Turun Sedikit, Naik Lagi, Tapi Tetap Tinggi

231

 

NIKEL.CO.ID 14 Februari 2022-Harga nikel pada siang ini masih tinggi. Melalui Bursa Perdagangan Dunia London Metal Exchange (LME) harga nikel pada Senin (14/2/2022) pukul 12.31 WIB, senilai US$ 23,700/ton, lebih tinggi dibandingkan dengan harga penutupan kemarin, Minggu (13/2/2022) US$ 21,570/ton.

Harga nikel tersebut akan terus naik dan turun secara sigfinikan dan berpatok dengan adanya stok nikel yang tersedia. Jika stok nikel menurun, maka harga nikel pun akan semakin tinggi, dan jika stok nikel tinggi, maka harga nike lah yang akan menurun.

Shandong Xinhai Technology Co.,Ltd,, salah satu produsen utama feronikel berkadar 10% di China, memotong produksi awal bulan ini dan mengharapkan untuk memproduksi hanya sekitar 40.000 ton bahan bulan ini.

Sebuah sumber dari perusahaan Shandong Xinhai mengungkap bahwa pihak perusahaan mengurangi produksi feronikel karena sedang melakukan kontrol terhadap perlindungan lingkungan selama Olimpiade Musim Dingin. Sejak awal Februari 2022 perusahaan hanya memproduksi sekitar 40.000 ton ni feronikel 10%. Perusahaan mengungkapkan bahwa mereka tidak dapat mengharapkan kapan untuk melanjutkan produksi normal.

Dengan kapasitas produksi tahunan 18.000.000 ton feronikel 10%, perusahaan mengharapkan untuk memproduksi sekitar 40.000 ton pada Februari, lebih rendah dari produksi 100.000 ton pada Januari 2022.

Diketahui, harga utama feronikel (Ni) kadar 1,5%, S 0,5%, Si 0,06% di China di angka RMB1,460- 1,480/t (USD229-232/t) EXW D/P, naik RMB20/t (USD3,15/t) dari Senin kemarin. Kenaikan harga ini karena produsen menolak untuk menerima setiap harga yang lebih rendah didukung oleh stok terbatas. Orang dalam memperkirakan bahwa harga utama feronikel Cina Ni10%, S0 45%, dan P0.035% akan terus meningkat di minggu mendatang.

Diagram LME

Harga nikel sendiri stabil naik pada pekan lalu. Menjelang libur Tahun Baru Imlek (CNY), persediaan nikel yang terus menurun di China dan luar negeri mendorong harga nikel naik tajam. Barang spot secara bertahap tiba setelah liburan CNY minggu lalu, dan premi turun, tetapi harga nikel tetap tinggi.

Harga yang terlalu tinggi menekan pembelian di hilir, dan konsumsi melemah. Inventaris sosial meningkat sedikit. Pasokan nikel global tetap ketat. Kekurangan bahan baku menyebabkan produksi nikel sulfat turun 6,25% pada bulan tersebut. Harga nikel sulfat akan naik di tengah meningkatnya permintaan, yang selanjutnya akan mendongkrak harga nikel.

Fundamental secara keseluruhan akan mendukung harga nikel. Harga nikel SHFE diperkirakan berfluktuasi antara 170.000-178.000 Yuan/mt minggu ini, dan harga nikel LME diperkirakan bergerak antara $23.000-23.800/mt.

Harga nikel SHFE berfluktuasi pada level tinggi antara 168,000-175.000 Yuan/mt minggu lalu. Harga tinggi menekan transaksi spot sampai batas tertentu di tengah pembelian hilir yang lamban.

Nikel Jinchuan secara bertahap tiba di pasar pada paruh kedua minggu lalu, sementara transaksinya sederhana, dan preminya menurun. Pada saat yang sama, kedatangan nikel Nornickel terbatas, dan premi tetap kokoh. Premi nikel Jinchuan berada pada level yang sama atau bahkan lebih rendah dari nikel Nornickel.

Per 11 Februari 202, premi nikel Nornickel berada di 2.900-3.000 Yuan/mt di atas kontrak nikel SHFE 2203, dan premi nikel Jinchuan berada di 3.000-3.100 Yuan/mt. Sedangkan premi briket nikel mencapai 2.800-3.000 Yuan/mt. (Fia/bbs)