Beranda Berita Nasional Kepala BBPMB tekMIRA: Jika Terjadi Dispute Bisa Gunakan Sampel Umpire

Kepala BBPMB tekMIRA: Jika Terjadi Dispute Bisa Gunakan Sampel Umpire

1295
0

NIKEL.CO.ID, 5 Desember 2022-Kepala BBPMB tekMIRA, Julian Ambassadur Shiddiq menyarankan jika terjadi perbedaan hasil analisis kadar nikel bisa menggunakan pihak ketiga untuk melakukan uji sampel umpire. Sayang, langkah ini jarang dilakukan antara penjual maupun pembeli, sehingga permasalahan hasil analisis kadar nikel tersebut tidak terselesaikan.

BBPMB tekMira Senin (5/12/2022) ini menyelenggarakan pertemuan teknis dari tahapan akhir kegiatan uji profisiensi di Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan dari uji profisiensi BBPMB tekMIRA yang telah diselenggarakan pada 16 Februari 2022 yang dilanjutkan dengan pendistribusian sampel uji, pengujian sampel pada masing-masing laboratorium, pelaporan data hasil uji, evaluasi dan pengolahan data, penyampaian laporan interin, serta penyampaian laporan investigasi dari peserta.

Peserta yang mengikuti uji profisiensi terdiri dari, untuk bahan uji nikel laterit sebanyak 29 laboratorium, abu batubara 15 laboratorium, dan batubara 39 laboratorium.

Kepala BBPMB tekMIRA, Julian Ambassadur Shiddiq ketika ditemui nikel.co.id di acara uji profisiensi menanggapi persoalan adanya perbedaan hasil analisis kuantitatif dan kualitatif mineral nikel oleh perusahaan surveyor. Menurutnya, jika ditemukan perbedaan hasil analisis tersebut oleh perusahaan surveyor, harusnya dilakukan uji sampel oleh pihak ketiga sebagai umpire.

Permasalahannya, ungkap Julian, langkah tersebut kadang tidak dilakukan oleh penjual maupun pembeli. Hal ini akan menimbulkan masalah. Ketika terjadi perbedaan hasil analisis kadar bijih nikel, misalnya, tidak ada sampel yang diambil oleh pihak ketiga (umpire) yang bisa dilakukan sebagai pihak penengah dari permasalahan perbedaan hasil analisis kadar bijih nikel.

“Untuk menghindari terjadinya perbedaan hasil analisis, harus dipakai sampel umpire. Untuk sampel-sampel yang mungkin mengandung risiko, biasanya surveyor dengan pihak pembeli menggunakan jasa pihak ketiga sebagai pembanding,” kata Julian.

Julian mencontohkan ada suatu kasus, tim surveyor hanya mengambil satu contoh saja sampel nikel yang diambil untuk dianalisis. Ada juga kasus salah dalam pengambilan sampel dan penggunaan metode sampling yang tidak sesuai prosedur. Jika tahapan di awal saja sudah salah, maka hasil analisis di laboratorium pun akan salah.

Dari kegiatan uji profiensi yang dilaksanakan BBPMB tekMira ini, dijelaskan Julian, dijadikan catatan laboratorium perusahaan surveyor atau tempat uji laboratorium mana saja yang perlu dilakukan perbaikan, evaluasi peralatan, hingga perbaikan kinerja SDM-nya.

“BBPMB tekMIRA setiap tahun melakukan witnes perusahaan surveyor. Pada saat laboratorium perusahaan surveyor itu masuk list witnes, biasanya akan menjadi catatan kita. Ada masalah apa saja di laboratorium surveyor itu pada saat dilakukan uji profisiensi. Ada perbaikan atau tidak,” tuturnya.

Jika tidak dilakukan perbaikan, lanjutnya, tekMIRA mengeluarkan surat pemberitahuan kepada Direktorat Pembinaan Penguasaan Minerba Unit Direktorat Jenderal Minerba, Kementerian ESDM untuk dilakukan pembinaan. Tak hanya itu, tekMIRA juga mengeluarkan surat pemberitahuan ke Direktorat PNBP, karena akan berdampak pada perbedaan besaran royalti yang harus dibayarkan ke negara.

Julian mengutarakan, dari surat pemberitahuan BBPMP tekMIRA ini, Direktorat Pembinaan Pengusahaan Minerba akan melakukan pembinaan secara berjenjang terhadap perusahaan surveyor untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dari hasil uji profisiensi yang dilakukan BBMP tekMIRA.

Jika perusahaan surveyor tersebut tidak memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut, imbuh Julian, akan diberikan teguran secara tertulis.

“Sebagai referensi pihak yang ingin menggunakan jasa surveyor, Ditjen Minerba biasanya akan mengirim surat ke perusahaan-perusahaan pertambangan sebagai pemberitahuan perusahaan surveyor mana saja yang dinilai layak melakukan uji analisis kuantitatif dan kualitatif minerba,” kata Julian. (Michael/Syarif)