Antam Bagi Dividen Rp 402,27 M & Rombak Nomenklatur Dua Direksi

NIKEL.CO.ID – Emiten pertambangan BUMN, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar 35% dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 2020 atau sebesar Rp 402,27 miliar. Sementara sisa sebesar 65% atau Rp 747,08 miliar sebagai saldo laba.

Hal ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan hari ini. Jumlah dividen tunai tersebut meningkat dari tahun buku 2019 senilai Rp 67,84 miliar atau dengan rasio 35% dari perolehan laba bersih perseroan.

“Kebijakan dividen telah disetujui, Antam akan membagikan dividen sebesar 35 persen dari laba bersih 2020,” kata Sekretaris Perusahaan Antam, Kunto Purwoko, dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (7/4/2021).

Seperti diketahui, berdasarkan kebijakan pembagian dividen ini mengacu pada penawaran umum perdana saham perseroan tahun 1997 lalu yang menetapkan pembagian dividen minimal sebesar 30% dari laba bersih.

Sepanjang tahun 2020, perseroan membukukan perolehan laba bersih Rp 1,14 triliun, naik 492,90% dari perolehan laba bersih di periode yang sama tahun sebelumnya Rp 193,85 miliar. Nilai laba bersih per saham ikut naik tajam ke angka Rp 47,83/saham dari sebelumnya di akhir 2019 yang senilai Rp 8,07/saham.

Padahal kinerja pendapatan mengalami penurunan 16,33% YoY menjadi senilai Rp 27,37 triliun dari posisi 31 Desember 2019 yang senilai Rp 32,71 triliun. Kendati pendapatan turun, namun perusahaan berhasil menurunkan angka beban pokok penjualan menjadi Rp 22,89 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 28,27 triliun.

Selain membagikan dividen, rapat juga menyetujui perombakan pengurus. Pemegang saham memberhentikan Aprilandi Hidayat Setia dari jabatannya sebagai Direktur Niaga dan Hartono sebagai Direktur Operasi dan Produksi efektif sejak tanggal RUPS Tahunan hari ini.

Tak hanya itu, dalam keputusan RUPS, pemegang saham juga mengubah nomenklatur jabatan anggota direksi. Pertama, untuk Direktur Keuangan diubah menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Kedua, perubahan nomenklatur dari Direktur Operasi dan Produksi menjadi Direktur Operasi dan Transformasi Bisnis.

Berikut ini susunan Direksi Antam yang baru:

  • Direktur Utama: Dana Amin
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Anton Herdianto
  • Direktur SDM: Luki Setiawan Suardi
  • Direktur Operasi Operasi dan Transformasi Bisnis: Risono.

Sumber: CNBC Indonesia

 

Read More

Harga Nikel di LME Naik Hingga 3,05%, Namun di Shanghai Turun

NIKEL.CO.ID – Logam nonferrous Shanghai turun sebagian besar pada Rabu (07/04/2021) pagi, sementara rekan-rekan mereka di LME juga menurun secara luas.

Dalam perdagangan semalam (Selasa, 06/04/2021), logam dasar Shanghai naik sebagian besar karena melemahnya dolar dan imbal hasil Treasury AS.

Kompleks LME semuanya ditutup lebih tinggi pada hari Selasa. Tembaga naik 2,67%, aluminium naik 1,35%, seng naik 2,2%, nikel naik 3,05%, timbal bertambah 0,51% dan timah naik 2,71%.

Tembaga: Tembaga LME tiga bulan melonjak 2,67% menjadi ditutup pada $ 9.040 / mt pada hari Selasa, sementara kontrak tembaga SHFE 2105 yang paling banyak diperdagangkan berakhir pada 67.370 yuan / mt dalam perdagangan semalam. Hasil dolar AS dan Treasury AS keduanya menurun, yang mendukung kontrak berjangka tembaga. Penjual tembaga spot menahan harga karena permintaan hilir akan meningkat lebih lanjut di tengah musim ramai tradisional dan banyak pelebur tembaga akan melakukan pemeliharaan pada bulan April. Tembaga LME diperkirakan diperdagangkan antara $ 9.010-9.090 / mt hari ini, dan tembaga SHFE antara 67.200-67.700 yuan / mt, sementara tembaga spot akan diperdagangkan antara diskon 50 yuan / mt dan premi 20 yuan / mt.

Aluminium: Aluminium LME tiga bulan naik 1,35% menjadi ditutup pada $ 2,260 / mt pada hari Selasa, dan diperkirakan akan diperdagangkan antara $ 2,230-2,280 / mt hari ini.

Kontrak aluminium SHFE 2105 paling aktif diselesaikan pada 17.585 yuan / mt dalam perdagangan semalam, dengan open interest naik 3.203 lot menjadi 201.000 lot, dan kemungkinan akan berfluktuasi antara 17.400-17.600 yuan / mt hari ini.

