tambang Filipina ke China mengalami peningkatan pada April 2023. Akibat pasokan yang masif di pasar, pabrik nickel pig iron (NPI) dalam negeri China memangkas harga beli, sehingga untuk bijih nikel kadar (Ni) 0,9% terus menurun.

Menurunnya harga bijih nikel kadar rendah, diprediksi diikuti pelemahan tarif pengapalan basis free on board (FOB) pada Mei 2023. Namun, karena penurunan harga yang tidak konsisten antara harga FOB dan CIF (cost, insurance, and freight), pedagang tidak dapat memperoleh keuntungan.

Menurut situasi pasar saat ini, harga bijih nikel besi kadar rendah 0,9% kemungkinan akan tetap stabil pada posisi saat ini pada Mei 2023. Kondisi ini disebabkan, pertama, setelah harga bijih nikel kadar rendah 0,8%, Fe: 48%, AL: 5% diturunkan menjadi US$ 25 per wet metric ton (wmt) dengan basis FOB. Beberapa pelaku tambang nikel Filipina mengutarakan, harga bijih nikel kadar rendah tidak sesuai dengan harapan mereka. Karena itu, mereka akan mengurangi pengiriman bijih nikel ke China. Dari aksi penambang nikel Filipina ini berharap putaran harga bijih nikel kadar rendah tidak boleh turun lagi.

Sebab kedua, harga FOB dan CIF pada April tidak sesuai, dan pedagang menderita kerugian serius. Bahkan jika harga tambang diturunkan, pedagang tidak memiliki ruang untuk membuat konsesi.

Ketiga, pabrik-pabrik dalam negeri China berjalan normal. Informasinya, pelaku hilir di China  tidak ada niat untuk memotong produksi atau menghentikan produksi, sehingga permintaan dan pembelian bijih nikel menjadi stabil. Diprediksi, secara keseluruhan, harga akan stabil di Mei 2023.

Untuk bijih nikel kadar menengah dan tinggi, sepanjang April 2023 harga bijih nikel kadar menengah turun. Diikuti terus menurunnyaharga jugal produk nickel pig iron (NPI). Pabrik NPI dalam negeri China menganggap situasi pasar tidak jelas, konsumen memiliki keinginan membeli dengan harga yang rendah. Saat itu, harga transaksi bijih nikel turun, dan hanya transaksi sporadis yang dilakukan.

Pada pertengahan April, harga NPI dari olahan bijih nikel kadar mengengah sempat berhenti turun, dan sentimen bearish pasar mereda. Pada akhir April, harga NPI olahan bijih nikel kadar tinggi masih stabil tinggi, sentimen pasar domestik berubah, dan pabrik NPI bersedia mengisi kembali stok bahan mentah. Beberapa pabrik NPI di China berinisiatif menaikkan harga beli bijih nikel kadar tinggi, namun karena pasokan di pasar sedikit, transaksi masih sepi.

Ada prediksi, harga bijih nikel kadar tinggi bakal turun di awal Mei 2023. Dikhawatirkan para pelaku tambang nikel Filipina tidak mau menjual hasil tambangnya saat ini. Mereka berusaha menahan pasokan. Kalaupun memasok ke China, akan dilakukan secara berkala. (Syarif)