Beranda Berita Nasional YLKI Minta Pemerintah Mitigasi Jejak Karbon dari Pergerakan 123 Juta Pemudik

YLKI Minta Pemerintah Mitigasi Jejak Karbon dari Pergerakan 123 Juta Pemudik

499
0
Ilustrasi: Arus kendaraan di ruas jalan tol Cikampek-Jakarta. Foto: CNN Indonesia.

NIKEL.CO.ID, 26 April 2023-Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengutarakan, dari 123 juta orang yang melakukan pergerakan atau perjalanan sepanjang liburan Lebaran 2023, sudah pasti memproduksi atau menghasilkan jejak karbon yang signifikan bagi lingkungan.

Ruas jalan raya sepanjang kawasan Ciputat, Tangerang Selatan hingga Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta,  masih lengang, pada Rabu pagi (26/4/2023). Kendaraan roda dua dan empat belum memadati sepanjang ruas jalan raya ini. Sebagian besar masyarakat masih liburan Lebaran 2023.

Pemerintah Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi menetapkan cuti bersama Idul Fitri 1444 Hijriyah/2023 Masehi pada 19, 20, 21, 24, dan 25 April 2023.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, diperkirakan jumlah pemudik tahun ini mencapai 123 juta orang. Angka ini meningkat cukup signifikan dari jumlah pemudik tahun 2022 sebanyak 85 juta orang.

Jasa Marga dalam rilis resminya, Senin (24/4/2023), melaporkan terjadi peningkatan volume lalu lintas yang signifikan di ruas tol area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), dan Jawa Barat pada hari kedua Lebaran 2023, Minggu (23/4/2023).

“Pada ruas Tol Jagorawi, peningkatan volume lalu lintas terjadi di GT Ciawi 1 arah Puncak. Tercatat, sebanyak 47.816 kendaraan melintas, meningkat 71,78 persen dibandingkan lalu lintas harian normal sebanyak 27.836 kendaraan,” kata Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad, Panji Satriya.

Peningkatan volume lalu lintas juga terjadi di GT Cikupa arah Pelabuhan Merak. Total, sebanyak 46.492 kendaraan melintas, meningkat 50,21 persen dibandingkan lalu lintas harian normal sebanyak 30.951 kendaraan.

Lalu lintas menuju Selatan atau Jawa Barat juga mengalami peningkatan. Terpantau, sebanyak 52.837 kendaraan melintasi GT Kalihurip Utama arah Bandung. Terjadi peningkatan 84,04 persen dibandingkan lalu lintas harian normal sebanyak 28.709 kendaraan.

“Lalu lintas menuju Kota Bandung terpantau mengalami peningkatan. Terdapat 38.449 kendaraan melintasi GT Pasteur arah Bandung. Angka tersebut meningkat 22,39 persen dibandingkan lalu lintas harian normal sebanyak 31.414 kendaraan,” tutur Panji.

Untuk arah Rancaekek, Sumedang, Garut dan sekitarnya, terpantau peningkatan volume lalu lintas transaksi pada GT Cileunyi. Sebanyak 41.250 kendaraan melintas, meningkat 69,98 persen dibandingkan lalu lintas harian normal sebanyak 24.267 kendaraan.

“Sebanyak 123 juta orang yang melakukan pergerakan saat mudik Lebaran 2023 sudah pasti menghasilkan jejak karbon yang sangat signifikan bagi lingkungan, baik dari dampak bahan bakar kendaraan, maupun sampah makanan dan minuman,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi melalui cuitan di status WhatsApp-nya, Rabu (26/4/2023).

Apalagi, ungkap Tulus, mudik Lebaran 2023 lebih dominan menggunakan kendaraan pribadi.

“Jika dikalkulasi, dampak emisi karbon yang dihasilkan dibandingkan manfaat ekonomi yang diperoleh bisa dipastikan dampak negatif jejak karbonnya jauh lebih besar dibandingkan manfaat ekonominya,” papar Tulus.

YLKI lantas meminta pemerintah untuk melakukan mitigasi antara dampak emisi karbon dengan manfaat ekonomi dari pergerakan masyarakat saat hari libur panjang, seperti liburan Lebaran, Natal dan Tahun Baru (Nataru).  (Syarif)