Seng: Seng LME tiga bulan menetap 2,2% lebih tinggi pada $ 2,830 / mt pada hari Selasa setelah mencapai tertinggi dua minggu di $ 2,849 / mt di awal sesi, dengan bunga terbuka menambahkan 1.276 lot menjadi 234.000 lot. Stok seng di gudang yang terdaftar di LME menyusut 1.850 mt atau 0,68% menjadi 268.650 mt. Harga seng naik di tengah jatuhnya dolar AS dan imbal hasil Treasury AS, dan Dana Moneter Internasional pada hari Selasa menaikkan prospek pertumbuhan 2021 untuk ekonomi global menjadi 6%, naik dari perkiraan Januari sebesar 5,5%, yang mendorong sentimen bullish. Tetapi meningkatnya kasus COVID-19 secara global membatasi keuntungan. Seng LME diperkirakan akan berfluktuasi antara $ 2.800-2.850 / mt hari ini.

Kontrak seng SHFE 2105 yang paling banyak diperdagangkan bertambah 0,57% menjadi ditutup pada intraday tertinggi 21.915 yuan / mt dalam perdagangan semalam, dengan open interest naik 3.297 lot menjadi 75.399 lot. Kontrak Mei kemungkinan akan bergerak antara 21.500-22.000 yuan / mt hari ini, sementara diskon spot untuk domestik 0 # Shuangyan akan terlihat pada 10-20 yuan / mt terhadap kontrak.

Nikel: Kontrak nikel SHFE 2106 yang paling likuid naik 0,53% menjadi berakhir pada 126.210 yuan / mt dalam perdagangan semalam, dengan bunga terbuka naik 6.095 lot menjadi 163.000 lot. Nikel LME tiga bulan melonjak 3,05% menjadi menetap di $ 16,720 / mt pada hari Selasa.

Timbal: Timbal LME tiga bulan naik 0,51% menjadi ditutup pada $ 1,968 / mt pada hari Selasa, dan apakah itu bisa stabil di atas rata-rata pergerakan lima hari hari ini akan dipantau.

Kontrak utama SHFE 2105 yang paling aktif turun tipis 0,1% menjadi berakhir pada 14.970 yuan / mt dalam perdagangan semalam. Dukungan dari angka 14.900 akan disaksikan hari ini.

Timah: Timah LME tiga bulan ditutup menguat 2,71% pada $ 25.800 / mt pada hari Selasa, dengan open interest kehilangan 71 lot menjadi 12.220 lot. Diperkirakan diperdagangkan antara $ 25.000-26.000 / mt hari ini.

Kontrak timah SHFE 2106 yang paling aktif naik 0,72% menjadi berakhir pada 185.630 yuan / mt dalam perdagangan semalam, dengan open interest menambahkan 1.206 lot menjadi 36.132 lot. Pembicaraan pasar bahwa tim pemeriksa lingkungan akan datang ke Yunnan pada bulan April memicu kekhawatiran tentang pasokan bahan baku timah. Diperkirakan diperdagangkan antara 177.000-190.000 yuan / mt hari ini.

Read More

Dubes Djauhari Oratmangun: Ada Yang Salah, Sebagai Produsen Bijih Nikel Hanya Memiliki Nilai Ekspor USD 3 Miliar

NIKEL.CO.ID – Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun meminta struktur ekspor produk elektronik dari Indonesia ke China dikaji.

Permintaan pengkajian itu ada setelah Djauhari mengetahui salah satu negara tetangga Indonesia mampu memiliki nilai ekspor sebesar 30 miliar USD hanya dari produk elektronik.

“Ekspor produk elektronik beberapa waktu lalu saya meminta supaya dikaji. Struktur ekspor kita dibandingkan dengan salah satu negara tetangga kita sangat kecil, tidak perlu saya sebut negaranya,” ujar Djauhari dalam “Dialog Gerakan Ekspor Nasional: Target Ekspor Negara Sahabat” yang digelar Tribun Network, Selasa (6/4/2021).

Kata Djauhari, 28 miliar USD dari 30 miliar USD tersebut diperoleh negara tetangga Indonesia itu hanya dengan mengekspor produk elektronik berupa baterai.

Menurutnya ada yang salah bila Indonesia, sebagai salah satu produsen bijih nikel, hanya memiliki nilai ekspor sebesar 3 miliar USD.

“Struktur ekspor produk elektronik negara itu ke sini sekitar 30 miliar USD, sementara kita 3 miliar USD,” kata dia.

“Dari 30 miliar USD itu baterei itu 28 miliar USD. Sementara kita? not even 2 miliar USD. Jadi ini yang salah, yet we are the one yang punya nikel,” tutur Djauhari.

Atas dasar itu Djauhari mendorong agar produk bijih nikel tidak lagi diekspor dalam bentuk raw material.

Itu diperlukan agar nilai ekspor bijih nikel Indonesia tidak rendah.

“Karena itulah kita coba beralih misal dengan menarik investasi untuk smelter lalu proses produksinya menjadi baterei. Ada hal-hal lain yang juga kita coba cari,” ujar Djauhari.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Dubes Djauhari Oratmangun Minta Struktur Ekspor Produk Elektronik ke China Dikaji“.

Read More